Sidang Promosi Doktor Dr. Savitri Aditiany, S.S., M.Pd.

Bandung- Selasa, 1 Oktober 2019 (10.00), Bertempat di Gedung A Lt.2, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan ujian terbuka Promosi Doktor, pada kesempatan ini Savitri Aditiany yang merupakan mahasiswa Doktor Program Studi Ilmu Hubungan Internasional dan sebagai Dosen tetap Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran, resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan Sidang Promosi Doktor.

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata  Sekretaris Sidang Dr. Wawan Budi Darmawan, S.IP.,M.Si., Ketua Tim Promotor Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, S.IP.,M.Si.. Anggota Tim Promotor Prof. Drs. Yanyan M. Yani, MAIR.,Ph.D. dan Dr. Drs. R. Dudy Heryadi, M.Si. , serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Dr. Wawan Budi Darmawan, S.IP.,M.Si., Drs. Taufik Hidayat, M.S.,Ph.D., Dr. Arry Bainus, M.A. dan Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata. Representasi Guru Besar Prof. Dr. H. Nandang Alamsyah D, S.H.,M.Hum. Disertasi yang disusun berjudul “Diplomasi Publik Prancis melalui Institut Francais Indonesie (IFI) dalam Kerjasama Pendidikan Indonesia Prancis”, yang dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.

Disertasi yang diujikan menurut Savitri Aditiany, Penelitian ini membahas mengenai hubungan bilateral Indonesia dan Prancis yang sudah berlangsung lama dan berjalan harmonis hingga saat ini terutama dalam kerjasama di bidang pendidikan. Dalam melaksanakan Diplomasi Publiknya, pemerintah Prancis melalui IFI (Institut Français-Indonésie) berperan penting sebagai perpanjangan tangan dan alat kerjasama Prancis dan Indonesia terutama di bidang kerjasama pendidikan. Pendidikan di Prancis sudah mulai menjadi nation branding nya Prancis karena mutu pendidikannya yang bagus dan terkenal di seluruh dunia.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Untuk mendapatkan data primer, peneliti melakukan wawancara dengan informan kunci secara purposefull dan snowball technique. Data sekunder diperoleh melalui studi literature atas dokumen, laporan kegiatan, dan data

Penelitian ini menggunakan pendekatan soft power yang menggunakan diplomasi publik sebagai salah satu alat soft power untuk mengenalkan negaranya dan menggunakan konsep strategi diplomasi publik dari Mark Leonard untuk dapat membantu merealisasikan kepentingan nasionalnya. Melalui strategi-strategi yang dijalankan IFI yaitu strategi reaktif atau sering juga disebut news management, proaktif atau disebut juga sebagai strategic communications, dan   strategi hubungan (relationship building). Mampu mempengaruhi public Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Institut Français Indonesia mendukung kebebasan berekspresi dan keberagaman dalam konteks globalisasi seraya menunjukkan kompetensi dan keahliannya dalam mempromosikan pendidikan tinggi Prancis di Indonesia. Soft Power Prancis melalui kerjasama Pendidikan menjadi alat utama Prancis dalam mencoba penetrasi ke masyarakat Indonesia. Selain fashion dan destinasi wisata, Institut Français Indonésie sebagai Common Brand di seluruh dunia termasuk Indonesia. Prancis telah memunculkan citra sebagai negara non-english dengan kualitas pendidikan terbaik di dunia yang diminati oleh mahasiswa di seluruh dunia.

Kata Kunci: Soft Power, Diplomasi Publik, IFI (Institut Français-Indonesie).

Selamat kepada Dr. Savitri Aditiany, S.S., M.Pd. semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.

(Oleh : Komar K., Kusman R.  / Humas FISIP Unpad)                                                                                                                                                 http://pps.fisip.unpad.ac.id