Bandung- Jumat, 14 Februari 2020, (16.00) Bertempat di Gedung A Lt.2, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan Sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Saripudin yang merupakan mahasiswa Doktor Program Studi Ilmu Politik dan sebagai Asrendam XVI/Pattimura, resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan ujian terbuka.

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata. Sekretaris Sidang Prof. Muradi, S.S., M.Sc., M.Si., Ph.D. Ketua Tim Promotor Prof. Muradi, S.S., M.Sc., M.Si., Ph.D. Anggota Tim Promotor, Prof. Dr. Drs. Arry Bainus, M.A. dan Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Dr. Wawan Budi Darmawan, S.IP., M.Si. Dr. Yusa Djuyandi, S.IP., M.Si. dan Dr. Arfin Sudirman, S.IP., MIR. Representasi Guru Besar Prof. Dr. H. Nandang Alamsah Deliarnoor, S.H., M.Hum.. Disertasi yang disusun berjudul “Peran Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD)  pasca konflik sosial di Ambon Tahun 2017” yang dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.

Disertasi yang diujikan menurut Saripudin, Persepsi ancaman keamanan nasional saat ini sudah mengalami perubahan dan perluasan, dari yang sebelumnya hanya meliputi ancaman tradisional (militer) kemudian mulai bergeser kepada ancaman  non-tradisional (non-militer). Dari sekian banyak ancaman non tradisional yang dapat menggoyahkan kedaulatan dan keutuhan negara, konflik sosial menjadi salah satu potensi kerawanan yang dapat mengancam keutuhan bangsa dan negara. Di Ambon (Maluku) yaitu tepatnya pada tahun 1999 dan tahun 2003 pernah terjadi konflik sosial horizontal yang sangat serius antara umat beragama, yaitu Islam dan Kristen. Konflik tersebut meninggalkan rasa trauma dan perpecahan di atara masyarakat Ambon (Maluku), bahkan kemudian masih menyisakan residu konflik yang pada akhirnya menimbulkan konflik lanjutan pada tahun 2011, 2012 dan 2017. Salah satu upaya pemerintah pusat dalam mengurangi risiko terjadinya konflik sosial di Ambon diantaranya adalah dengan melibatkan TNI AD sebagai bagian dari pelaksanaan operasi militer selain perang. Terkait dengan peran itu maka menjadi tantangan bagi TNI AD dalam upaya melakukan pencegahan konflik dengan melalui pendekatan persuasif.

Berdasarkan pada permasalahan di atas, penelitian ini mengambil judul Peran Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) Tahun 2017 pasca konflik sosial di Ambon. Didasarkan pada judul dan latar belakang penelitian tersebut maka peneliti memilih untuk menggunakan metode kualitatif, dengan metode ini maka peneliti dapat secara lebih mendalam mencari jawaban atas masalah penelitian. Sumber data primer dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi, wawancara serta focus group discussion (FGD), dengan sebelumnya peneliti terlebih dahulu menentukan kriterian informan melalui teknik purposive. Uji keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan melalui teknik triangulasi, hal ini untuk menjaga validitas data atau penelitian. Adapun triangulasi yang dilakukan adalah pada sumber data.

Dari penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa konflik sosial yang terjadi di Ambon pada tahun 1999 dan 2003 hingga saat ini masih menyisakan residu, sehingga sering memunculkan konflik susulan. Sampai dengan pasca tahun 2017 kondisi di Ambon masih dikategorikan sebagai daerah dengan situasi pasca konflik yang memerlukan adanya penanganan khusus. Peran TNI AD pasca konflik sosial di Ambon dari hasil penelitian ini dianggap penting, meskipun TNI AD bukan menjadi aktor utama atau satu-satunya lembaga yang bertugas. Apabila melihat pada peran yang dilakukan oleh TNI AD pasca konflik sosial di Ambon, baik itu dari aspek perencanaan, koordinasi, komunikasi dan bantuan pemenuhan logistik, maka secara dominan keempatnya telah dijalankan dan dipenuhi oleh TNI AD.

Kesimpulan dari penelitian ini menghasilkan sebuah temuan, yaitu aspek komunikasi sebagai salah satu peran yang dijalankan oleh TNI AD tidak hanya bersifat formal tetapi juga informal, yang dilakukan melalui pendekatan sosial. Adapun saran penelitian ini adalah diperlukannya pemberdayaan peran TNI AD untuk bersama lembaga atau instansi lainnya dalam menyelesaikan terlebih dahulu akar dari terjadinya konflik.

Kata Kunci:Peran TNI AD, Konflik Sosial, Ambon

Selamat kepada Dr. Saripudin, S.Sos, M.Si. semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.

(Oleh : Komar K, Kusman R,/ Humas FISIP Unpad)

http://pps.fisip.unpad.ac.id