
Bandung- Senin, 24 Juni 2019 (13.00), Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan ujian terbuka Promosi Doktor, pada kesempatan ini Albertina Nasri Lobo yang merupakan mahasiswa Doktor Program Studi Kesejahteraan Sosial dan sebagai Dosen Tetap FISIP Universitas Cenderawasih Jayapura Papua, resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan ujian terbuka.
Ujian terbuka Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dra. Binahayati Rusyidi, MSW.,Ph.D., Ketua Tim Promotor Dr. Dra. Hj. Nunung Nurwati, M.S. Anggota Tim Promotor Dra. Binahayati Rusyidi, MSW.,Ph.D. dan Drs. Budhi Gunawan, M.A.,Ph.D., serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Bambang Serghi Laksmono, M.Sc., Dr. Drs. H. Heru Nurasa, M.A., dan Dr. Dra. Sri Sulastri, M.S. Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. Ir. H. Munandar Sulaeman, M.S, Disertasi yang disusun berjudul “Analisis Pelaksanaan Program Keluarga Harapan dengan menggunakan Pendekatan Kepekaan Budaya di Kota Jayapura Provinsi Papua” yang dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.
Disertasi yang diujikan menurut Albertina Nasri Lobo, Keberagaman budaya, kemampuan budaya serta kepekaan budaya merupakan tantangan pelaksanaan program pengentasan kemiskinan khususnya di Kota Jayapura. Persoalan rendahnya kemampuan memahami kebutuhan berbasis budaya lokal masyarakat Papua di satu sisi, dan di sisi lain adanya pandangan universal di tingkat pengambil kebijakan maupun pelaksana program sosial. Tujuan penelitian ini menganalisis pelaksanaan Program Keluarga Harapan dengan menggunakan pendekatan kepekaan budaya di kota Jayapura. Dimensi nilai-nilai kritis kebijakan sosial dari Chambers, dan pendekatan kepekaan budaya dalam intervensi pekerjaan sosial, digunakan untuk memahami kepekaan budaya pada pelaksanaan Program Keluarga Harapan.
Penelitian ini menggunakan metode campuran, dengan pendekatan embeded. Data kualitatif dikumpulkan menggunakan pedoman wawancara, pengamatan, dengan informan mencakup pengelola program, pelaksana program, tokoh masyarakat, mitra kerja program, yang ditentukan melalui teknik sampel bertujuan. Sedangkan data kuantitatif dikumpulkan menggunakan teknik survei dengan kuisioner, dengan responden adalah keluarga penerima manfaat PKH, yang ditentukan melalui teknik sampel acak sederhana. Analisis data dilakukan dengan menginterpretasi data secara kualitatif dan didukung data kuantitatif..
Key Words: Bantuan Tunai bersyarat, Kepekaan Budaya, Implementasi, Papua.Selamat kepada Dr. Albertina Nasri Lobo, S.Sos.,M.Si. semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.
(Oleh : Komar K., Kusman R., M. Rahman / Humas FISIP Unpad)