Bandung- Selasa, 27 Agustus 2019 (19.30), Bertempat di Gedung E Lt.2, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan ujian terbuka Promosi Doktor, pada kesempatan ini Teuku Taufiqulhadi yang merupakan mahasiswa Doktor Program Studi Ilmu Hubungan Internasional dan sebagai Dosen Luar Biasa UIN Syarif Hidayatullah juga menjabat sebagai Anggota Komisi III DPR RI, Anggota Badan Anggaran, Anggota Pansus UU Pemilu, Pansus Hak Angket KPK dan Anggota Dewan Pakar Partai NasDem,  resmi menyandang gelar doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan ujian terbuka.

Ujian terbuka Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. Drs. Wahju Gunawan, M.Si.  Sekretaris Sidang Dr. Wawan Budi Darmawan, S.IP.,M.Si., Ketua Tim Promotor Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, S.IP.,M.Si.. Anggota Tim Promotor Dr. Drs. Ari Bainus, M.A. dan Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Dr. Wawan Budi Darmawan, S.IP.,M.Si., Drs. Taufik Hidayat, M.S.,Ph.D. dan Dr. Akim, S.IP.,M.Si. Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. Sam’un Jaja Raharja, M.Si. Disertasi yang disusun berjudul “Keterlibatan Milisi Asing dalam Perang di Suriah melawan Pemerintahan Bashar Al-Assad (Perang Suriah dalam Perspektif New Wars)”, yang dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.

Disertasi yang diujikan menurut Teuku Taufiqulhadi, Kompleksitas perang Suriah yang sudah berlangsung lebih tujuh tahun ini, bukan sesuatu yang bersifat kebetulan, namun merupakan sebuah skenario. Perang Suriah sangat menarik untuk dikaji secara seksama, karena di dalamnya terdapat keterlibatan aktor-aktor negara besar secara dominan. Aktor-aktor eksternal di sini, terlihat begitu kuat membentuk masa depan negara Suriah tanpa mempertimbangkan kehendak rakyat negara tersebut.

Sesuai dengan masalah tersebut, maka dilakukan penelitian secara mendalam dengan judul: “Keterlibatan Milisi Asing dalam Perang di Suriah melawan Pemerintahan Bashar Al-Assad (Perang Suriah dalam Perspektif New Wars)”.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data berupa studi dokumentasi dan wawancara.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa perang Suriah menghasilkan ciri khas terjadinya Perang Baru dimana negara-negara tidak lagi terlibat dalam pertempuran vis-a-vis langsung secara militer, namun melalui kehadiran milisi asing, yang ditandai dengan tingginya kehadiran aktor eksternal. Milisi asing dan meningkatnya campur tangan negara-negara asing dalam Perang Suriah menjadikan konflik ini berbeda daripada perang lama.

Perspektif New Wars menjelaskan, bahwa Perang Suriah dengan menjabarkan aktor, motif, metode dan pola pembiayaan peperangan yang berbeda daripada teori-teori perang lama. Konflik Suriah merupakan perang modern dengan kompleksitas jauh melebihi perang dingin atau perang konvensional dari perspektif lama, dalam disiplin ilmu hubungan internasional. Kompleksitas peranan aktor-aktor perang Suriah, yakni milisi asing dan kelompok-kelompok bersenjata dalam Perang Suriah dengan motif dan pola aliansinya sangat massif. Akibatnya, dengan kehadiran milisi asing dengan pendanaan dan dukungan serta motif yang berbeda-beda dari aktor negara dan aktor transnasional non negara menyebabkan konflik dan kekerasan berlangsung lama.

Kata Kunci: Perang Suriah, New War, Milisi Asing, Aktor, Motif, Metode, Pembiayaan Perang.

Selamat kepada Dr. Drs. Teuku Taufiqulhadi, M.Si. semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.

(Oleh : Komar K., Kusman R., M. Rahman / Humas FISIP Unpad)

http://pps.fisip.unpad.ac.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *