
Bandung- Senin, 8 April 2019, (10.00) Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan ujian terbuka Promosi Doktor, pada kesempatan ini Diah Ayu Permatasari yang merupakan mahasiswa Doktor Program Studi Hubungan Internasional dan sebagai Wakil Rektor IV Universitas Bhayangkara, resmi menyandang gelar doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan ujian terbuka.
Ujian terbuka Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. Wawan Budi Darmawan, S.IP., M.Si., Ketua Tim Promotor Dr. Arry Bainus, M.A., Anggota Tim Promotor Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata dan Dr. Arfin Sudirman, S.IP.,MIR. serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Drs. Taufik Hidayat, M.A.,Ph.D., Dr. Wawan Budi Darmawan, S.IP., M.Si Dan Dr. Akim, S.IP.,M.Si. Representasi Guru Besar Prof. Dr. H. Nandang Alamsah Deliarnoor, S.H.,M.Hum. Disertasi yang disusun berjudul “Kerja sama Multilateral Indonesia dalam Mewujudkan Energi Berkelanjutan melalui Forum G20 (2009-2018)” pada Era Presiden Joko Widodo di Tahun 2014-2017” yang dinyatakan lulus dengan predikat Pujian (Cumlaude).
Disertasi yang diujikan menurut Diah Ayu Permatasari, Penelitian ini bertujuan untuk 1) Melakukan analisa pentingnya kerja sama multilateral khususnya G20 untuk Indonesia, 2) Upaya dalam mencapai energi berkelanjutan di Indonesia dan 3) Strategi dalam mencapai energi berkelanjutan melalui forum G20. Penelitian ini menjelaskan bahwasanya Forum G20 merupakan salah satu forum dengan dominansi negara-negara terbesar di dunia yang membahas isu utama ekonomi termasuk didalamnya pembahasan mengenai energi dan lingkungan. saat ini Indonesia mengalami berbagai permasalahan dalam bidang energi diantaranya yaitu ketersediaan energi dan pengembangan energi untuk di masa mendatang. Isu energi menjadi penting berkaitan dengan negara anggotanya adalah 80% dari pengguna dan penghasil energi dunia yang mempunyai potensi dalam driving global energy governance. Energi berkelanjutan yang dikemas dalam energy sustainability working group mempunyai komitmen yang berimplikasi terhadap negara anggotanya
Ketergantungan Indonesia terhadap impor energi menjadikan permasalahan energi tidak bisa dilepaskan dari faktor luar. Komitmen forum Internasional diantaranya adalah Forum G20 menjadi tantangan yang diharapkan dapat membawa akselerasi dalam perwujudan energi berkelanjutan Indonesia. Penelitian ini membahas mengenai upaya Indonesia dalam kerja sama multiteral dalam mengatasi permasalahan energi. Kerja sama multilateral dengan skema indivisibility dan diffuse reciprocity, menjadi bagian dari mekanisme dalam diskusi forum G20 berikut komitmen dalam hasil forum G20 pada grup energi yang diharapkan dapat berimplikasi kepada negara – negara anggotanya.
Kata Kunci: Kerja sama Multilateral, G20, ESWG, Energi Berkelanjutan.
Selamat kepada Dr. Diah Ayu Permatasari, S.T.,S.IP.,M.IR. semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.
(Oleh : Komar K., Kusman R., M.Rahman., Ervan L., Imam S / Humas FISIP Unpad)
http://pps.fisip.unpad.ac.id