Bandung- Rabu, 14 Agustus 2019 (09.00), Bertempat di Gedung A Lt.2, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan ujian terbuka Promosi Doktor, pada kesempatan ini Dian Purwanti yang merupakan mahasiswa Doktor Program Studi Ilmu Administrasi Publik dan sebagai Ketua Program Studi Administrasi Publik di Universitas Muhammadiyah Sukabumi, resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan ujian terbuka.

Ujian terbuka Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Ida Widianingsih, S.IP.,M.A.,Ph.D., Ketua Tim Promotor Dr. Dra. Hj. R. Ira Irawati, M.Si. Anggota Tim Promotor Dr. Drs. H. Herijanto Bekti, M.Si. dan Prof. Dr. Drs. Josy Adiwisastra serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Drs. H. Budiman Rusli, M.S. Dr. Drs. H. Heru Nurasa, M.A. dan Dr. Nina Karlina, S.IP.,M.Si. Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. H. Sam’un Jaja Raharja, M.Si. Disertasi yang disusun berjudul “Efektivitas Perubahan Kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru sebelum dan sesudah Zonasi (Studi Kasus PPDB SMP Kota Bandung”, yang dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.

Disertasi yang diujikan menurut Dian Purwanti, Penelitian ini dilatar belakangi oleh konflik rutin setiap kali proses penerimaan peserta didik baru dilaksanakan, dimana pada tahun 2017 dibawah perwal nomor 553 kebijakan zonasi hanya 40-50 persen saja karena masih dikombinasikan denga sistem penilaian prestasi dan akademik. Sementara pada tahun 2018 dibawah perwal nomor 456 sepenuhnya menerapkan sistem zonasi.

Melalui penelitian ini peneliti mengukur pengaruh kebijakan pemerintah daerah terhadap efektivitas penerimaan peserta didik baru serta mencari tahu faktor-faktor penyebab tidak efektifnya kebijakan penerimaan peserta didik baru sistem zonasi dengan cara membandingkan proses implementasi kebijakan tahun 2017 dan 2018, untuk itu peneliti menggunakan konstruk laten Implementasi Kebijakan yang direfleksikan oleh empat dimensi, meliputi ketepatan kebijakan, ketepatan pelaksanaan, ketepatan target, dan ketepatan lingkungan. Keempat dimensi ini selanjutnya direfleksikan oleh 30 indikator.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Adapun metode analisisnya menggunakan analisis Multivariat untuk uji beda dua vektor rata-rata pada sampel dependent. Sementara evaluasi alat ukurnya menggunakan analisis komponen utama.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem zonasi dengan kuota berpotensi konflik . Adapun hasil analisis statististiknya menunjukkan dari 30 indikator yang di ukur, kesemuanya berpengaruh sangat rendah terhadap proses implementasi. Dan hanya terdapat enam perbedaan dimana lima diantaranya berindikasi negatif, artinya nyaris tidak ada perbedaan antara proses implementasi  kebijakan tahun 2017 dan 2018, sehingga dapat disimpulkan perubahan perwal bukan solusi untuk meningkatkan efektivitas penerimaan peserta didik baru Ada beberapa langkah yang disarankan bagi dinas pendidikan kota Bandung, yaitu melakukan standarisasi pendidikan untuk semua sekolah agar setiap sekolah kualitasnya sama, melakukan pemetaan jumlah anak wajib belajar di tiap wilayah untuk menentukan radius yang tepat, memberlakukan

tes potensi akademik bagi semua pendaftar di tiap wilayah, membuat zona bertahap berbentuk “ring” untuk memperluas kesempatan, sistem zonasi tidak hanya diberlakukan pada peserta didik tapi juga untuk guru sebagai tenaga pendidik

Kata Kunci: Kapasitas Organisasi, Desa Wisata, Pembangunan Pariwisata

Selamat kepada Dr. Dian Purwanti, S.Sos., M.A.P. semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.

(Oleh : Komar K., Kusman R.  / Humas FISIP Unpad)

http://pps.fisip.unpad.ac.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *