Bandung- Jumat, 12 Juli 2019, (09.00) Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan ujian terbuka Promosi Doktor, pada kesempatan ini Asep Setiawan yang merupakan mahasiswa Doktor Program Studi Hubungan Internasional dan sebagai anggota Dewan Pers juga sebagai staf pengajar di Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhamadiyah Jakarta, resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan ujian terbuka.

Ujian terbuka Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. Drs. Wahju Gunawan, M.Si. Sekretaris Sidang Dr. Wawan Budi Darmawan, S.IP., M.Si., Ketua Tim Promotor Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, S.IP.,M.Si., Anggota Tim Promotor Prof. Drs. Yanyan M. Yani, MAIR.,Ph.D. dan Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Dra. Hj. Aelina Surya, Dr. Arry Bainus, M.A. dan Drs. Taufik Hidayat, M.A.,Ph.D. Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. H. Sam’un Jaja Raharja, M.Si. Disertasi yang disusun berjudul “Perubahan Kebijakan Luar Negeri Indonesia terhadap Isu Nuklir Iran di Dewan Keamanan PBB 2007-2008” yang dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.

Disertasi yang diujikan menurut Asep Setiawan, Penelitian disertasi ini bertujuan untuk mengkaji perubahan kebijakan luar negeri Indonesia terhadap isu nuklir Iran di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa tahun 2007-2008. Isu nuklir Iran ini telah menyebabkan sorotan dunia internasional terutama sejak 2006 ketika dibawa menjadi masalah di Dewan Keamanan PBB. Ancaman proliferasi nuklir yang dipicu program nuklir Iran semakin nyata setelah Presiden Mahmoud Ahmadinejad bertekad membuat senjata nuklir secepat mungkin. Sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB tahun 2007-2008, Indonesia harus mengambil kebijakan apakah mendukung sanksi PBB terhadap Iran atau tidak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus sehingga mampu mendapatkan makna dari perubahan kebijakan luar negeri Indonesia tersebut. Data dikumpulkan juga mengikuti metode kualitatif melalui studi pustaka dan wawancara. Demikian juga teknik analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif sehingga ditemukan rangkaian makna dari perubahan kebijakan luar negeri Indonesia yang dipengaruhi faktor domestik dan internasional.Temuan penelitian yang menggunakan konsep perubahan kebijakan luar negeri adalah bahwa tekanan internasional ikut mempengaruhi kebijakan terhadap isu nuklir pada tahun 2007 dengan mendukung sanksi tambahan untuk Iran. Kebijakan Indonesia ini mendapat sorotan dari dalam negeri sehingga menimbulkan tekanan kepada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono antara lain adanya interpelasi dari DPR. Namun ketika resolusi baru diputuskan bulan Maret 2008, Indonesia mengambil kebijakan abstain terhadap usulan sanksi baru untuk Iran karena program nuklirnya. Perubahan sikap Indonesia dari mendukung sanksi terhadap Iran 2007 menjadi abstain tahun 2008 dipengaruhi faktor domestik dan internasional. Temuan secara teoretis yakni ketika perubahan kebijakan yang diklasifikasikan sebagai perubahan yang sifatnya penyesuaian (adjustment changes) tambahannya adalah mengakomodasi tekanan domestik dan pada saat yang sama menghindari konfrontasi dengan negara besar saat kebijakan luar negeri diambil.

Kata Kunci: Perubahan, kebijakan luar negeri, isu nuklir, domestik, internasional

Selamat kepada Dr. Drs. Asep Setiawan, M.A. semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.

(Oleh : Komar K, Kusman R,/ Humas FISIP Unpad)

http://pps.fisip.unpad.ac.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *