
Bandung- Selasa, 30 Juli 2019 (13.30), Bertempat di Gedung A Lt.2, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan ujian terbuka Promosi Doktor, pada kesempatan ini Okparizan yang merupakan mahasiswa Doktor Program Studi Ilmu Administrasi Publik dan Dosen Tetap di Universitas Negeri Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang juga Asesor Badan Akreditasi Sekolah SMA, SMK, SMP dan SD Provinsi Kepulauan Riau, resmi menyandang gelar doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan ujian terbuka.
Ujian terbuka Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Ida Widianingsih, S.IP.,M.A.,Ph.D., Ketua Tim Promotor Dr. Drs. Asep Sumaryana, M.Si. Anggota Tim Promotor Dr. H. Didin Muhafidin, S.IP.,M.Si. dan Yogi Suprayogi Sugandi, Ph.D. serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Dr. Drs. H. Entang Adhy Muhtar, M.S. Dr. Sawitri Budi Utami, S.IP., M.Si. dan Dr. Ramdhan Pancasilawan, S.Sos.,M.Si. Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. H. Sam’un Jaja Raharja, M.Si. Disertasi yang disusun berjudul “Kapasitas Kelembagaan Desa Wisata dalam Pembangunan Pariwisata di Kabupaten Bintan”, yang dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.
Disertasi yang diujikan menurut Okparizan, Strategi dan kepentingan pembangunan pariwisata di desa belum diimbangi dengan kemampuan organisasi desa yang tersedia. Hal demikian tentu berpengaruh pada output yang dihasilkan secara keseluruhan. Lemahnya kapasitas organisasi justur menghasilkan ketidak efektifan organisasi desa wisata dalam memobilisasi berbagai program dan rencana aksi pembangunan. Penelitian ini merupakan studi empiris untuk menganalisa secara mendalam kapasitas organisasi desa wisata di Kabupaten Bintan yang mengerakan berbagai aktivitas kepariwisataan. Pendekatan kualitatif melalui analisis deskriptif interpretative dipergunakan untuk menemukan jawaban dari keseluruhan persoalan. Pengumpulan data lapangan dijalankan melalui teknik observasi, wawancara, studi kepustakaan dan FGD, yang kemudian dipelajari dan dianalisa secara relevan.
Penelitian menghasilkan beberapa informasi: Pertama, kapasitas kelembagaan desa wisata dilihat dari dimensi Human Resources, External, Infrastructure, dan Financial masih belum terfasilitasi dengan kebutuhan teknis dan oprasional yang baik sehingga organisasi desa wisata belum efektif mengerakkan berbagai aktfitas pembangunan pariwisata. Kedua, organisasi desa wisata belum berkerja sebagai katalisator untuk mendukung upaya pembentukan program guna meningkatkan kualitas dan kuantitas personil, kemampuan manajerial, pemanfaatan teknologi, budaya organisasi, dan pengunaan keuangan. Penelitian mengemukakan bahwa lingkungan sosial menjadi bagian penting untuk mendukung kapasitas organisasi dalam menjalankan aktivitas pembangunan pariwisata di desa wisata. Diakhir penelitian disarankan agar pemangku kepentingan dalam pembangunan pariwisata di desa wisata lebih memperhatian kebutuhan-kebutuhan yang semstinya dan mampu mempersiapkan dan mendukung secara penuh kepentingan aktivitas teknis dan orasional pembangunan kepariwisataan, sehingga efektfitas dari dibentuknya desa wisata dapat benar-benar bermanfat bagi pembangunan desa secara keseluruhan

Kata Kunci: Kapasitas Organisasi, Desa Wisata, Pembangunan Pariwisata
Selamat kepada Dr. Okparizan, S.Sos.,M.H.I.,M.Si. semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.
(Oleh : Komar K., Kusman R. / Humas FISIP Unpad)
http://pps.fisip.unpad.ac.id