Sidang Promosi Doktor Dr. Dra. Christine Sri Marnani, M.A.P.

 

Bandung- Rabu, 9 Oktober 2019 (13.00), Bertempat di Gedung A Lt.2, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan Sidang  Promosi Doktor, pada kesempatan ini Christine Sri Marnani yang merupakan mahasiswa Doktor Program Studi Ilmu Hubungan Internasional dan sebagai Dosen tetap pada Prodi Manajemen Bencana, Fakultas Manajemen Pertahanan Unhan, resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi doktor.

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata  Sekretaris Sidang Dr. Wawan Budi Darmawan, S.IP.,M.Si., Ketua Tim Promotor Dr. Arry Bainus, M.A. . Anggota Tim Promotor Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata dan Drs. Budhi Gunawan, M.A., Ph.D., serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, S.IP.,M.Si., Dr. Wawan Budi Darmawan, S.IP.,M.Si., dan  Dr. Arfin Sudirman, S.IP., MIR,,  Representasi Guru Besar Prof. Dr. H. Nandang Alamsyah D, S.H.,M.Hum. Disertasi yang disusun berjudul “Kebijakan Luar Negeri China di Masa Xi Jinping: Suatu Studi tentang Proses Pengambilan Keputusan Kebijakan Belt and Road Initiative sebagai Smart Power China menuju Hegemoni”, yang dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.

Disertasi yang diujikan menurut Christine Sri Marnani,        Perilaku China membangun pangkalan militer besar di wilayah konflik Laut China Selatan memperlihatkan bahwa China sedang mempersiapkan kekuatan milter besar. Berikutnya di tengah kekhawatiran dunia, China  meluncurkan “Belt and Road Initiative” mengajak negara-negara  membangun aliansi dagang untuk keuntungan bersama. Kebijakan ini menjadi kontroversial karena dicurigai menjadi  soft power China untuk mencapai hegemoni. Penelitian ini menjawab pertanyaan “Apakah Kebijakan Luar Negeri China Belt and Road Initiative merupakan smart power menuju hegemoni?”     Dengan parameter teori sistem kebijakan luar negeri, penelitian ini menggunakan metode mix method, penelitian kualitatif dengan tambahan data kuantitatif untuk mendukung data kualitatif.

Melalui analisis input lingkungan operasional dan psikologikal pada saat pengambilan keputusan, terlihat bahwa kebijakan BRI dipengaruhi oleh variabel-variabel kepentingan ekonomi dan militer yang mengarah pada munculnya ketergantungan pada negara-negara BRI kepada China. Ketergantungan ekonomi negara-negara BRI mengakibatkan tergadainya kedaulatan negara.

Mengacu pada hasil analisis, maka jawaban pertanyaan penelitian ini adalah China sedang mempersiapkan diri menjadi negara yang kuat dan  kaya sesuai dengan “Chinese Dream” melalui modernisasi dan peremajaan bangsa China. BRI mengantarkan China menjadi negara terkuat dan terkaya di dunia. Pemberian pinjaman keuangan dengan skema yang tidak jelas untuk pembangunan infrastruktur sekaligus penyitaan infrastruktur untuk kepentingan militer China manakala negara BRI tidak mampu mengembalikan pinjaman adalah bentuk smart power untuk menjadi hegemon .

Kata Kunci: elt and Road Initiative, Chinese Dream, smart power, terkuat dan terkaya, hegemoni.

Selamat kepada Dr. Dra. Christine Sri Marnani, M.A.P. semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.

(Oleh : Komar K., Kusman R.  / Humas FISIP Unpad)

http://pps.fisip.unpad.ac.id