Sidang Promosi Doktor Dr. Drs. Ulung Napitu, M.Si.

Bandung- Kamis, 30 Januari 2020, (11.00) Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Ulung Napitu yang merupakan mahasiswa Doktor Program Studi Antropologi dan sebagai Dosen PNS di Universitas Simalungun Sumatera Utara juga Assesor BKD Dosen Bidang Ilmu Sosiologi LLDikti Wilayah I Medan, resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan ujian terbuka.

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata Sekretaris Sidang Rini S. Soemarwoto, S.Psi., M.A., Ph.D. Ketua Tim Promotor Prof. Dr. Drs. H. Opan S. Suwartapradja, M.Si. Anggota Tim Promotor Dr. Drs. Budi Rajab, M.Si. dan Junardi Harahap, S.Sos., M.Si., Ph.D. serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof. H. Oekan S. Abdoellah, M.A., Ph.D., Rini S. Soemarwoto. S.Psi., M.A.,Ph.D. dan Dr. Dra. Budiawati Supangkat, M.A. Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. Ir. H. Munandar Sulaeman, M.S. Disertasi yang disusun berjudul “Strategi Adaptasi Petani Bugis dan Jawa terhadap Sistem Pertanian dan Perdagangan Komoditi Pertanian di Pesisir Pantai Timur Sumatera Selatan” yang dinyatakan lulus dengan predikat  Memuaskan.

Disertasi yang diujikan menurut Ulung Napitu, Kondisi Danau Toba di Kecamatan Simanindo pada tahun 1960-an masih terpelihara kelestariannya, ditandai dengan kehidupan keberagaman flora dan fauna yang berkembang dengan baik. Sekitar tahun1970-an hingga saat ini kondisi tersebut mengalami perubahan drastis akibat eksploitasi sumber daya alam yang melampaui daya dukung lingkungan, membawa dampak terjadinya degradasi lingkungan Dananu Toba. Untuk mempertahankan hidupnya, komunitas Batak Toba melaksanakan adaptasi terhadap kondisi lingkungan Danau Toba yang telah berubah dengan melaksanakan berbagai aktivitas.

Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengkaji faktor-faktor yang berhubungan dengan adaptasi, wujud adaptasi dan strategi yang ditempuh untuk mengatasi kerusakan lingkungan Danau Toba.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah mengenai adaptasi, degradasi nilai sosial budaya, disfungsi kearifan tradisional, aktivitas penduduk lokal, pemanfaatan sumber daya alam, strategi adaptasi dan strategi mengatassi kerusakan lingkungan Danau Toba. Data sekunder diperoleh melalui analisis berbagai sumber tertulis dan karya ilmiah. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap informan dan observasi terhadap berbagai aktivitas penduduk lokal disekitar Danau Toba.

Temuan penelitian menunjukkan adaptasi komunitas Batak Toba terhadap Danau Toba sesuai dengan kondisi lingkungan Danau Toba yang telah berubah saat ini dengan menggunakan penemuan baru dan tidak berpedoman pada kearifan tradisional, menyebabkan kerusakan lingkungan. Wujud adaptasi komunitas Batak Toba terhadap Danau Toba, terdiri dari: aktivitas penduduk lokal, pemanfaatan sumber daya alam yang eksploitatif melampaui daya dukung lingkungan, intensifikasi pertanian, penebangan hutan, reklamasi pantai, perubahan kepemilikan tanah surutan dan disfungsinya sebagian besar kearifan tradisional.

Kata Kunci: Adaptasi, Kearifan Tradisional, Didfungsi, Komunitas Batak Toba, Danau Toba.

Selamat kepada Dr. Drs. Ulung Napitu, M.Si. semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.

(Oleh : Komar K, Kusman R,/ Humas FISIP Unpad)

http://pps.fisip.unpad.ac.id