
Bandung- Selasa, 13 Agustus 2019 (11.00), Bertempat di Gedung A Lt.2, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan ujian terbuka Promosi Doktor, pada kesempatan ini Juliannes Cadith yang merupakan mahasiswa Doktor Program Studi Ilmu Administrasi Publik dan sebagai PNS Dosen FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang Banten, resmi menyandang gelar doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan ujian terbuka.
Ujian terbuka Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Ida Widianingsih, S.IP.,M.A.,Ph.D., Ketua Tim Promotor Dr. Drs. H. Herijanto Bekti, M.Si. Anggota Tim Promotor Dr. Dra. Hj. R. Ira Irawati, M.Si. dan Dr. Dra. Sinta Ningrum, M.T. serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Drs. H. Budiman Rusli, M.S., Dr. Drs. Asep Sumaryana, M.Si. dan Dr. Elisa Susanti, S.IP.,M.Si. Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. Sam’un Jaja Rahrja, M.Si. Disertasi yang disusun berjudul “Kolaborasi dalam Pengelolaan Wilayah Pesisir di Teluk Banten”, yang dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.
Disertasi yang diujikan menurut Rina Yulianti, Penelitian ini menjelaskan mengenai sikap aparatur Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dilingkungan Pemerintahan Provinsi Banten. Permasalahan di dalam pelaksanaan keterbukaan informasi publik di lingkungan Pemerintahan Provinsi Banten belum sepenuhnya terbuka, artinya masih adanya informasi publik yang belum tersampaikan kepada masyarakat, selain informasi yang belum di update sesuai dengan ketentuan undang-undang keterbukaan informasi publik. Terdapat informasi yang harus di publish oleh PPID yaitu informasi berkala, informasi serta merta dan informasi yang dikecualikan, hanya saja di dalam pelaksanaannya informasi publik ini belum seperti yang diharapkan sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008. Permasalahannya karena masih banyak PPID yang belum mengupdate informasi publik setiap bulan sesuai dengan Daftar Informasi Publik (DIP). Selain itu masih adanya pengajuan sengketa publik yang diajukan oleh pemohon ke PPID, karena adanya ketidakpuasan di dalam mendapatkan informasi publik baik secara langsung maupun informasi melalui website. Teori yang digunakan sebagai rujukan peneliti adalah Edward III, disini peneliti hanya memfokuskan kepada Disposisi karena melihat dari bagaimana sikap pelaksana di dalam mengimplementasikan sebuah kebijakan.
Metode penelitian yang digunakan adalah melalui pendekatan kualitatif, Metode ini merupakan sarana untuk memahami individu atau kelompok mencari makna dari masalah yang ada. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa sikap dan prilaku aparatur (PPID) di dalam melaksanakan keterbukaan informasi publik, sikap-sikap tersebut berkaitan dengan prilaku yang muncul dalam diri aparatur yaitu sikap pasif dan aktif. sikap pegawai di dalam pelaksanaan ketebukaan informasi publik ini belum sepenuhnya sesuai undang-undang keterbukaan informasi publik, selain itu adanya sengketa publik yang masuk ke Komisi Informasi (KI), kurangnya koordinasi antar PPID utama dan PPID Pembantu, dimana PPID utama tidak terlepas dari PPID pembantu, dimana OPD yang akan memberikan data informasi . Tanpa adanya kerjasama dan koordinasi yang erat maka di dalam penyampaian data informasi akan terhambat. Temuan dalam penelitian ini adalah dengan masuknya faktor knowledge sharing di dalam disposisi/sikap pelaksana.

Kata Kunci: Sikap Pelaksana, Implementasi, Keterbukaan Informasi PublikiSelamat kepada Dr. Rina Yulianti, S.IP., M.Si. semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.
(Oleh : Komar K., Kusman R. / Humas FISIP Unpad)