Bandung- Senin, 12 Agustus 2019 (11.00), Bertempat di Gedung E Lt.2, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan ujian terbuka Promosi Doktor, pada kesempatan ini Hery Antasari yang merupakan mahasiswa Doktor Program Studi Ilmu Administrasi Publik dan sebagai Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, resmi menyandang gelar doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan ujian terbuka.

Ujian terbuka Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Ida Widianingsih, S.IP.,M.A.,Ph.D., Ketua Tim Promotor Prof. Dr. Drs. H. Budiman Rusli, M.S. Anggota Tim Promotor Dr. Drs. H. Heru Nurasa, M.A. dan Dr. R. Ahmad Buchari, S.IP., M.Si, serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Ida Widianingsih, S.IP.,M.A.,Ph.D., Dr. Dra. Sinta Ningrum, M.T. dan Yogi Suprayogi Sugandi, S.Sos., M.A.,Ph.D. Representasi Guru Besar Prof. Drs. Yanyan Mochamad Yani, MAIR., Ph.D. Disertasi yang disusun berjudul “Implementasi Kebijakan E-Government di Kota Bandung (Studi tentang Perencanaan Pembangunan Berbasis Sira”, yang dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.

Disertasi yang diujikan menurut Hery Antasari, Secara umum Implementasi Kebijakan e-Government (SIRA) di Kota Bandung sudah berjalan namun belum efektif. Dalam perencanaan pembangunan, Implementor masih terbiasa dengan sistem lama (berbasis pagu), walaupun sistem sudah baru (berbasis kebutuhan). Terdapat proses adaptasi terhadap kebijakan baru e-government dalam perencanaan pembangunan yang tidak berjalan efektif sehingga menyebabkan kendala dan masalah dalam implementasinya, diantaranya pemahaman bersama terhadap sistem baru dan kordinasi dan komunikasi yang kurang memadai.
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji, menganalisis dan melihat bagaimana proses implementasi kebijakan E-Government di Kota Bandung (Studi tentang Perencanaan Pembangunan Berbasis SIRA) dilakukan.
Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji, menganalisis dan menemukan konsep baru terkait Implementasi Kebijakan E-Government di Kota Bandung (Studi Tentang Perencanaan Pembangunan Berbasis SIRA).
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Implementasi Kebijakan dari Van Meter dan Van Horn. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif untuk mendapatkan kedalaman masalah, dengan metoda pengambilan data; studi kepustakaan, lapangan, wawancara dan Forum Grup Diskusi; dan Triangulasi sebagai Teknik analisa datanya.
Hasil penelitian menunjukkan, enam faktor utama yang menentukan implementasi kebijakan yaitu 1) Policy standard and objective, 2) The resources and ancentive made available, 3) The quality of inter-organizational relationships, 4) The characteristics of the implementation agencies, 5) The economic, social and political environment dan 6)The disposition or response of the implementers. Penelitian Disertasi ini menemukan “konsep baru” / faktor lain dalam Implementasi Kebijakan SIRA, yaitu : “Interpretation”, “Synthesizing”, dan “Interoperability”.

Kata Kunci: Kebijakan, E-Government, SIRA.Selamat kepada Dr. Hery Antasari, ST., M.Dev.plg. semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.
(Oleh : Komar K., Kusman R. / Humas FISIP Unpad)

Beranda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *