Sidang Promosi Doktor Dr. Drs. Charnadi Trido Saputro, M.M.

Bandung- Jumat, 7 Februari 2020 (13.00), Bertempat di Gedung A Lt.2 Pascasarjana FISIP Unpad, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Charnadi Trido Saputro yang merupakan mahasiswa Doktor Program Studi Ilmu Hubungan Internasional dan sebagai Pensiunan BIN Jakarta, resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan ujian terbuka.

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata  Sekretaris Sidang Dr. Wawan Budi Darmawan, S.IP.,M.Si., Ketua Tim Promotor Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, S.IP.,M.Si., Anggota Tim Promotor Prof. Dr. Arry Bainus, M.A., dan Drs. Taufik Hidayat, M.A., Ph.D. serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof. Drs. Yanyan M. Yani, MAIR.,Ph.D, Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata,  dan  Dr. Akim, S.IP., M.Si,  Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. H. Opan S. Suwartapradja, M.Si. Disertasi yang disusun berjudul Keamanan Siber Indonesia Dalam Menangani Penyadapan Pihak Luar Negeri”, yang dinyatakan lulus dengan predikat Memuaskan.

Disertasi yang diujikan menurut Charnadi Trido Saputro, Penelitian dalam disertasi ini adalah tentang bagaimana cara yang berdaya guna dalam pencegahan penyadapan rahasia negara dan akses-akses penting pejabat tinggi negara Republik Indonesia, agar terhindar dari tindakan penyadapan pihak asing, baik negara maupun non-negara yang dilakukan melalui dunia maya atau dunia siber, khususnya upaya-upaya penyadapan dari luar negeri. Mengingat sangat tingginya kerawanan yang akan berdampak buruk dan kerugian secara moril terutama kepada hal-hal yang sifatnya rahasia, baik yang menyangkut rahasia negara maupun yang berkaitan pada wilayah pribadi, maka diperlukan upaya-upaya pencegahan dengan cara-cara yang tepat guna dan diharapkan  dapat berhasil guna.

Permasalahan yang muncul dilatarbelakangi oleh isu tentang peristiwa dibongkarnya dokumen rahasia  National Security Agency (NSA) Amerika Serikat (AS) oleh Edward Snowden (mantan analis NSA). Dokumen tersebut menginformasikan bahwa NSA AS telah menyadap pembicaraan 35 kepala negara di dunia dari 200 nomor yang dipantau NSA.  Dari sejumlah data yang dibongkar tersebut Indonesia termasuk salah satu negara yang terkena sadap pada Agustus 2009 oleh pemerintah Australia. Maka judul disertasi yang peneliti pilih adalah “Keamanan Siber Indonesia Dalam Menangani Penyadapan Pihak Luar Negeri”. Atas kejadian tersebut, maka diperlukan suatu sistem keamanan siber untuk mendapatkan pengetahuan bagaimana cara melaksanakan  pencegahan dan mengatasi upaya-upaya penyadapan, khususnya dari luar negeri, dengan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal guna memprediksi dan mengantisipasi berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan terhadap keamanan siber Indonesia yang merupakan bagian dari sistem pertahanan dan keamanan negara akan dikaji dengan menjawab pertanyaan “Mengapa negara Indonesia memerlukan suatu sistem Keamanan Siber Dalam Menangani Penyadapan Pihak Luar Negeri?”. Jawaban pertanyaan akan dianalisis dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Selanjutnya hal-hal yang terkait dengan sistem internasional akan dikaji dengan menggunakan Konsep Keamanan Siber. Penelitian ini menjawab adanya kelemahan dalam hal koordinasi di antara para pemangku kepentingan. Dalam mengkaji atau menganalisis persoalan yang sedang dihadapi dengan menggunakan Konsep Keamanan Siber, maka jawaban pertanyaan penelitian ini dapat dijadikan sebagai landasan untuk memperkuat sistem keamanan siber yang lebih terarah, terencana, terorganisasi, dan sinergitas yang terpelihara dalam menanggulangi permasalahan keamanan siber di Indonesia. Utamanya dalam melakukan deteksi dini dan pencegahan terhadap upaya-upaya kejahatan siber.

Kata Kunci: Keamanan Siber, Koordinasi, Kolaborasi, Kerjasama, Penyadapan.

Selamat kepada Dr. Drs. Charnadi Trido Saputro, M.M.. semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.

(Oleh : Komar K., Kusman R.  / Humas FISIP Unpad)

http://pps.fisip.unpad.ac.id