Bandung- Senin, 11 Februari 2019, (09.00) Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan ujian terbuka Promosi Doktor, pada kesempatan ini Asrifai yang merupakan mahasiswa doktor Program Studi Ilmu Pemerintahan dan sebagai Dosen tetap Universitas Tadulako, resmi menyandang gelar doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan ujian terbuka.

Ujian terbuka Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. Dra. Dede Sri Kartini, M.Si., Ketua Tim Promotor Prof. Dr. Drs. H. Utang Suwaryo, M.A. Anggota Tim Promotor Dr. Drs. Rahman Mulyawan, M.Si.dan Muradi, S.S., M.Si.,M.Sc.,Ph.D., serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari, Prof. Dr. Drs. H. Samugyo Ibnu Redjo, M.A. Prof. Dr. H. Nandang Alamsah Deliarnoor, S.H.,M.Hum, dan Dr. Neneng Yani Yuningsih, S.IP., M.Si. Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. H. Nasrullah Nazsir, M.S. Disertasi yang disusun berjudul “Transformasi Manajemen Pemerintahan Daerah Pasca Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Tahun 2015” yang dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.

Disertasi yang diujikan menurut Asrifai Perbatasan negara dan pulau kecil terluar menjadi isu menarik dan strategis nasional yang mendapatkan sorotan dari berbagai pihak. Terjadi perubahan paradigma pengelolaan perbatasan dari pendekatan keamanan kepada pendekatan keamanan kepada pendekatan kesejahteraan. Hal ini melibatkan peran barbagai stakeholder sesuai dengan kedudukan dan kewenangan yang dimilikinya. Persoalan yang disoroti, berkenaan dengan koordinasi lembaga-lembaga pemerintah dalam mengelola perbatasan. Kecenderungan masing-masing pihak dilapangan melaksanakan secara mandiri padahal obyek yang dikelola sama. Atas dasar masalah tersebut, maka penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pola koordinasi instansi-instansi pemerintah dalam pengelolaan perbatasan di Miangas Kabupaten Kepulauan Talaud.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dimana sumber data terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari Pengelola perbatasan di daerah, Komando teritorial perbatasan, Tokoh masyarakat, Pengelola pendidikan, Pengelola kesehatan, Pengelola bencana daerah, Pengelola Kepegawaian Daerah.

Pengelolaan perbatasan yang serupa pengamanan wilayah dan pengembangan perbatasan sesungguhnya telah diperankan oleh berbagai instansi pusat dan daerah. Dalam Implementasinya masing-masing pihak telah melakukan koordinasi secara vertikal maupun horizontal antara lembaga-lembaga. Hal tersebut telah mempengaruhi kondisi perbatasan yang ada. Namun demikian perilaku tersebut dilakukan antar instansi dengan kedudukan dalam entitas yang sama. Padahal obyek pengelolaan perbatasan dihadapi oleh beragam instansi dengan kedudukan dalam entitas yang berbeda.

Kata kunci: Transformasi, Reframing, Restrukturisasi, Revitalisasi, Reneval.

Selamat kepada Dr. Asrifai, S.IP.,M.Si. semoga Gelar dan Ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.

(Oleh : Komar K, Kusman R., M. Rahman, Imam S. Humas FISIP Unpad)

http://pps.fisip.unpad.ac.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *