
Pemaparan Promovendus
Bandung- Jumat, 28 Agustus 2020, (1300) Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor melalui Daring via Zoom.us, pada kesempatan ini Atep Abdurofiq yang merupakan mahasiswa Doktor Program Studi Hubungan Internasional dan sebagai Dosen Politik Islam dan Hubungan Internasional Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Direktur Majalah Tambang dan Founder INTURA Research and Consulting, resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.
Disertasi yang diujikan menurut Atep Abdurofiq, Salah satu perkembangan Ekonomi Politik Internasional setelah Perang Dunia II adalah kemunculan perusahaan multinasional (MNC). MNC adalah aktor nonnegara yang paling berpengaruh dan kuat dalam sistem internasional. Penelitian ini melakukan analisis terhadap relasi antara Negara dengan MNC dengan menggunakan konsep state capacity dan bargaining power antara Pemerintah Indonesia dengan PT. Freeport Indonesia dalam konteks ekstraksi Sumber Daya Alam.
Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan rancangan studi kasus tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bargaining power yang dimiliki Pemerintah Indonesia dilihat dari obsolescing maupun political bargaining model, meliputi (1) Pemberian akses terhadap sumber daya alam dan tenaga kerja lokal (2) Insentif yang berupa pelarangan ekspor konsentrat (3) Pandangan bahwa renegosiasi ini mutlak bagi Pemerintah Indonesia dan tidak ada alternatif kebijakan lain. Sedangkan bargaining power PT. Freeport Indonesia meliputi:
- Penguasaan teknologi, (2) Kekuatan Modal, (3) Kontribusi pada Pemerintah Indonesia, (4) Memiliki akses lobi-lobi kepada Pemerintah Amerika Serikat untuk menekan Pemerintah Indonesia. (5) Memiliki tindakan alternatif dengan mengajukan gugatan ke arbitrase internasional.
Kekuatan tawar yang dimiliki Pemerintah Indonesia berhasil membuat PT. Freeport Indonesia menyetujui perubahan Kontrak Karya menjadi Ijin Usaha Pertambangan Khusus. Faktor yang paling penting dari kapasitas Negara adalah Kualitas elit birokrasi khususnya Pemimpin Negara yang tercermin dari ketegasan, fokus, berwibawa, dan konsisten tanpa konflik kepentingan dan unsur korupsi. Secara teoritis dan konseptual, penelitian ini menguatkan kembali pendapat bahwa Negara tetap memegang kedaulatan yang ia miliki, tetapi penerapan kedaulatan pada era globalisasi menjadi lebih lunak. Penelitian ini juga menguatkan pendapat bahwa Negara memiliki posisi berdaulat dan kekuatan tawar ketika berhadapan dengan perusahaan multinasional di era globalisasi.
Kata kunci: Kekuatan Tawar, Kapasitas Negara, Renegosiasi, IUPK, PT. Freeport Indonesia

Pimpinan Sidang Sekretaris Sidang Ketua Promotor

Anggota Tim Promotor

Tim Oponen Ahli (Penguji)

Representasi Guru Besar
Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. Wawan Budi Darmawan, S.IP., M.Si., Ketua Tim Promotor Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, S.IP., M.Si. Anggota Tim Promotor Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof. Drs. Yanyan Mochamad Yani, MAIR.,Ph.D., Drs.Teuku Rezasyah, M.A.,Ph.D. dan Dr. Akim, S.IP., M.Si. Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. H. Sam’un Jaja Raharja, M.Si. Disertasi yang disusun berjudul “Kekuatan Tawar Negara dengan
Perusahaan Multinasional (2009-2017) (Studi Kasus Renegosiasi Kontrak Tambang antara Indonesia dan PT. Freeport Indonesia)” yang dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.
Selamat kepada Dr. Atep Abdurofiq, S.S., M.Si. semoga Gelar dan Ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.
(Oleh : Komar K, Kusman R, /Humas FISIP Unpad)