Sidang Promosi Doktor oleh Dr. Teguh Anggoro, S.IP., M.Sc.

Bandung- Jumat, 17 Januari 2020, (13.30) Bertempat di Gedung A Lt.2, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Teguh Anggoro yang merupakan mahasiswa Doktor Program Studi Ilmu Politik dan sebagai Dosen Tetap STISIP dan Dosen Luar Biasa UNIGAL, resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan ujian terbuka.

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata. Sekretaris Sidang Muradi, S.S., M.Sc., M.Si., Ph.D. Ketua Tim Promotor Prof. Drs. Yanyan M. Yani, MAIR.,Ph.D. Anggota Tim Promotor, Muradi, S.S., M.Sc., M.Si., Ph.D, serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Drs. H. Nasrullah Nazsir, M.S. Dr. Dra. Dede Sri Kartini, M.Si. Dan Dr. Drs. H. Affan Sulaeman, M.A. Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. H. Sam’un Jaja Raharja, M.Si. Disertasi yang disusun berjudul Reruitmen Politik dalam Pemilihan Calon Kepala Daerah (Studi Perbandingan pada Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sejahtera di Kota Tasikmalaya Jawa Barat Tahun 2017)” yang dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.

Disertasi yang diujikan menurut Teguh Anggoro, Rekrutmen calon kepala daerah merupakan bagian dari proses politik di internal partai dalam menghadapai Pemilukada.Pola rekrutmen lateral dan vertikal dari Norris dan Lovenduski (2007) belum dapat mengakomodir kondisi empiris rekrutmen pada PAN dan PKS di Pemilukada Kota Tasikmalaya tahun 2017, untuk menerangkan kondisi yang demikian maka digunakan konsep rekrutmen didasarkan aspek internal kandidat dan aspek internal partai politik. Disertasi ini untuk menjawab pertanyaan penelitian (1). Bagaimana pola rekrutmen politik calon kepala daerah oleh PAN dan PKS pada Pemilukada di Kota Tasikmalaya tahun 2017; (2)  Bagaimana rekrutmen politik calon kepala daerah oleh PAN dan PKS dilihat dari aspek internal partai politik dan aspek internal kandidat pada Pemilukada di Kota Tasikmalaya tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan, menganalisis dan membandingkan pola rekrutmen serta menganalisis rekrutmen politik dilihat dari aspek internal partai dan internal kandidat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pola rekrutmen politik dari Norris dan Lovenduski (2007) dan beberapa teori pendukung yaitu teori idiologi dari Volkens dan Klingman (2002), teori rekrutmen politik didasarkan aspek internal kandidat dari Leijennar dan Niemoller (1995), teori kualitas kandidat dari Jacobson dan Kernell (1983), dan teori perbandingan politik dari Ronald Chilcote (2007).

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan studi fenomenologi yaitu studi yang berusaha mencari “esensi” makna dari suatu fenomena. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi dan studi pustaka. Informan dalam penelitian ini adalah elit dan kader PAN dan PKSdi Kota Tasikmalaya,kader DPW/DPP PAN dan PKS serta pengamat politik di Kota Tasikmalaya.

Hasil penelitian ini menjelaskan. PAN melakukan rekrutmen calon kepala daerah dengan pola lateral, dengan mengabaikan aspek internal partai politik (idiologi), akan tetapi didasarkan aspek internal kandidat (kualitas kandidat, visi misi kandidat serta popularitas dan elektabilitas kandidat) serta dipengaruhi oleh faktor kekuatan financial dan local strong man. Rekrutmen pada PKS dilakukan dengan pola vertikal, dengan mengedepankan aspek internal partai (idiologi) juga didasarkan pada aspek internal kandidat (kualitas kandidat). Rekrutmen turut dipengaruhi oleh faktor kedekatan kandidat dengan elit pusat. Temuan Penelitian ini adalah, pola rekrutmen pada PAN adalah lateral survival. Pola rekrutmen PKS adalah pola vertical compartementalization.

Kesimpulan pada penelitian ini Pola rekrutmen politik calon kepala daerah dijalankan berbeda-beda oleh partai politik. Rekrutmen politik dipengaruhi oleh faktor internal partai (idiologi), dan internal kandidat. PAN mengabaikan faktor  idiologi, sedangkan PKS rekrutmen didasarkan oleh idiologi. Penelitian ini menyarankan untuk menghindari politik transaksional maka perlu ada perubahan  Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah, dengan memasukan peran lembaga pengawas, dalam proses rekrutmen politik.

Kata Kunci:Partai Politik, Rekrutmen Politik,Pemilu.

Selamat kepada Dr. Teguh Anggoro, S.IP., M.Sc. semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.

(Oleh : Komar K, Kusman R, M. Rahman/ Humas FISIP Unpad)

http://pps.fisip.unpad.ac.id