Sidang Promosi Doktor Dr. Ali Martin, S.IP, M.Si.

Bandung- Senin, 3 Februari 2020 (13.30), Bertempat di Gedung A Lt.2 Pascasarjana FISIP Unpad, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Ali Martin yang merupakan mahasiswa Doktor Program Studi Ilmu Hubungan Internasional dan sebagai Lecturer/Researcher at Wahid Hasyim University, resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan ujian terbuka.

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata  Sekretaris Sidang Dr. Wawan Budi Darmawan, S.IP.,M.Si., Ketua Tim Promotor Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, S.IP.,M.Si, Anggota Tim Promotor Prof. Drs. Yanyan M. Yani, MAIR.,Ph.D,  , dan . serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Arry Bainus, M.A., Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, dan Drs. Taufik Hidayat, M.A., Ph.D. Representasi Guru Besar Prof. Dr. H. Nandang Alamsah Deliarnoor, S.H., M.Hum. Disertasi yang disusun berjudul “Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) di Asia Tenggara; Studi tentang Sekuritisasi Terorisme ISIS di Marawi Filipina oleh Pemerintah Duterte”, yang dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.

Disertasi yang diujikan menurut Ali Martin, Fenomena global akhir ini yang menyita perhatian publik internasional adalah adanya gerakan transnasional ISIS. Dengan pola gerakan yang asimetris dengan membawa ideology transnasional, ISIS mengejawantahkan sebagai gerakan transnasional global yang takfiri serta garis keras. Berbagai jejaring ISIS muncul di beberapa wilayah tanpa kecuali di Asia Tenggara khususnya di Filipina Selatan, hingga menduduki Kota Marawi yang akan direncanakan sebagai basis kekhilafahannya. Pengambilalihan kota Marawi disertai ancaman serius dengan menguasai rumah sakit, Lapas, membakar gereja, membunuh warga tak berdosa. Sehingga dikuasainya Marawi ternyata membawa ancaman kemanusiaan (human security) dan ancaman kedaulatan (souvereignty). Pemerintah Filipina merespon dengan darurat militer disertai sekuritisasi terhadap kelompok militan bersenjata yang berafiliasi kepada ISIS tersebut. Maka disertasi ini menyampaikan proses Sekuritisasi dengan elemen dan tahapannya yang dilakukan oleh Pemerintah Filipina di bawah kepemimpinan Presiden Duterte terhadap kelompok militan yang berafiliasi terorisme global ISIS di Marawi Filipina Selatan.

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis sekuritisasi terhadap terorisme ISIS di Marawi Filipina Selatan yang dilakukan oleh Pemerintah Filipina yang dipimpin langsung Presiden Duterte. Guna menjawab permasalahan penelitian, peneliti dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan sumber primer berupa dokumen resmi negara dan sumber sekunder berupa wawancara dengan pakar, melalui jurnal, disertasi, majalah dan penelitian terkait.

Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan dari hasil penelitian dalam disertasi ini adalah membuktikan terdapat adanya terorisme global yakni kelompok militan berafiliasi ISIS di Marawi Filipina Selatan. Dalam mengatasi konflik di Marawi tersebut Pemerintah Filipina dipimpin Presiden Duterte melakukan sekuritisasi terhadap terorisme global yakni kelompok militant berafiliasi ISIS di Marawi Filipina Selatan. Dengan tindakan sekuritisasi (Buzan, 1998) yang melalui proses dan tahapan sekuritisasi tersebut, kelompok terorisme ISIS ini dapat diatasi meskipun konflik bersenjata di Marawi menelan banyak korban materiil maupun immateriil, yang kemudian menjadi pekerjaan rumah bersama secara regional untuk menuntaskan konflik tersebut .

Kata Kunci: Terorisme Global, Sekuritisasi, ISIS, Marawi.

Selamat kepada Dr. Ali Martin, S.IP., M.Si. semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.

(Oleh : Komar K., Kusman R.  / Humas FISIP Unpad)

http://pps.fisip.unpad.ac.id