Bandung- Selasa, 26 Februari 2019, (09.00) Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan ujian terbuka Promosi Doktor, pada kesempatan ini Eriyanti Nurmala Dewi yang merupakan mahasiswa Doktor Program Studi Ilmu Pemerintahan dan sebagai Periset dan Instruktur di PR Institute, Dosen Tetap Prodi Ilmu Komunikasi, Fikom Uninus Bandung, Dosen LB Prodi Ilmu Komunikasi Fisip Unikom Bandung dan Instruktur di Islamic Fashion Institute (IFI) Bandung, resmi menyandang gelar doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan ujian terbuka.
Ujian terbuka Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. Drs. Wahyu Gunawan, M.Si., Sekretaris Sidang Dr. Dra. Dede Sri Kartini, M.Si., Ketua Tim Promotor Prof. Dr. Drs. H. Dede Mariana, M.S. (Alm) Anggota Tim Promotor Prof. Dr. Drs. H. Utang Suwaryo, M.A. dan Dra. Mudiyati Rahmatunnisa, M.A.,Ph.D. serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari, Prof. Dr. Drs. H. Samugyo Ibnu Redjo, M.A. Prof. Dr. H. Nandang Alamsah Deliarnoor, S.H.,M.Hum, dan Dr. Drs. Rahman Mulyawan, M.Si. Dr. Neneng Yani Yuningsih, S.IP., M.Si. Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. H. Opan S. Suwartapradja, M.S. Disertasi yang disusun berjudul “Implementasi Kebijakan Bahasa Daerah di Provinsi Jawa Barat” yang dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.
Disertasi yang diujikan menurut Eriyanti Nurmala Dewi, Perda Pemerintah Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2003 Tentang Pemeliharaan Bahasa, Sastra dan Aksara Daerah, mengakui tiga zona bahasa daerah di Jawa Barat yaitu Bahasa Sunda, Cirebon, dan Melayu Betawi. Perda ini dibuat dengan tujuan untuk melestarikan bahasa daerah di Jawa Barat dari kepunahan. Perda ini mendapat respons positif dari masyarakat pecinta budaya karena selain sebagai bukti pengakuan keragaman etnik dan budaya, sekaligus menyatukan masyarakat di seluruh wilayah Jawa Barat. Meskipun demikian, pelaksanaan perda ini, belum berhasil melestarikan bahasa daerah dalam kehidupan masyarakat yang dibuktikan dengan semakin berkurangnya jumlah masyarakat penutur bahasa daerah.
Analisis penelitian menggunakan perpaduan berbagai teori implementasi kebijakan dari Van Meter dan Van Horn (1975), Grindle (1980), Sabatier dan Mazmanian (1981), Rondinelli dan Cheema (1988), dan Charles O’Jones (1994), merangkum faktor utama yang mempengaruhi implementasi kebijakan. Penelitian ini juga menganalisis kesesuaian hasil, perbandingan realisasi dengan harapan kebijakan, serta manfaat pelaksanaan kebijakan yang dirasakan kelompok sasaran.
Penelitian menggunakan metode kualitatif, dengan menggunakan data primer maupun sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Validitas data yang diuji menggunakan teknik triangulasi yang memadukan antara data, hasil di lapangan, dengan teori yang relevan..
Kata kunci: implementasi kebijakan, bahasa daerah, sumber daya, lingkungan kebijakan.
Selamat kepada Dr. Dra. Eriyanti Nulmala Dewi, M.Ikom. semoga Gelar dan Ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.
(Oleh : Komar K, Kusman R., M. Rahman, Imam S. Humas FISIP Unpad)
http://pps.fisip.unpad.ac.id