Bandung- Senin, 13 Agustus 2018, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan ujian terbuka promosi doktor, pada kesempatan ini Ryantori yang merupakan mahasiswa doktor Program Studi Hubungan Internasional dan pernah menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta pada 2013-2017, saat ini menjabat sebagai sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta, Direktur Eksekutif Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES), Jakarta (2015-sekarang), Anggota Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII), Anggota Asosiasi Dosen Indonesia (ADI)., resmi menyandang gelar doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan ujian terbuka.

Ujian terbuka promosi doktor dipimpin oleh ketua sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Dr. Wawan Budi Darmawan, S.IP., M.Si., Ketua Tim Promotor Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, S.IP., M.Si., Anggota Tim Promotor Prof. Drs. Yanyan Mochamad Yani, MAIR., Ph.D., Dr. Drs. H.R. Dudy Heryadi, M.Si., serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Dr. Drs. Arry Bainus, M.A., Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, dan Drs. Taufik Hidayat, M.S., Ph.D.  Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. H. Nasrullah Nazsir, M.S.. Disertasi yang disusun berjudul “Perubahan Pola Bantuan Luar Negeri Jepang ke Palestina” yang dinyatakan lulus dengan predikat Memuaskan.

Disertasi yang diujikan menurut Ryantori bahwa tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan perubahan pola bantuan luar negeri Jepang ke Palestina terkait dengan adanya perubahan kebijakan luar negeri Jepang yang dipengaruhi faktor-faktor eksternal dan internal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah Deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka atau library research, dimana teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mencari data dan fakta dari sumber buku, artikel dan jurnal, dokumen, maupun situs internet  yang memiliki keterkaitan dengan permasalahan yang diteliti.

Melalui elaborasi teori bantuan luar negeri, didapat kesimpulan bahwa Jepang berkomitmen untuk terus memberikan bantuannya disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada sehingga tidak berlaku statis.

Kata Kunci: Perubahan Pola Bantuan Luar Negeri, Kebijakan Luar Negeri, Motif Bantuan Luar Negeri.

Selamat kepada Dr. Ryantori, S.Sos., M.Si. semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.

(Oleh : Komar Kurnia / Humas FISIP Unpad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *