Bandung- Rabu, 13 Februari 2019, (09.00) Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan ujian terbuka Promosi Doktor, pada kesempatan ini Indra Kusumawardhana yang merupakan mahasiswa Doktor Program Studi Hubungan Internasional dan sebagai Dosen Program Studi Ilmu Hubungan Internasional-Fakultas Komunikasi dan Diplomasi Universitas Pertamina, resmi menyandang gelar doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan ujian terbuka.

Ujian terbuka Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. Wawan Budi Darmawan, S.IP., M.Si., Ketua Tim Promotor Dr. Arry Bainus, M.A., Anggota Tim Promotor Prof. Dr. Drs. H. Rusadi Kantaprawira dan Prof. Bob Sugeng Hadiwinata, M.Sc.,Ph.D. serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, S.IP., M.Si., Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, dan Dr. Wawan Budi Darmawan, S.IP., M.Si. Representasi Guru Besar Prof. Dr. H. Nandang Alamsah Deliarnoor, S.H.,M.Hum. Disertasi yang disusun berjudul “Respon Indonesia terhadap Vietnam dan Cina dalam menghadapi Kontestasi Keamanan Maritim di Perairan Natuna terkait Potensi “Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing” pada Era Presiden Joko Widodo di Tahun 2014-2017” yang dinyatakan lulus dengan predikat Pujian (Cumlaude).

Disertasi yang diujikan menurut Indra Kusumawardhana, Penelitian ini menelaah respons Indonesia, terutama kepada Cina dan Vietnam, dalam menghadapi dinamika kontestasi keamanan maritim di perairan Natuna terkait aktifitas IUU Fishing. Setidaknya, celah yang ditangkap oleh tulisan ini, menunjukkan bahwasanya terdapat ketidaksesuaian antara IUU Fishing sebagai ancaman yang kerap disematkan dalam konsep keamanan non-tradisional namun dalam konteks kasus Indonesia dengan Cina dan Vietnam permasalahan ini menjadi lebih dinamis mencakup konsep tradisional dan non-tradisional. Oleh karenanya, menggunakan pendekatan konstruktivis, tulisan ini mengajukan pertanyaan bagaimana respons Indonesia terhadap Vietnam dan Cina dalam menghadapi kontestasi keamanan maritim di perairan Natuna terkait potensi IUU Fishing pada tahun 2014-2017. Menggunakan metode penelitian kualitatif dan analisis interpretatif, penelitian ini menemukan bahwasanya resposn Indonesia dipengaruhi Intersubjektifitas antar aktor yang memuat identitas dan kepentingan di dalam dinamika kontestasi keamanan maritim yang terjadi.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya Indonesia merespons masalah IUU Fishing  di seputar perairan Natuna dengan konstruksi berpikir senagai ancaman keamanan maritim Tradisional ketika berhadapan dengan Cina. Sedangkan pada sisi sebaliknya, ketika berhadapan dengan Vietnam, Indonesia merespons masalah tersebut dengan konstruksi berpikir ancaman non-tradisional. Perbedaan ini memunculkan perbedaan solusi yang ditawarkan dalam menghadapi IUU Fishing di Natuna.

Kata Kunci: Indonesia, Cina, Vietnam, Keamanan Maritim, IUU Fishing, Konstruktivis.

Selamat kepada Dr. Indra Kusumawardhana, S.IP.,M.Si. semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.

(Oleh : Komar K, Kusman R, M. Rahman, Imam S / Humas FISIP Unpad)

 

http://pps.fisip.unpad.ac.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *