Sidang Promosi Doktor Dr. Fauzia Gustarina Cempaka Timur, S.IP, M.Si (Han).

Bandung- Jumat, 17 Januari 2020 (09.30), Bertempat di Gedung Sekolah Pascasarjana Lt 3, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Fauzia Gustarina Cempaka Timur yang merupakan mahasiswa Doktor Program Studi Ilmu Hubungan Internasional dan sebagai Dosen tetap pada Prodi Manajemen Bencana, Fakultas Manajemen Pertahanan Unhan, resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan ujian terbuka.

 

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata  Sekretaris Sidang Dr. Wawan Budi Darmawan, S.IP.,M.Si., Ketua Tim Promotor Prof. Drs. Yanyan M. Yani, MAIR.,Ph.D, Anggota Tim Promotor Prof. Dr. Arry Bainus, M.A., dan Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, S.IP.,M.Si. serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Drs. Taufik Hidayat, M.A., Ph.D. dan  Dr. Arfin Sudirman, S.IP., MIR,,  Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. H. Sam’un Jaja Rahrja, M.Si. Disertasi yang disusun berjudul “Keamanan Kooperatif ASEAN dalam Strategi menghadapi Terorisme di Kawasan Asia Tenggara”, yang dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.

Disertasi yang diujikan menurut Fauzia Gustarina Cempaka Timur, Disertasi ini membahas konsep keamanan kooperatif yang diterapkan oleh ASEAN dalam strategi menghadapi terorisme pada berbagai kejadian terorisme yang mengancam kawasan Asia Tenggara. Kerangka pemikiran dalam disertasi ini menggunakan konsep Keamanan Kooperatif yang ditulis oleh Cohen dan Mihalka serta pengembangan yang ditulis oleh Efthymiopoulos. Selain itu, kerangka pemikiran yang ditulis tentang keamanan kooperatif dengan basis regionalisme ASEAN yang secara spesifik ditempatkan dalam operasionalisasi kontra-terorisme yang dilakukan dalam menghadapi ancaman terorisme yang berkembang di Asia Tenggara.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis fenomena terorisme yang ada di Asia Tenggara dan bagaimana konsep keamanan kooperatif yang dimiliki oleh ASEAN diterapkan dalam strategi menghadapi ancaman tersebut. Temuan studi menemukan bahwa negara-negara anggota ASEAN telah melakukan berbagai upaya kontra-terorisme yang didukung dengan eksistensi serangkaian kebijakan formal. Pada level regional ASEAN, keamanan kooperatif diproyeksikan secara jangka panjang melalui ASEAN Political-Security Community Blueprint 2025 dan penerapannya dilakukan melalui ASEAN Convention on Counter-terrorism sebagai kerangka kerja yang melibatkan dan membuktikan komitmen seluruh negara anggota ASEAN dalam pemberantasan terorisme.

Dalam menghadapi ancaman terorisme di Asia Tenggara, konsep keamanan kooperatif diimplementasikan menjadi tiga tahapan yaitu, implementasi internasional, regional, dan nasional. Kerangka kerja dalam konsep keamanan kooperatif ASEAN telah dapat mewadahi keinginan negara-negara anggota ASEAN dalam penyusunan strategi untuk menghadapi terorisme. Meski begitu, penelitian ini menemukan bahwa keberhasilan penerapan konsep keamanan kooperatif regional dalam menghadapi ancaman terorisme di Asia Tenggara bergantung pada adanya template dasar prosedural yang yang diberlakukan secara operasional  di seluruh negara anggota ASEAN dan diterapkan melalui kebijakan minimum berupa penguatan aspek legislasi, penguatan law enforcement sebagai upaya diseminasi pada aktor keamanan, adanya kampanye counter-narratives oleh negara, dan adanya adaptasi terhadap diseminasi nilai kontra-terorisme pada kebijakan yang terkait terhadap masyarakat sipil.

Kata Kunci: Keamanan Kooperatif  Regional, ASEAN, Strategi Kontra-terorisme.

Selamat kepada Dr. Fauzia Gustarina Cempaka Timur, S.IP., M.Si.(Han). semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.

(Oleh : Komar K., Kusman R.  / Humas FISIP Unpad)

http://pps.fisip.unpad.ac.id