Bandung- Selasa, 30 Juli 2019 (15.30), Bertempat di Gedung A Lt.2, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan ujian terbuka Promosi Doktor, pada kesempatan ini Nuraida yang merupakan mahasiswa Doktor Program Studi Ilmu Administrasi Publik dan Ketua Program Studi Administrasi Publik Universitas Subang, resmi menyandang gelar doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan ujian terbuka.

Ujian terbuka Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Ida Widianingsih, S.IP.,M.A.,Ph.D., Ketua Tim Promotor Prof. Dr. Drs. H. Budiman Rusli, M.S. Anggota Tim Promotor Dr. Dra. Hj. Sintaningrum, M.T. dan Dra. Mudiyati Rahmatunnisa, M.A., Ph.D. serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Josy Adiwisastra, M.S. Ida Widianingsih, S.IP., M.A., Ph.D dan Dr. Drs. H. Heru Nurasa, M.A. Representasi Guru Besar Prof. Yanyan M. Yani, Ph.D. Disertasi yang disusun berjudul “Evaluasi Kebijakan Percepatan Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Subang”, yang dinyatakan lulus dengan predikat Memuaskan.

Disertasi yang diujikan menurut Nuraida, Kemiskinan merupakan masalah yang banyak terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia, tanpa terkecuali di Kabupaten Subang. Kemiskinan di wilayah ini masih cukup tinggi sekalipun banyak program penanggulangan kemiskinan telah di lakukan. Untuk itu, maka penelitian ini difokuskan pada Evaluasi Kebijakan Percepatan Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Subang, mengingat program-program yang ada hanya dinikmati tidak lebih dari 20 persen penduduk miskin yang ada.

Untuk menjawab masalah tersebut digunakan kriteria penilaian yaitu menggunakan konsep evaluasi William N. Dunn yang mendasarkan kriteria penilaian untuk enam dimensi, yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas dan ketepatan.

Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Adapun sumber data diperoleh dari sumber data primer dan sekunder. Dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi lapangan dan studi pustaka, dengan wawancara langsung, observasi, forum group discussion (FGD) dan studi kepustakaan. Informan dalam penelitian ini berasal dari Kementerian Sosial, Bappeda Jawa Barat, unsur pemerintah daerah, tim TKPKD, unsur perguruan tinggi dan masyarakat sebagai kelompok penerima manfaat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sisi efektivitas mulai dari pembangunan system, mekanisme penyaluran sampai kepada sumberdaya finansial maupun sumberdaya manusia belum optimal. Bagitupun untuk efisiensi. Pemanfaatan sumberdaya yang ada juga belum maksimal. Responsivitas rendah, karena rentang kendali dan kontrol lemah. Penataan juga belum terdistribusi dengan baik, sehingga ketepatan sasaran bagi rumah tangga miskin belum mencapai sasaran yang ditetapkan dalam program-program percepatan. Dari hasil evaluasi kinerja yang menjadi hambatan utama di Kabupaten Subang adalah otorisasi atau kewenangan, disusul kemudian efisiensi dan efektivitas, disiplin dan inisiatif. Bahwa jika dilihat dari dampak Kebijakan Percepatan Penanggulangan Kemiskinan terhadap kelompok penerima manfaat di Kabupaten Subang, tidak berdampak cukup besar bagi perubahan kehidupan mereka. Temuan hasil riset adalah bahwa kebijakan percepatan penanggulangan kemiskinan akan berhasil apabila ditopang oleh political will pemerintah yang melibatkan kekuatan struktur birokrasi di dalamnya selain peran serta aktif masyarakat dan dunia usaha

.

Kata Kunci: Evaluasi, Kebijakan Percepatan Penanggulangan Kemiskinan

Selamat kepada Dr. Nuraida, S.IP., M.Si. semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.

(Oleh : Komar K., Kusman R.  / Humas FISIP Unpad)

http://pps.fisip.unpad.ac.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *