Promovenda

Laporan  Kusman R, Humas FISIP Unpad

[pps.fisip.unpad.ac.id, 12/8/2021] Bandung – Kamis, 12 Agustus 2021 (09.00), Daring via Zoom.us, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Cucu Sugyati yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Ilmu Pemerintahan , resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.

Disertasi yang diujikan menurut  Cucu Sugyati, Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi kehidupan individu, keluarga dan kelompok masyarakat yang dicapai melalui berbagai upaya.   Sesuai Pasal 28 H ayat (1) Undang-Undang Dasar Tahun 1945, bahwa setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan, dan Pasal 34 ayat (3) menyatakan bahwa negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. Kesehatan Ibu dan Anak yang dijadikan fenomena dalam penelitian ini karena kasus kematian Ibu dan Anak di Provinsi Jawa Barat di nilai masih tinggi, walaupun setiap tahun mengalami penurunan, dan kasus kematian Ibu dan anak di Jawa Barat menjadi salah satu penyumbang nasional pada kasus kematian Ibu dan Anak.

Rumusan Masalah :

didasari dari latar belakang penelitian sehingga rumusan masalah yang diajukan adalah : Bagaimana efisiensi dan penghematan, efektifitas, Aksesibilitas, Responsivitas, keadilan, dan Relevansi dalam kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak ?

Kajian Teori

yang digunakan dalam penelitian ini adalah meliputi Desentralisasi Pemerintahan, Pembangunan Kesehatan dan Sistem Pelayanan Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, Peran Pemerintah dalam Pelayanan Kesehatan serta Kualitas Pelayanan Kesehatan.

Dengan menggunakan landasan teori yang dikembangkan oleh Mery Gottwald dan Gail E. Lansdown dengan Judul  Clinical Governance : Improving the Quality of Healthcare for Patient and Service Users.

            Ada 6 aspek dalam mengukur kualitas pelayanan kesehatan meliputi ;

  1. Efisisiensi dan penghematan; 2. Efektifitas; 3. Aksesibilitas; 4. Responsivitas; 5. Keadilan; dan 6. Relevansi.

Dengan dukungan teori Grindle ttg Konten dan Konteks Implementasi Kebijakan.

Metodologi Penelitian

yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan desain kualitatif dengan metode deskriptif untuk menjelaskan hasil penelitian dengan memperhatikan paradigma penelitian yang dikembangkan oleh Creswell,  Denzim dan Lincoln.

HASIL PENELITIAN DAN TEMUAN PENELITIAN

  1. Efisiensi dan penghematan

Efisiensi dan penghematan selama ini dimaknai dalam konteks praktis, identik dengan pembiayaan dan waktu yang sesuai dengan hasil yang diharapkan. Sesungguhnya efisiensi harus dipandang dalam konteks teoritik pencapaian sasaran dalam peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak yaitu anggaran yang dialokasikan apakah sudah memenuhi target untuk mengurangi kasus kematian ibu dan anak?

Penghematan harus dipandang dalam kontek kebijakannya bahwa anggaran yang disiapkan akan memenuhi target sehingga penghematan dimakni sebagai benefit cost dari efisiensi tidak dipandang dari sudut praktis, berupa  pengurangan biaya atau anggaran. Sehingga efisiensi dan penghematan dalam konteks kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak harus dipandang dalam bentuk konten dan konteks dimana pelaksanaan kualitas pelayanan kesehatan adalah antara biaya dan hasil.

  1. Efektifitas kualitas pelayanan

Efektifitas kualitas pelayanan belum terlihat dampaknya terhadap peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak sehingga perlu melibatkan komponen masyarakat untuk dapat meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam pencapaian tujuan  mengurangi kasus kematian ibu dan anak, sehingga dari penyusunan rumusan kebijakan, penyediaan sarana kesehatan dan implementasinya harus melibatkan masyarakat.

  1. Aksesibilitas

Aksesibilitas harus dipandang sebagai kepentingan masyarakat serta investasi masyarakat dalam membangun derajat kesehatan ibu dan anak.

  1. Responsivitas

Penerimaan  pelayanan harus dipahami untuk terbangunnya kesadaran kolektif meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak.  Sehingga dalam konteks kebijakan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak diperlukan upaya non kesehatan untuk mencapai keberhasilan mengurangi  kasus kematian ibu dan anak antara kontens kebijakan berupa site of decision making; dan program implementer, sejalan dengan konteks kebijakan yakni compliance and responsiveness.

  1. Keadilan

Keadilan dimaknai pelayanan kesehatan dengan biaya yang sama antara masyarakat miskin dan kaya menyebabkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan masyarakat menjadi mahal.

  1. Relevansi pelayanan

Relevansi Pelayanan selama ini dipandang dalam sudut ketersediaan sarana kesehatan dan sumber daya kesehatan,  relevansinya harus dimakna memiliki kepedulian meningkatkan kualitas  pelayanan kesehatan sehingga mendorong terciptanya kelembagaan untuk membangun kesadaran masyarakat bahwasanya pelayanan kesehatan adalah investasi bersama untuk masa depan generasi.

Berdasarkan analisis dan temuan penelitian, peneliti mengajukan kerangka sikap sebagai sikap peneliti terhadap temuan penelitian tersebut, bahwa dengan meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak dapat berdampak pada pengurangan kasus kematian ibu dan anak. Diperlukan suatu format kualitas pelayanan kesehatan Ibu dan Anak secara berkelanjutan.

Adapun ukuran-ukuran atau dimensi pelayanan kesehatan Ibu dan Anak tersebut membuktikan bahwa cakupan pencapaian fundamental terhadap 6 Aspek pengukuran Kualitas Pelayanan Kesehatan. Meski interpretasi peneliti terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak khususnya di lokasi penelitian telah berjalan baik dan berhasil cukup baik, namun kelemahan tetap saja masih terlihat jelas di beberapa sendi penting dimensi pengukuran itu sendiri.

Kurang meratanya sebaran tenaga Kesehatan seperti dokter, bidan maupun dokter spesialis yang berdampak pada aksesibilitas kualitas pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak.

Faktor Jarak khususnya bagi wilayah perdesaan terpencil, rendahnya kesadaran masyarakat sampai kepada sulitnya penanganan terhadap kasus khusus masih menjadi persoalan yang belum tuntas, dan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kualitas pelayanan Kesehatan Ibu dan anak di Provinsi Jawa Barat. Keseluruhan masalah ini juga masih dapat ditemui pada hampir seluruh lokasi penelitian di Kabupaten Garut, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Indramayu.

Dalam membangun kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di Provinsi Jawa Barat khususnya di lokasi penelitian perlu memperhatikan konteks dan kontens kebijakan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kualitas pelayanan kesehatan dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak perlu memperhatikan aspek non kesehatan/sarana prasarana kesehatan, yakni berupa kondisi sosial masyarakat yang menjadi kendala dalam perwujudannya. Sehingga untuk membangkitkan aspek non kesehatan diperlukan upaya bersama antara pemerintah dan seluruh komponen masyarakat secara bersama-sama mengatasi aspek penghambat tersebut.

Sehingga pelibatan komponen kemasyarakatan seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat  dapat digerakkan untuk membangun persepsi yang sama serta memungkinkan dilembagakan oleh pemerintah dalam bentuk forum, seperti Forum kesehatan masyarakat. Dengan demikian dalam membangun derajat kesehatan ibu dan anak, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri  baik dalam penyusun kebijakan maupun implementasinya tetapi bagaimana komponen masyarakat menjadi bagian dalam implementor. karena aspek non kesehatan akan lebih sulit menyelesaikan kendalanya dari pada aspek kesehatan itu sendiri.

Berdasarkan analisis dan interpretasi peneliti  yang memadukan konsep teori Mery and Lansdown (2015) dan Grindle (1980) peneliti mengajukan konsep baru berupa pranata sosial kesehatan masyarakat, pranata sosial kesehatan masyarakat dapat dimaknai sebagai forum kerjasama atau forum bersama pemerintah dan masyarakat dalam membangun persepsi dan kesadaran kualitas pelayanan kesehatan. Sehingga pranata sosial kesehatan masyarakat menjadi beneficiaries dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di Provinsi Jawa Barat, khususnya di lokus penelitian. 

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Prof. Dr. H. Nandang Alamsah Delianoor., S.H., M.Hum. , Ketua Promotor . Prof. Dr. Drs. H. Dede Mariana, M.Si. (Alm), Anggota Tim Promotor Prof. Dr. Drs. H. Utang Suwaryo, M.A. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari . Prof. Dr. H. Nandang Alamsah Delianoor., S.H., M.Hum. Dr. dr. Deni Kurniadi Sunjaya, DESS., Dr. Dra. Dede Sri Kartini,.M.Si , . Representasi Guru Besar Prof Dr H. Budiman Rusli, Drs. M.S.Disertasi yang disusun berjudul “Kualitas Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Provinsi Jawa Barat (Studi Pada Kabupaten Garut, Cirebon dan Indramayu) TAHUN 2014-2018” . yang dinyatakan lulus dengan predikat “Sangat Memuaskan”

Selamat atas diraihnya gelar Doktor  kepada Dr. Cucu Sugyati. Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja