
Promovendus
Laporan Kusman R, Humas FISIP Unpad
[pps.fisip.unpad.ac.id, 14/8/2021] Bandung – Sabtu, 14 Agustus 2021 (16.00), Daring via Zoom.us, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Agus Riswandi yang merupakan mahasiswa Doktora Peminatan Ilmu Admisistrasi Program Studi Administrasi Publik ,resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.
Promovendus lahir di Bandung 10 November 1967, Pendidikan SD hingga SMA diselesaikan di Kota Bandung Jenjang pendidikan jenjang S1 Teknik Arsitektur Universitas Parahyangan Bandung, jenjang pendidikan S2 Urban Housing Management IHS/LUND University Belanda. Sejak tahun 2018, Promovendus mengikuti pendidikan pada Program Doktor Ilmu Administrasi, Peminatan Administrasi Publik pada Universitas Padjadjaran, Bandung.
Disertasi yang diujikan menurut Agus Riswandi Pelayanan Kesehatan Tradisional sudah menjadi bagian integral dari sistem kesehatan nasional. Hal ini berlaku tidak hanya di Indonesia, Sistem Pelayanan Kesehatan Tradisional telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseluruhan sistem kesehatan nasional. Selain itu, pelayanan kesehatan tradisional dapat berjalan secara bersamaan dengan pelayanan kesehatan konvensional. Situasi inilah yang menjadi daya tarik bagi peneliti, khususnya yang berhubungan dengan Pelayanan Kesehatan Tradisional Integrasi. Diterbitkannya Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2017 Tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Integrasi menjadi penguatan dan pengakuan akan keberadaan pengobatan tradisional. Pelayanan Kesehatan Tradisional Integrasi adalah suatu bentuk pelayanan kesehatan yang mengkombinasikan pelayanan kesehatan konvensional dengan pelayanan kesehatan tradisional, baik bersifat sebagai pelengkap maupun pengganti dalam keadaan tertentu.
George Edward III (1984) menyampaikan bahwa implementasi kebijakan merupakan proses yang krusial karena seberapa baiknya suatu kebijakan kalau tidak dipersiapkan dan direncanakan dengan baik implementasinya maka apa yang menjadi tujuan kebijakan publik tidak akan terwujud. Ada 4 faktor yang mendukung suksesnya sebuah proses implementasi yaitu: komunikasi, sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi.
Seberapa besar faktor faktor tersebut berpengaruh dalam Implementasi Kebijakan Pelayanan Kesehatan Tradisional terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional Integrasi di Puskesmas di Kota Cimahi walaupun belum memiliki peraturan daerah untuk hal tersebut? Kota yang memiliki 615 ribu penduduk dengan 13 Puskesmas berupaya memberikan jaminan kesehatan dan kesejahteraan. Dua hal berkaitan yang menjadi hak dasar bagi setiap manusia, yaitu kesehatan dan kesejahteraan memiliki hubungan yang erat dengan tingkat kesejahteraan hidup masyarakat.
Banyak studi yang telah mengkaji pengaruh, hubungan implementasi kebijakan dari teori George Edward III, menggunakan berbagai pendekatan: kualitatif, mix method, kuantitatif pada topik topik yang beragam. Kajian Penelitian implementasi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2017 Tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Integrasi ini dilakukan tepat setelah 2 tahun berjalannya peraturan tersebut.
Berbeda dengan penelitian yang pernah ada, penelitian ini melihat persoalan implementasi peraturan di tingkat Nasional diterapkan pada daerah, di mana daerah tersebut belum memiliki turunan dari peraturan tersebut sebagai peraturan daerah. Topik pelayanan kesehatan tradisional integrasi juga menjadi topik yang menarik, dekat dan bermanfaat khususnya bagi peneliti dan bagi pelaksana pelayanan kesehatan tradisional integrasi lainnya.
Oleh karena itu, penelitian ini disusun dengan mempertajam mengukur pengaruh faktor-faktor yang berpengaruh signifikan secara langsung dalam implementasi kebijakan tersebut. Faktor komunikasi dengan 3 indikatornya; transmisi, kejelasan, konsistensi. Faktor sumberdaya diukur dari kecukupannya. Faktor disposisi memperhatikan unsur pengangkatan birokrasi dan insentif. Faktor struktur birokrasi dilihat dalam birokrasi standar operasional prosedur dan fragmentasi. Pengukuran pengaruh faktor-faktor tersebut digunakan untuk melihat penerapan pada pelayanan kesehatan tradisional integrasi yang dilakukan di puskesmas.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif Teknik Analisis Jalur (Path Analisys), yakni teknik analisis untuk mengambarkan dan menguji model hubungan antar variabel (Sugiyono, 2013) Pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur dilakukan untuk mengetahui hubungan kausal yang memperlihatkan besar pengaruh faktor-faktor implementasi Permenkes No. 37 tahun 2017 (X) yang terdiri dari komunikasi (X1), sumberdaya (X2), disposisi (X4) dan struktur birokrasi (X4) terhadap Penyelenggaraan Pelayanan kesehatan Tradisional Integrasi di Puskesmas (Y), dengan menghitung nilai korelasinya. Untuk memperoleh nilai korelasi tersebut, maka dilakukan uji korelasi dengan menggunakan rumus dari Pearson‟s Product Moment.
Sistematika Penyusunan Disertasi
Penyusunan disertasi ini telah sesuai dengan sistematika menurut ketentuan
yang berlaku pada Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran.Hasil Penelitian dan Manfaatnya
Hasil penelitian disertasi ini dituangkan dalam beberapa poin sebagai berikut:
- Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa faktor komunikasi memberikan pengaruh signifikan secara langsung pada Implementasi Kebijakan Pelayanan Kesehatan Tradisional Integrasi terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional di Puskesmas di Kota Cimahi. Faktor ini memiliki koefisien 38,81% artinya memberikan pengaruh hampir setengah dari impelementasi kebijakan tersebut. Di gabung dengan hasil uji path didapat total pengaruh yang diberikan faktor Komunikasi adalah sebesar 33,98% terhadap variabel Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional di Puskesmas. Dengan demikian ada pengaruh signifikan langsung terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional di Puskesmas.
- Faktor sumber daya memiliki koefisien 4,24% artinya memberikan sebagian kecil pengaruh secara langsung pada Implementasi Kebijakan Pelayanan Kesehatan Tradisional Integrasi terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional di Puskesmas di Kota Cimahi. Di gabung dengan hasil uji path didapat total pengaruh yang diberikan adalah sebesar 5,79 % terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional di Puskesmas di kota Cimahi. Dengan demikian tidak ada pengaruh signifikan langsung terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional di Puskesmas di kota Cimahi.
- Faktor disposisi dengan koefisien 0,0009% berarti tak memberikan pengaruh secara langsung pada Implementasi Kebijakan Pelayanan Kesehatan Tradisional Integrasi terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional di Puskesmas di Kota Cimahi. Digabung dengan hasil uji path didapat total pengaruh yang diberikan adalah sebesar 0,10% terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional di Puskesmas di kota Cimahi.
- Faktor struktur birokrasi mempunyai koefisien 11,16% artinya memberikan sebagian kecil pengaruh secara langsung pada Implementasi Kebijakan Pelayanan Kesehatan Tradisional Integrasi terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional di Puskesmas di Kota Cimahi. Di gabung dengan hasil uji path didapat total pengaruh yang diberikan adalah sebesar -7.18% terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional di Puskesmasdi kota Cimahi.
- Pengujian Koefisien Jalur Secara Simultan, Secara keseluruhan faktor Komunikasi, Sumber daya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi secara simultan memiliki pengaruh secara langsung sebesar 34, 1% terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional Integrasi di Puskesmas di Kota Cimahi. Keempat faktor tersebut memberikan hampir setengah pengaruh dari impelementasi kebijakan tersebut. Dapat kita ketahui bahwa hasil pengujian signifikan yang berarti Komunikasi, Sumber daya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi, secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional di Puskesmas di kota Cimahi. Besarnya kontribusi faktor-faktor tersebut berpengaruh secara simultan yang langsung mempengaruhi Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional di Puskesmas di kota Cimahi (Y) adalah 0,542 = 54,2%. Sisanya sebesar 45,8% dipengaruhi faktor-faktor lain yang tidak dapat dijelaskan dalam penelitian. Berdasarkan uji hipotesis dapat disimpulkan ada pengaruh signifikan.
6.Hasil dari kajian penelitian ditemukan bahwa pelayanan kesehataan tradisional integrasi di Puskesmas di Kota Cimahi dilihat dari aspek kepatuhan (disposisi) mempunyai nilai yang rendah, namun Pelayanan Kesehatan Tradisional Integrasi di Puskesmas di Kota Cimahi berjalan dengan baik dan memuaskan. Disposisi yang rendah dapat diatasi oleh diskresi atau presenden (shared value) yang diadopsi dari teori Anarchy System Ian Mc Lane dalam Butt, I.A. (2009) keteraturan yang terjadi di masyarakat tanpa regulasi dari pemerintah, dalam aktivitas layanan kesehatan telah berjalan sebagai bentuk kebutuhan antar kepeduliaan diantara individu di masyarakat dan sudah menjadi pengetahuan yang merupakan bentuk budaya masyarakat dalam wilayah tersebut. Teori Edward III (1980) dapat dikembangkan dan diadaptasikan dengan aspek diskresi, presenden atau anarchy system dari Ian Mc Lane, khususnya dalam memberikan pembuktian fokus riset yang ditemukan peneliti, yaitu mengenai implementasi kebijakan dari program Pelayanan Kesehatan Tradisional Integrasi di Puskesmas di Kota Cimahi. Keseluruhan faktor-faktor yang ada pada Teori Edward III tersebut secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Tradisional di Puskesmas di Kota Cimahi. Namun besaran pengaruh dari tiap faktor-faktor akan berbeda-beda. Perbedaan ini dapat terjadi dengan dasar perbedaan masalah/topik, wilayah, budaya yang di teliti.
Penelitian ini memiliki manfaat untuk penguatan bagi Pemerintah kota Cimahi untuk segera membuat aturan turunan peraturan daerah dari PMK no 37 tahun 2017 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Integrasi, yang mempertimbangkan aspek-aspek komunikasi, sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi, agar apa yang menjadi kebutuhan dan aspirasi masyarakat yang sejalan dengan peraturan Nasional segera dapat diwujudkan lebih baik. Penguatan dalam kolaborasi atau kerjasama pemerintah dengan masyarakat sipil, organisasi profesi pengobat tradisional dan komplementer, organisasi profesi kedokteran konvensional sehingga pelayanan kesehatatan tradisional integrasi memiliki akuntabilitas dan responsibilitasi Pelaksanaan pelayanan kesehatan tradisional yg sudah ada di puskesmas selama ini menujukan, bahwa aspek transmisi, aspek kejelasan (clarity), dan konsistensi dalam faktor komunikasi menjadi penting selama belum ada peraturan secara langsung.
Penelitian ini juga menunjukan perlu ada penguatan sumber daya untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan kesehatan integrasi di pusat kesehatan masyarakat (PUSKESMAS) baik itu tenaga kesehatan tradisional dari lulusan Pedidikan D3 vokasi dan D4/ S1 profesi di bidang Kestraindo, pendidikan D3 Jamu, D3 Battra, D3 Akupunktur, D3 Ayurveda, dan Sarjana Kestrad berbasis agama.
Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. Drs. H. Heru Nurasa, M.A, Ketua Promotor . Dr. Drs. H. Heru Nurasa, Anggota Tim Promotor Dr. Hj. R. Ira Irrawati, M.Si. Dr.Drs. H. Herijanto Bekti,M.Si. serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Ida Widianingsih, S.IP., MA., Ph.D. Dr. Drs. Asep Sumaryana, M.Si. Dr. Ramadhan Pancasilawan, M.Si. Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. Opan Suhendi Suwartapradja M.Si.,.Disertasi yang disusun berjudul “PENGARUH FAKTOR KOMUNIKASI, SUMBER DAYA, DISPOSISI DAN STRUKTUR BIROKRASI DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL INTEGRASI TERHADAP PENYELENGGARAAN PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL DI PUSKESMAS (Studi Implementasi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2017 Tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Integrasi di Kota Cimahi) ”. yang dinyatakan lulus dengan predikat “Memuaskan”
Selamat atas diraihnya gelar Doktor kepada Dr. Agus Riswandi Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja
.