Pemaparan Promovendus
Bandung- Selasa, 4 Agstus 2020 (09.00), Daring via Zoom.us, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan Sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Syafruddin yang merupakan mahasiswa Doktor Program Studi Administrasi Publik dan merupakan Dosen tetap di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) PTIK Jakarta, Dosen Luar Biasa di Universitas Sahid (Usahid) Jakarta, Dosen Luar Biasa di Universitas Respati Indonesia (Urindo) Jakarta dan Dosen Luar Biasa di Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi doktor.
Disertasi yang diujikan menurut Syafruddin, Permasalahan utama penelitian ini adalah sulitnya menyelenggarakan pelayanan transportasi khusus bagi masyarakat di Provinsi DKI Jakarta. Hal ini dipicu oleh sulitnya meyelenggarakan integrasi ide dan informasi tentang layanan transportasi dan informasi antar Dinas Perhubungan selaku fasilitator, operator sebagai penyedia armada, masyarakat sebagai pengguna, dan pihak BNI yang ikut serta menentukan keberhasilannya. Fenomena ini sesuai dengan Teori Jones (1984) bahwa keberadaan tiga aktivitas utama sangat menentukan keberhasilan implementasi secara efektif, yaitu Aktivitas Organisasi, Interpretasi, dan Aplikasi.
Kajian kebijakan ini dianalisa dengan metode kualitatif dalam paradigma studi kasus yang secara teknis menggambarkan secara detail persepsi dan pengalaman Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, pengusaha, dan operator. Data dan informasi dikumpulkan secara langsung di lokasi penelitian yang melibatkan informan yang benar-benar memahami permasalahan yang diteliti melalui proses wawancara, obeservasi, dan telaah dokumen. Kemudian proses analisis data dilanjutkan dengan metode triangulasi untuk menguji validitas yang menghasilkan kesimpulan penelitian. Penelitian menemukan bahwa implementasi program OK OTRIP belum berhasil. Hal ini dibuktikan belum adanya kinerja yang baik sesuai dengan SOP berupa standar pelayanan minimal (SPM), namun program OK OTRIP tetap dilaksanakan karena program sedang berjalan berdasarkan Perda No. 1 Tahun 2018 tentang RPJMD Provinsi DKI Jakarta 2017
– 2022, dan mengingat kemudahan cara dan biaya yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Meskipun demikian masih terdapat kelemahan-kelemahan seperti sulitnya mendapatkan momentum yang sama bagi para implementor yang terlibat yang menyebabkan koordinasi pelaksanaan program tidak bisa berjalan optimal. Selain itu terdapat perbedaan persepsi di kalangan pengguna, sehingga para implementor tidak ada titik temu untuk menyeimbangkan harapan pengguna OK OTRIP berupa aplikasi OK OTRIP yang handal, sehingga belum ada pertimbangan sebagai langkah perbaikan. Dengan demikian penulis menyimpulkan bahwa implementasi program OK Otrip untuk mengintegrasikan antar moda transportasi belum berhasil, karena ada beberapa tujuan program belum berhasil yaitu tingkat kemacetan masih tinggi, sehingga disarankan perlu penguatan intensitas dan kualitas koordinasi dan kerjasama antar para implementor guna meningkatkan pencapaian kinerja pelaksanaan Ok OTrip, dan informasi untuk pengguna perlu ditingkatkan, aktor supir dilatih kembali untuk performance yang lebih baik dan berkualitas, perlu merubah bentuk dan model armada, sehingga memudahkan pengguna akan menaiki armada, serta perlu dipertimbangkan lagi tarif nol Rupiah atau gratis, karena pendapatan asli daerah (PAD) tidak mencukupi, kelayakan investasi tidak sesuai dengan hukum ekonomi dan
kualitas pelayanan transportasi, dan masyarakat tidak mau berjalan kaki..
Kata Kunci: Implementasi Kebijakan Publik, Program Pengembangan Transportasi, Aplikasi Program OK Otrip, dan Provinsi DKI Jakarta
Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Ida Widianingsih, S.IP., M.A., Pd.D. Ketua Tim Promotor Dr. Dra. Hj. Sintaningrum, MT. Anggota Tim Promotor, Prof. Drs. H.A.D. Saefullah, M.A., Ph.D. dan Ida Widianingsih, S.IP., M.A., Pd.D. serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Drs. H. Tachjan, M.Si., Dr. Drs. H. Entang Adhy Muhtar, M.Si. dan Dra. Mudiyati Rachmatunnisa, M.A., Ph.D. Representasi Guru Besar Prof. Drs. Yanyan Mochamad Yani, MAIR.,Ph.D. Disertasi yang disusun berjudul “Implementasi Program One Karcis One Trip (OK OTRIP) di Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta”, yang dinyatakan lulus dengan predikat Memuaskan
Ketua Sidang Sekretaris Sidang

Ketua Promotor Anggota Tim Promotor Anggota Tim Promotor

Tim Penguji/Oponen Ahli

Representasi Guru Besar
Selamat kepada Dr.Syafruddin, S.Sos., M.Si. semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.
(Oleh : Komar K, Kusman R, / Humas FISIP Unpad)


