Bandung- Jumat, 10 Agustus 2018, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan ujian terbuka promosi doktor, pada kesempatan ini Ahmad Doli Kurnia yang merupakan mahasiswa doktor Program Studi Ilmu Politik dan merupakan Direktur Utama CV. Sari Surya Kurnia, Direktur Utama PT. Kurnia Sari Abadi, Presiden Direktur Direktur Surya Kurnia Group, Komisaris PT. Mutiara Kalam dan Komisaris PT. CIGS. Ahmad Doli Kurnia resmi menyandang gelar doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan ujian terbuka.
Ujian terbuka promosi doktor dipimpin oleh ketua sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris merangkap anggota Tim Promotor Muradi, S.S., M.Si., M.Sc., Ph.D. dan Ketua Tim Promotor Dr. Arry Bainus, M.S., Anggota Tim Promotor Prof. Rusadi Kantaprawira dan, serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Aidul Fitriciada Azhari, S.H., M.H.., Drs. Budi Gunawan, Ph.D. dan Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. H. Sam’un Jaja Raharja, M.Si. Disertasi yang disusun berjudul “Reinterpretasi Nilai-Nilai Kekinian: Kebangkitan Pancasila Pasca Reformasi (Studi Model Pelembagaan Ideologi)” yang dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.
Disertasi yang diujikan menurut Ahmad Doli Kurnia disampaikan bahwa menurunnya perhatian terhadap Pancasila telah berdampak pada banyak dimensi kehidupan. Disharmoni sosial, konflik horizontal dan melemahnya rasa kebangsaan menjadi mengemuka, tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Pancasila yang sejatinya harus menjadi kompas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, seolah tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Pancasila mulai dilupakan seiring dengan kejatuhan rezim Orde Baru yang mengklaim sebagi pihak tunggal yang berhak menafsirkan Pancasila. Berdasarkan latar belakang itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat upaya kebangkitan kembali Pancasilapasca reformasi, dengan membangun sebuah model pelembagaan ideologi. Dari hasil penelitian yang dilakukan, kebangkitan Pancasila harus melalui pelembagaan pada banyak dimensi kehidupan. Agar pelembagaan Pancasila lebih komprehensif, sistematis dan efektif, maka diperlukan sebuah Dewan Pancasila yang masuk dalam tubuh konstitusi negara yang secara khusus melakukan tugas pengarusutamaan Pancasila.
Selamat kepada Dr. Ahmad Doli Kurnia, S.Si., M.T., semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.
(Oleh : Komar Kurnia / Humas FISIP Unpad)