
Pemaparan Promovendus
Laporan Kusman R, Humas FISIP Unpad
[pps.fisip.unpad.ac.id, 9/7/2021] Bandung – Jumat, 9 Juni 2021 (13.00), Daring via Zoom.us, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Sophiana Widiastutie yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Ilmu Hubungan Internasional , resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.
Disertasi yang diujikan menurut Sophiana Widiastutie, Pada tanggal 23 Juni tahun 2016, Inggris melaksanakan referendum untuk memutuskan apakah Inggris keluar atau tetap bergabung dengan UE. Referendum ini dikenal dengan istilah Brexit (Britain Exit). Adapun hasil referendum dimenangkan oleh masyarakat yang ingin Inggris keluar dari UE. David Cameron, yang semula optimis masyarakat Inggris akan memilih tetap bergabung dengan UE, mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri, dan digantikan oleh Theresa May, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Inggris.
Berdasarkan hasil referendum Brexit, pada tanggal 29 Maret 2017 Theresa May menyampaikan surat kepada UE, yang disebut dengan European Union Notification of Withdrawal Bill. Bila merujuk pada pasal 50 Traktat atau Perjanjian Lisbon tahun 2007, yang saat ini menjadi dasar hukum integrasi Eropa, maka surat dari Perdana Menteri Inggris tersebut merupakan pernyataan resmi pengunduran diri Inggris dari keanggotaan UE.
Bila melihat pada sejarah bergabungnya Inggris dengan UE, maka dapat diketahui bahwa:
- Pada sekitar tahun 1950-an ekonomi Inggris mengalami kemunduran, terutama disebabkan oleh banyaknya negara koloni Inggris yang mendapatkan kemerdekaan. Sebaliknya, UE yang saat itu masih bernama Masyarakat Ekonomi Eropa, berhasil meningkatkan kekuatan ekonomi negara anggotanya.
- Sebagai langkah pragmatis untuk menyelamatkan ekonominya, Inggris mengajukan diri untuk bergabung dengan UE. Inggris tidak memiliki komitmen khusus terhadap tujuan integrasi UE selain berkaitan dengan kepentingan ekonomi.
- Tidak mudah bagi Inggris untuk dapat menjadi anggota UE. Permohonan Inggris diveto dua kali oleh Pemimpin Prancis saat itu , Charles de Gaulle. Setelah pengunduran diri de Gaulle, baru lah Inggris berhasil diterima sebagai anggota UE secara resmi pada tahun 1973.
Setelah Inggris bergabung dengan UE, ekonomi Inggris mulai membaik, bahkan menjadi yang terkuat di antara negara UE. Inggris juga mendapatkan hak yang disebut dengan opt-out, yaitu hak untuk tidak mengikuti kebijakan yang dibuat oleh UE. Hak tersebut antara lain: tidak menggunakan mata uang Euro, dan tidak bergabung dalam Schengen Area.
Bila melihat pencapaian Inggris setelah bergabung dengan UE, maka keinginan untuk keluar dari UE menjadi sesuatu hal yang menimbulkan pertanyaan. Bila faktor domestik Inggris disebut dengan faktor internal, dan UE adalah faktor eksternal, fenomena ini memotivasi promovendus untuk melakukan
penelitian pada ‘bagaimana interaksi faktor internal dan eksternal mendorong Kebijakan Luar Negeri Inggris Keluar dari Keanggotaan Uni Eropa Tahun 2017.’
Untuk mendapatkan orisinalitas penelitian, promovendus telah melakukan penelitian terdahulu pada berbagai penelitian terkait Brexit dari berbagai aspek, antara lain aspek ekonomi, isu imigran, sikap anti-Eropa atau disebut Eurosceptic, politik, sejarah, serta teori dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian.
Berdasarkan hasil dari studi terdahulu, promovendus melakukan penelitian yang berbeda dengan penelitian sebelumnya, yaitu dengan basis teori pendekatan sistem dari Lovell, dengan berbagai modifikasi, untuk meneliti tahapan proses pembuatan keputusan kebijakan luar negeri Inggris. Tahapan tersebut meliputi input, struktur dan proses, serta output. Untuk menggambarkan secara garis besar alur logika promovendus terhadap berjalannya penelitian, maka kerangka pemikiran dibuat dalam bentuk diagram.
Pada tahap input, promovendus melakukan modifikasi dengan merujuk pada pengelompokan atau clustering yang disarankan oleh East, yaitu pengelompokan faktor internal dan eksternal.
Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Bapak Dr. Wawan Budi Darmawan, SIP.,M.Si. Ketua Promotor . Prof. Drs. Yanyan M.Yani, MAIR., Ph.D. Anggota Tim Promotor Prof. Dr. Arry Bainus, M.A, Dr. R. Dudy Heryadi, serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari . Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata , Dr. Wawan Budi Darmawan, SIP.,M.Si. Dr. Akim, S.IP., M.Si . Representasi Guru Besar Prof. Dr. H. Nandang Alamsah Deliarnoor, S.H., M.Hum. Disertasi yang disusun berjudul “KEBIJAKAN LUAR NEGERI INGGRIS KELUAR DARI KEANGGOTAAN UNI EROPA TAHUN 2017” yang dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan
Selamat atas diraihnya gelar Doktor kepada Dr. Sophiana Widiastutie .semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.