Bandung- Senin, 20 Agustus 2018, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan ujian terbuka promosi doktor, pada kesempatan ini Ratnia Solihah yang merupakan mahasiswa doktor Program Studi Hubungan Internasional Konsentrasi Ilmu Politik dan merupakan Dosen Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran, resmi menyandang gelar doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan ujian terbuka.
Ujian terbuka promosi doktor dipimpin oleh ketua sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Muradi S.S.,M.Sc., M.Si.,Ph.D., Ketua Tim Promotor Dr. Arry Bainus, M.A. Anggota Tim Promotor, Dra. Mudiyati Rahmatunnisa.,M.A.,Ph.D., serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Drs. H. Utang Suwaryo, M.A., Dr. Dra. Dede Sri Kartini, M.Si., Muradi S.S.,M.Sc., M.Si.,Ph.D., Representasi Guru Besar Prof. Drs. Yanyan M. Yani, MAIR., Ph.D. Disertasi yang disusun berjudul “Relasi Modal dlam Kontestasi Politik (Studi pada Pasangan Jeje-Adang dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Pangandaran Tahun 2015), yang dinyatakan lulus dengan predikat Cum Laude.
Disertasi yang diujikan menurut Ratnia Solihah beberapa kajian tentang modal dalam konteks perolehan kekuasaan banyak merujuk pada konsep modal Bourdieu yang kemudian dikembangkan oleh Casey. Namun dalam konteks empiris kontestasi politik Indonesia, konsep modal Bourdieu dan Casey kurang relevan sehingga konsep modal yang digunakan dalam kajian ini merupakan konstruksi modal yang mengacu pada kondisi empiris politik Indonesia, dimana kandidat membutuhkan minimal modal politik, modal ekonomi, modal sosial untuk dapat berkompetisi dalam kontestasi politik. Permasalahan kepemilikan modal politik, modal ekonomi dan modal sosial sering dihadapi oleh berbagai kandidat dalam kontestasi politik, sehingga muncul anggapan mahalnya perolehan modal-modal tersebut dalam kontestasi politik, tak terkecuali dalam pilkada. Kajian ini memfokuskan pada relasi antara modal politik, modal ekonomi dan modal sosial pasangan Jeje-Adang dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Pangandaran tahun 2015. Pentingnya kajian tentang relasi antara modal politik, modal ekonomi dan modal sosial, untuk menganalisis bagaimana kontribusi dari salah satu modal dalam mempengaruhi proses kepemilikan modal lainnya, dengan pemanfaatan salah satu modal tersebut untuk mengoptimalkan modal-modal lain, yang akhirnya berperan dalam memenangkan kontestasi politik.
Kata kunci: Relasi, Modal Politik, Modal Ekonomi, Modal Sosial, Pilkada.
Selamat kepada Dr. Ratnia Solihah, S.IP., M.Si., semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.
(Oleh : Komar Kurnia/Humas FISIP Unpad)