Bandung- Senin, 13 Agustus 2018, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan ujian terbuka promosi doktor, pada kesempatan ini Heni Rohaeni yang merupakan mahasiswa doktor Program Studi Ilmu Administrasi Publik dan merupakan Staf Pengajar/Dosen ASM BSI Bandung, resmi menyandang gelar doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan ujian terbuka.

Ujian terbuka promosi doktor dipimpin oleh ketua sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Ida Widianingsih, S.IP., M.A., Ph.D. , Ketua Tim Promotor Dr. Drs. H. Entang Adhy Muhtar, M.S., Anggota Tim Promotor Prof. Dr. Drs. H.A. Kartiwa, SH.,MS. (Alm)., Dr. Drs. H. Heru Nurasa, M.A., serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Drs. H. Sam’un Jaja Raharja M.Si., Prof. Dr. Drs. Josy Adiwisastra, Dr. Drs. H. Didin Muhafidin, M.S., Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. H. Budiman Rusli, M.S.. Disertasi yang disusun berjudul “Implementasi Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK) di Kota Adminitrasi Jakarta Timur Provinsi DKI Jakarta”  yang dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.

Disertasi yang diujikan menurut Heni Rohaeni bahwa Penelitian ini didasarkan pada pelaksanaan Program Penberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK) yang menyangkut pada kegiatan Bina Fisik Lingkungan dan Bina Sosial yang diselenggarakan di Kota Administrasi Jakarta Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan Konsep Baru guna perkembangan Ilmu Administrasi Publik dan mendapatkan gambaran secara utuh serta menyeluruh mengenai Pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK) di Kota Administrasi Jakarta Timur. Telah banyak upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta dalam mengatasi berbagai masalah Sosial dan Fisik Lingkungan, salah satu upayanya adalah lahirnya sebuah kebijakan Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK). Pengimplementasian program ini melibatkan masyarakat sebagai perencana, pelaksana dan pengevaluasi dari program yang mereka lakukan untuk kepentingan lingkungan mereka masing-masing. Kerangka acuan dalam menganalisa Pelaksanaan Implementasi Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK) yang peneliti gunakan adalah teori Merille Grindlle (1980) dengan memperhatikan Konten terdiri dari: Kepentingan yang dipengaruhi, Manfaat yang diperoleh, Perubahan yang diharapkan, Sisi Pembuat Keputusan, Pelaksana Program, Komitmen terhadap Sumber Daya yang dikerahkan. Konteks terdiri dari: Kekuatan,Keputusan, Strategi dan Pelaku terkait, Karakteristik Institusi dan Rezim, Kepatuhan dan Daya Tanggap.

Selamat kepada Dr. Heni Rohaeni., M.Si., semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.

(Oleh : Komar Kurnia / Humas FISIP Unpad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *