Bandung- Jumat, 22 Maret 2019, (09.00) Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan ujian terbuka Promosi Doktor, pada kesempatan ini Rizal Adhitya Hidayat yang merupakan mahasiswa Doktor Program Studi Hubungan Internasional dan sebagai Dosen Program Studi Ilmu Hubungan Internasional-Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Al-Azhar Indonesia, resmi menyandang gelar doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan ujian terbuka.

Ujian terbuka Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. Wawan Budi Darmawan, S.IP., M.Si., Ketua Tim Promotor Dr. Arry Bainus, M.A., Anggota Tim Promotor Prof. Drs. Yanyan M. Yani.,MAIR.,Ph.D. dan Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata. serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, S.IP., M.Si., Prof. Bob S. HAdiwinata, M.Sc.,Ph.D. dan Drs. Budhi Gunawan, M.A.,Ph.D. Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. H. Sam’un Jaja Raharja, M.Si. Disertasi yang disusun berjudul “Peacekeeping Operations Tentara Nasional Indonesia: Studi tentang Peran Tentara Nasional Indonesia di Lebanon Selatan (2006-2014)” yang dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.

Disertasi yang diujikan menurut Rizal Adhitya Hidayat, Penelitian ini berangkat dari adanya redefinisi mengenai objek referensi keamanan pasca perang dingin berakhir. Berawal dari definisi keamanan manusia yang berimplikasi pada kontestasi pemahaman isu keamanan yang menjadi begitu variatif,. Ragam kontestasi tersebut distimulasi oleh kemunculan wacana perang-perang baru (new wars). Dan menjadi titik awal pendekatan studi keamanan yang lebih kritis dalam melihat persoalan isu keamanan itu sendiri. Selama perang dingin, dominasi pendekatan isu keamanan lebih terfokus pada realisme obyek ancaman keamanan pada negara. Yang dalam termonologi pendekatan studi keamanan kritis merupakan pendekatan keamanan tradisional. Hal tersebut menjadikan peran militer dan mengalami peran emansipatif sebagai subyek penjamin keamanan, yang harus beradaftasi dalam manifestasi perang-perang baru (new wars) berupa konflik  intra-intra-state tersebut. Hal ini kemudian dapat dipahami melalui Peacekeeping Operations Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai bagian dari moderenisasi wacana pergeseran isu keamanan pasca perang dingin terkait konflik intra-state di Lebanon Selatan.

Oleh karena itu, perumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana peran Indonesia dalam Peacekeeping Operations dan diplomasi pertahanan. Perumusan masalah tersebut dijelaskan melalui pendekatan konsep konflik dan resolusi konflik intra-state, peacekeeping operation dan diplomasi pertahanan melalui sudut pandang konsep emansipasi dalam pendekatan studi keamanan kritis Aberystwyth/wales School, yang didesain dalam rancangan penelitian kualitatif.

Kata Kunci: Peacekeeping Operations, Konflik Intra-State, Diplomasi Pertahanan, Konsep Emansipasi.

Selamat kepada Dr. Rizal Adhitya Hidayat, S.IP.,M.M. semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.

(Oleh : Komar K, Kusman R, / Humas FISIP Unpad)

http://pps.fisip.unpad.ac.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *