
Bandung- Rabu, 27 Maret 2019, (09.00) Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan ujian terbuka Promosi Doktor, pada kesempatan ini Petrus Polyando yang merupakan mahasiswa Doktor Program Studi Ilmu Pemerintahan dan sebagai Dosen Tetap Fakultas Politik Pemerintahan IPDN, resmi menyandang gelar doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan ujian terbuka.
Ujian terbuka Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. Dra. Dede Sri Kartini, M.Si., Ketua Tim Promotor Dra. Mudiyati Rahmatunnisa, M.A.,Ph.D., Anggota Tim Promotor Drs. Budhi Gunawan, M.A.,Ph.D. dan Prof. Dr. Rizal Djalil. M.Si., serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Drs. H. Utang Suwaryo, M.A, Prof. Dr. H. Nandang Alamsah Deliarnoor, S.H.,M.Hum dan Dr. H. Prio Teguh, S.H.,M.Si. Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. H. Budiman Rusli, M.S. Disertasi yang disusun berjudul “Penyelenggaraan Desentralisasi di Daerah Otonomi Berkarakteristik Kepulauan Pasca Reformasi” yang dinyatakan lulus dengan predikat Pujian (Cumlaude).
Disertasi yang diujikan menurut Petrus Polyando, Desentralisasi dan kesejahteraan masyarakat merupakan merupakan dua isu menarik dan strategis nasional yang selalu disoroti berbagai kalangan seiring dengan implementasi dan hasil-hasilnya bagi daerah. Terjadi variasi hasil di berbagai daerah dimana ada yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah, sehingga semua daerah mestinya meningkat angka kesejahteraannya. Hal tersebut menunjukkan ada persoalan atau ada kesenjangan dari implementasi desentralisasi dengan hasil-hasil di daerah tertentu yang salah satunya adalah daerah kepulauan. Kondisi ini menjadi ironis dan perlu disorot mengingat daerah kepulauan pun telah mendapatkan kebijakan desentralisasi sebagaimana daerah lainnya. Atas kondisi dan masalah tersebut, penelitian ini berusaha mengidentifikasi faktor penyebab desentralisasi di daerah otonom berkarakteristik kepulauan belum meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dimana data data dikumpulkan dari para informan di pusat maupun di daerah otonom berkarakteristik kepulauan dengan lokus studi di Kabupaten Alor. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi dokumentasi untuk menelaah tujuan penelitian.
Temuan penelitian mengungkapkan bahwa faktor interaksi politik dalam kebijakan penyerahan kewenangan dan implementasi desentralisasi yang belum mempertimbangkan secara khusus kriteria keunikan dan pluralitas daerah otonom berkarakteristik kepulauan menjadi penyebab utama belum meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Kata kunci: desentralisasi, daerah otonom berkarakteristik kepulauan, kriteria keunikan dan pluralitas.
Selamat kepada Dr. Petrus Polyando, S.STP.,M.Si. semoga Gelar dan Ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.
(Oleh : Komar K., Kusman R., M.Rahman., Ervan L., Imam S/Humas FISIP Unpad)
http://pps.fisip.unpad.ac.id