Sidang Promosi Doktor Dr. Rahmi Fitriyanti, S.Sos., M.Si.

Bandung- Jumat, 20 Desember 2019 (09.030), Bertempat di Gedung A Lt.2, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Rahmi Fitriyanti yang merupakan mahasiswa Doktor Program Studi Ilmu Hubungan Internasional dan sebagai Dosen tetap Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan ujian terbuka.

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata  Sekretaris Sidang Dr. Wawan Budi Darmawan, S.IP.,M.Si., Ketua Tim Promotor Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, S.IP.,M.Si. Anggota Tim Promotor Prof. Drs. Yanyan M. Yani, MAIR., Ph.D. dan Dr. Arry Bainus, M.A.., serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Drs. Taufik Hidayat., MS., Ph.D. dan  Dr. Arfin Sudirman, S.IP., MIR,  Representasi Guru Besar Prof. Dr. H. Nandang Alamsyah D, S.H., M.Hum. Disertasi yang disusun berjudul Implikasi Kebijakan Jalur Sutra Maritim Cina terhadap Kebijakan Poros Maritim Dunia Indonesia”, yang dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.

Disertasi yang diujikan menurut Rahmi Fitriyanti Kebangkitan ekonomi Cina disusul oleh kebijakan Presiden Cina, Xi Jinping, dengan memperkenalkan kebijakan Jalur Sutra Maritim (JSM) Abad ke-21 pada Oktober 2013 untuk mensponsori pembangunan prasarana transportasi laut dari Cina melintasi Asia Tenggara ke Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa, dan Afrika. Langkah ini ditindaklanjuti dengan menawarkan investasi “Maritime Silk Fund” melalui inisiasi Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), sebesar USD40 miliar untuk membangun deep sea port di lokasi-lokasi strategis yang dilintasi rute JSM Cina agar dapat mengendalikan jalur pelayaran strategis dunia (Sea Line of Communications/SLOCs), pasar untuk produk Cina (market), serta sumber daya alam untuk energi, bahan mentah, dan bahan baku ke Cina (resources). Kebijakan JSM yang ekspansif dalam upayanya mewujudkan ambisi “Chinese Dream” tersebut menimbulkan implikasi bagi Indonesia, karena pada 2014 Indonesia juga menerapkan visi Poros Maritim Dunia (PMD) sebagai “pusat” kegiatan ekonomi maritim regional dan global yang merupakan kebijakan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Penelitian berjudul “Implikasi Kebijakan Jalur Sutra Maritim Cina terhadap Kebijakan Poros Maritim Dunia Indonesia” ini fokusnya mencari tahu mengenai kepentingan dan kekuatan JSM Cina, kelemahan PMD Indonesia, serta mengidentifikasi berbagai potensi ancaman JSM Cina terhadap PMD. Analisisnya dibatasi hanya pada implementasi kebijakan JSM yang mempengaruhi secara negatif berbagai aspek internal dan eksternal kebijakan PMD Indonesia. Strategi yang tepat untuk memprediksi dan mengantisipasi berbagai ancaman JSM terhadap PMD akan dikaji dengan menjawab pertanyaan “Mengapa kebijakan Jalur Sutra Maritim Cina berimplikasi terhadap kebijakan Poros Maritim Dunia Indonesia?” Jawaban pertanyaan penelitian dianalisis dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Sedangkan sistem internasonal yang mempengaruhi kebijakan JSM Cina dan kebijakan PMD Indonesia akan dikaji dengan menggunakan Teori Kebijakan Luar Negeri dan Teori Sea Power, serta konsep keamanan maritim. Penelitian ini menjawab adanya implikasi negatif kebijakan JSM Cina terhadap kebijakan PMD Indonesia terkait potensi Cina untuk memanfaatkan “jasa baiknya” di sektor ekonomi agar Indonesia dapat dijadikan sebagai “pijakan perpanjangan tangan” JSM Cina di posisi silang dunia. Dengan menganalisis implikasi kebijakan JSM Cina terhadap kebijakan PMD Indonesia berdasarkan kedua teori tersebut, maka jawaban pertanyaan penelitian ini dapat dijadikan sebagai landasan untuk memperkuat kebijakan PMD Indonesia yang komprehensif dan sinergis, terintegrasi, terarah, serta terencana dalam menghadapi implikasi negatif yang bersifat eksternal dan internal agar menguntungkan bagi mekanisme pembangunan kekuatan maritim Indonesia. Terutama dalam mengantisipasi berbagai kerugian akibat implikasi negatif kebijakan JSM Cina. Dengan demikian, tujuan realisasi kebijakan PMD agar menjadikan Indonesia sebagai kunci stabilisator maritim di level regional maupun global dapat tercapai.

Kata Kunci: Jalur Sutra Maritim Cina, Sistem Internasional, Kebijakan Luar Negeri, Sea Power, Keamanan Maritim.

Selamat kepada Dr. Rahmi Fitriyanti, S.Sos.,M.Si. semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.

(Oleh : Komar K., Kusman R.  / Humas FISIP Unpad)

http://pps.fisip.unpad.ac.id