
Bandung- Jumat, 17 Mei 2019, (16.00) Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan ujian terbuka Promosi Doktor, pada kesempatan ini Wachid Ridwan yang merupakan mahasiswa Doktor Program Studi Hubungan Internasional dan sebagai Dosen Tetap Universitas Proklamasi 1945 Yogyakarta, resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan ujian terbuka.
Ujian terbuka Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. Wawan Budi Darmawan, S.IP., M.Si., Ketua Tim Promotor Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, S.IP.,M.Si., Anggota Tim Promotor Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata dan Prof. Oekan S. Abdoellah, Ph.D. serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Dr. Arry Bainus, M.A., Dr. Muhammad Tasrif dan Dr. Arfin Sudirman, S.IP.,MIR. Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. H. Sam’un Jaja Raharja, M.Si, Disertasi yang disusun berjudul “Kemitraan Transnasional antara Pemerintah dengan Swasta dalam Pembangunan Infrastruktur di Indonesia” yang dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.
Disertasi yang diujikan menurut Wachid Ridwan, Disertasi ini merumuskan penanggulangan terorisme dengan pendekatan teori Rational Choice atas partisipasi negara dan non negara dan alat analisis System Dynamics kontraterorisme di Indonesia. Ancaman tindak kejahatan terorisme di negara dengan penduduk Muslim terbesar didunia ini adalah fenomena yang sangat mengkhawatirkan bagi kemanusiaan. Disertasi ini mengetengahkan sebuah eksplorasi baru Dinamika Sistem kontraterorisme untuk menjawab persoalan besar terorisme bagi bangsa ini. Partisipasi masyarakat sipil yang menguat terutama organisasi masyarakat berbasis agama Islam dan organisasi masyarakat berbasis kepedulian Hak Asasi Manusia adalah kunci utama jawaban terhadap persoalan kontraterorisme. Sistem kontraterorisme terdiri dari tiga subsistem lainnya seperti subsistem partisipasi, subsistem radikalisme dan subsistem terorisme. Rasionalitas hubungan kausalitas dari ketiga subsistem tersebut menjadi model penanganan kontraterorisme di Indonesia. Subsistem partisipasi adalah faktor terpenting dalam mengurangi tindak kejahatan terorisme, sementara penanggulangan kejahatan situasional harus ditingkatkan dan radikalisme harus diturunkan melalui peningkatan kesejahteraan. Secara kualitatif hubungan kausalitas ketiga faktor diatas dideskripsikan dengan rasionalitas berfikir dalam disertasi ini, sedangkan secara kuantitatif seluruh variabel didalam subsistem diberikan dengan nilai persentase berdasar pada data-data nominal dari penelitian kemudian dianalisis melalui powersim studio 10 academic. Penggabungan dua metode penelitian ini menghasilkan sebuah model dinamika sistem kontraterorisme. Walhasil, skenario model dapat diciptakan sesuai dengan prioritas strategi kebijakan yang direncanakan.
Kata Kunci: Kontraterorisme, radikalisme, terorisme, kejahatan situasional, partisipasi, model dinamika sistem.
Selamat kepada Dr. Wachid Ridwan, S.Pd.,M.Si. semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.
(Oleh : Komar K., Kusman R., M.Rahman / Humas FISIP Unpad)
http://pps.fisip.unpad.ac.id