
(Pemaparan dari Promovendus)
Bandung – Selasa, 23 Juni 2020 (10.00), Dilaksanakan Daring Via Google Meeting melalui link https://zoom.us/j/94607705515?pwd=QUtRN2QvWkZQOTIzMTJYQXBvUmh1UT09, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang promosi doktor, pada kesempatan ini Annisa Mardatillah yang merupakan mahasiswa Doktor Program Studi Administrasi Bisnis dan sebagai Dosen tetap Administrasi Bisnis Universitas Islam Riau, resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi doktor.
Disertasi yang diujikan menurut Annisa Mardatillah, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis modal manusia dan kemitraan melalui kearifan lokal untuk mencapai keunggulan bersaing berkelanjutan di Usaha Mikro dan Kecil makanan tradisional khas Melayu Riau di Pekanbaru, Riau. Pekanbaru, Riau memiliki sumber daya alam dan budaya yang berpotensi untuk diangkat dan dikembangkan. Hal ini karena kandungan kearifan lokal yang bernilai budaya tinggi dan unik. Secara khusus pada potensi kekhasan makanan tradisional khas Melayu Riau yang memiliki nilai dan ciri khas berbeda dibandingkan dengan pesaing produk sejenis. Makanan tradisional khas Melayu Riau dihasilkan dari kemampuan pengetahuan lokal dan ketrampilan lokal yang didapat dari warisan turun-temurun generasi sebelumnya sehingga memiliki heterogenitas tinggi yang bernilai, langka, tidak mudah ditiru dan tidak dapat digantikan.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif eksplanatory survey dengan tujuan untuk menguji hipotesa antar variabel yang diteliti. Teknik sampling yang dipilih menggunakan stratified random sampling dan propotional size. Sampel penelitian ini dilakukan pada 188 pelaku usaha mikro dan kecil makanan tradisional khas Melayu Riau di Pekanbaru. Pemodelan persamaan dalam penelitian ini menggunakan struktural Partial Least Squares (PLS).
Temuan penelitian menunjukkan pengaruh modal manusia dan kemitraan pada keunggulan bersaing berkelanjutan melalui kearifan lokal. Penelitian ini menghasilkan model baru yaitu kearifan lokal sebagai variabel moderating dimana memiliki peran penting dalam menghasilkan modal manusia yang lebih unik, langka, tidak dapat ditiru dan tidak dapat disubstitusikan begitu juga dengan kemitraan. Hal ini memungkinkan usaha mikro dan kecil makanan khas Melayu Riau di Pekanbaru untuk beroperasi lebih baik dan menciptakan keunggulan bersaing berkelanjutan.
Keaslian penelitian ini berfokus pada pengujian kearifan lokal sebagai efek mediasi dari keunggulan kompetitif berkelanjutan. Pengembangan dimensi modal manusia pada penelitian ini menghasilkan temuan konsep baru tentang modal manusia pada sektor usaha mikro dan kecil. Penelitian ini menjawab kesenjangan studi empiris dan teori tentang konsep modal manusia, kemitraan, kearifan lokal, dan keunggulan kompetitif berkelanjutan, yang diharapkan dapat memberikan implikasi kesenjangan dan membantu studi di masa depan.
Kata Kunci : Modal Manusia, Kemitraan, Kearifan Lokal, Keunggulan Bersaing Berkelanjutan, Usaha Mikro dan Kecil
Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. Margo Purnomo, M.M. Ketua Tim Promotor Prof. Dr. Drs. H. Sam’un Jaja Raharja, M.Si. Anggota Tim Promotor Dr. Drs. H. Bambang Hermanto, M.Si. dan Dr. Tetty Herawaty, SP., M.Si. serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Dr. Arianis Chan, S.IP., M.Si, Dr. Ria Arifianti, S.IP., M.Si. dan Dr. Herwan Abdul Muhyi, S.IP., M.Si. Representasi Guru Besar Prof. Dr. H. Nandang Alamsah Deliarnoor, S.H,, M.Hum, Disertasi yang disusun berjudul “Pengaruh Modal Manusia dan Kemitraan terhadap Keunggulan Bersaing Berkelanjutan melalui Kearifan Lokal pada Usaha Mikro dan Kecil Makanan Khas Melayu Riau di Pekanbaru Provinsi Riau” yang dinyatakan lulus dengan predikat Pujian.
(Suasana Sidang Promosi Doktor Via Aplikasi Google Meet)
Selamat kepada Dr. Annisa Mardatillah, S.Sos., M.Si. semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.
(Oleh : Komar K., Kusman R. /Humas FISIP Unpad)
http://pps.fisip.unpad.ac.id
