Bandung- Selasa, 21 Januari 2020 (09.00), Bertempat di Gedung A Lt.2 Program Pascasarjana FISIP Unpad, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Desita Rahayu yang merupakan mahasiswa Doktor Program Studi Ilmu Administrasi Publik dan sebagai Dosen PNSD LLDIKTI  Wilayah II dpk pada STIA Bengkulu, resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan ujian terbuka.

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Ida Widianingsih, S.IP., M.A., Ph.D., Ketua Tim Promotor Dr. Drs. H. Heru Nurasa, M.A. Anggota Tim Promotor Ida Widianingsih, S.IP., M.A., Ph.D. dan  Prof. Dr. Drs. Josy Adiwisastra. serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari  Dr. Drs. H. Herijanto Bekti, M.Si., Dr. Nina Karlina, S.IP., M.Si. dan Dr. Caroline Paskarina, S.IP., M.Si. Representasi Guru Besar Prof. Drs. Muhamad Fadhil Nurdin, M.A., Ph.D. Disertasi yang disusun berjudul “Manajemen Kualitas Pelayanan Kesehatan di Kota Bengkulu (Analisis Keterlibatan Multistakeholder”, yang dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.

Disertasi yang diujikan menurut Desita Rahayu, Keberhasilan RSHD kota Bengkulu keluar dari zona merah dan bahkan menjadi role model pelayanan publik sejak tahun 2016 sampai dengan tahun 2019 merupakan prestasi yang patut dihargai, yang mengindikasikan manajemen kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik. Manajemen kualitas pelayanan kesehatan saat ini tidak lagi tanggung jawab  single organization  tetapi terkait multistakeholder. Oleh sebab itu, penelitian ini ingin menjawab pertanyaan tentang bagaimana manajemen kualitas pelayanan kesehatan di kota Bengkulu dan bagaimana pula  keterlibatan multistakeholdernya..

Teori yang digunakan dalam melihat manajemen kualitas pelayanan kesehatan adalah hasil modifikasi teori Deming oleh Sherkat (2016) yang menyebutkan 3 tahap yaitu service planning (P), service delivery (D), dan service improvement (I). Alat yang akan digunakan dalam mengidentifikasi multistakeholder yang terlibat adalah toolbox dengan fast arrangement mapping yang akan membagi stakeholder ke dalam 3 (tiga) lapisan yaitu lapisan paling berpengaruh, kurang berpengaruh dan pheryphery.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan strategi studi kasus. Penelitian ini dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat lanjut RSHD Kota Bengkulu dengan unit analisis multistakeholder.

Manajemen kualitas pelayanan kesehatan di RSHD Kota Bengkulu terdiri dari service planning, dilanjutkan service delivery  dan tahap service improvement. Perbaikan dilakukan dengan melihat hambatan yang dihadapi tahun kerja yang telah berjalan dan menjadi masukan rencana kerja tahun selanjutnya. Rincian proses manajemen dalam melakukan pembenahan kualitas pelayanan ini khususnya perencanaan masih diperankan oleh RSHD sebagai single organization dengan dominasi peran pimpinan. Sementara, keterlibatan multistakeholder dalam manajemen kualitas pelayanan kesehatan tidak simetris khususnya pada saat perencanaan. Padahal salah satu alasan dibangunnya rumah sakit ini adalah untuk mewujudkan visi cakupan kesehatan semesta yang lahir dilatarbelakangi oleh paradigma NPS  dalam pelayanan publik sektor kesehatan. Namun, keterbatasan sumber daya yang dimiliki membuat RSHD sehingga harus menjalin kerja sama melalui KSO atau kontrak kerjasama. Kontrak kerja sama yang kontras dengan upaya mewujudkan democratic citizenship sehingga saluran voice yang ada hanya merupakan wadah edukasi pola hidup sehat belum mampu memaikan peran dalam perbaikan pelayanan kesehatan berbasis kebutuhan masyarakat.

RSHD harus membangun jaringan kerja sama dalam manajemen kualitas pelayanan kesehatan di kota Bengkulu dengan melibatkan semua stakeholder yang ada. Jaringan kerja sama ini dapat dimulai dengan memetakan aspek apa yang hendak dibagi atau dapat dipenuhi melalui kerjasama, dan menentukan  mekanismenya komunikasi/koordinasi/kolaborasi dalam tahap P-D-I yang dilanjutkan dengan membentuk  tim /kelompok kerja sesuai  kompetensi mulai dari klinisi, sampai dengan manajer (kelompok struktural).

Kata Kunci: manajemen kualitas, pelayanan kesehatan, RSUD, multistakeholder

Selamat kepada Dr. Desita Rahayu, S.IP., M.Si. semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.

(Oleh : Komar K., Kusman R. /Humas FISIP Unpad)

http://pps.fisip.unpad.ac.id