Promovendus

Laporan  Kusman R, Humas FISIP Unpad

[pps.fisip.unpad.ac.id, 10/8/2021] Bandung – Selasa, 10 Agustus 2021 (09.00), Daring via Zoom.us, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Herman Dema yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Ilmu Pemerintahan , resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.

Promovendus dilahirkan di Wawa-Wala, pada tanggal Sepuluh Oktober 1974 dari pasangan  Dema dan Ma’Man, sebagai anak ke-2 dari 5 bersaudara.

Pernikahannya dengan  Hariyanti Hamid  dikaruniai 2 orang anak yaitu:

Muhammad Afwan Herman

Muhammad Azhfar Herman

Riwayat Pendidikan :

Pendidikan SD diselesaikan pada tahun 1986  di SDN No. 3 Batu, SMP diselesaikan pada tahun 1993 di SMP PGRI Pangsid, SMA diselesaikan pada tahun 1996 di SMAN 467 Pangsid, Sarjana (S1) Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia lulus pada tahun 2001 di STKIP Muhammadiyah Sidrap, Sarjana (S1) Ilmu Politik Pemerintahan lulus pada tahun 2004 di STISIP Muhammadiyah Rappang, Program Magister diselesaikan tahun 2008  di Univ. Hasanuddin Makassar, dan pada semester ganjil tahun akademik 2015/2016 masuk kuliah Program Doktor Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Bandung.

Riwayat Jabatan/Pekerjaan :

Dosen pada Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Muhammadiyah Rappang Tahun 2002-2019, Dosen pada Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) tahun 2019 – sekarang

Pada saat ini Promovendus menjabat sebagai Dekan FISIP di Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang.

Disertasi yang diujikan menurut  Herman Dema, Adapun yang melatar belakangi penelitian ini adalah:

  1. Penelitian ini membahas tentang dynamic governance pemerintahan daerah yang inovatif. Analisis tentang dynamic governance di Kabupaten Bantaeng tidak hanya dapat dianalisis dengan capability dan culture, tetapi diperlukan faktor lain yang mendukung dalam tata kelola pemerintahan. Dynamic governance merupakan salah satu konsep dalam tata kelola pemerintahan yang dinamis dan inovatif yang terdiri dari dua kata kunci yaitu capability dan culture. Capability terdiri dari tiga elemen yaitu thinking ahead, thinking again, dan thinking across. Culture hadir sebagai pondasi seperangkat nilai, prinsip, dan pedoman dalam tata kelola pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat.
  2. Neo dan Chen (2007: 1-2) mengemukakan bahwan tata kelola yang dinamis adalah kunci sukses di dunia yang mengalami percepatan globalisasi dan kemajuan teknologi yang tiada henti. Jika institusi dapat berkembang dan menanamkan budaya (culture) dan kemampuan (capability) yang memungkinkan pembelajaran dan perubahan berkelanjutan, akan berkonstribusi terhadap kemajuan dan kemakmuran sosial-ekonomi suatu negara akan sangat besar.
  3. Perubahan yang begitu cepat terjadi di Kab. Bantaeng diasumsikan menggunakan konsep dynamic governance dari Neo dan Chen (2007) menegaskan bahwa dynamic governance merupakan konsep yang menekankan bagaimana bekerjanya berbagai kebijakan, institusi dan struktur agar mampu beradaptasi dengan kondisi ketidakpastian dan perubahan sehingga tetap relevan dan efektif untuk mencapai tujuan dan keinginan jangka panjang. Ketika aspek-aspek dynamic governance itu dapat berproses dan dilaksanakan dengan baik, akan menghasilkan beragam praktik inovasi dalam tata kelola pemerintahan.
  4. Atas dasar tersebut, konsep dynamic governance dimaksudkan untuk mengkaji percepatan dan perbaikan tata kelola pemerintahan Kabupaten Bantaeng yang sebelum kehadiran Nurdin Abdullah masih jauh tertinggal dan terbelakang di Sulawesi Selatan.
  5. Alasan pemilihan lokasi penelitian di Kabupaten Bantaeng adalah sebagai berikut:
  6. Data BPS Tahun 2016, dilihat dari pendapatan Asli Daerah relatif kecil, yaitu sekitar 3% – 5% dari APBD 2008 secara keseluruhan[1]. Penduduk miskin tahun 2008 masih tergolong tinggi, tercatat hampir 11% dari jumlah penduduk, sedangkan angka pengangguran juga tergolong tinggi sebesar 9,32%, dan tata kelola pemerintahan yang belum membaik.
  7. Kondisi Infrastruktur yang buruk menyebabkan setiap tahun Kabupaten Bantaeng sering dilanda bencana banjir dan pertumbuhan ekonomi yang rendah (4,7%), tata kelola pemerintahan belum membaik, kondisi kesehatan masyarakatnya buruk pula mengantar Kabupaten Bantaeng termasuk dalam salasatu dari 199 daerah tertinggal di Indonesia.
  8. Berangkat dari fenomena, bahwa Nurdin Abdullah berhasil membawa Kabupaten Bantaeng keluar dari zona tertinggal untuk menuju zona maju. Sementara bupati sebelumnya, belum berhasil keluar dari ketertinggalan tersebut.
  9. Tahun 2008 merupakan awal kebangkitan Kab. Bantaeng di bawah kepemimpinan Nurdin Abdullah sebagai bupati dengan kondisi:
  10. Perlahan perekonomian tumbuh dari 5,37% (2008) meningkat menjadi 7,23% (2010)
  11. Pendapatan perkapita dari 5,5 juta (2008) meningkat menjadi 34,6 juta (2016)
  12. Angka pengangguran dari 12,21% (2008) turun menjadi 3,83% (2016)

Dalam waktu 10 tahun, Kab. Bantaeng bertransformasi dari awalnya masuk 199 daerah tertinggal di Indonesia, kini menjadi pusat kekuatan ekonomi baru di Sulawesi Selatan.

  1. Penelitian disertasi ini menggunakan metode kualitatif, yakni dengan teknik pengumpulan data melalui sumber data primer, berupa informasi dari informan yang berisi fakta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada rumusan masalah. Melalui sumber Data sekunder, yang merupakan informasi yang bersumber dari berbagai dokumen seperti, peraturan perundang-undangan, buku, artikel, catatan, laporan, berita online, dan sejenisnya.
  2. Data-data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman (1992) yang menyatakan bahwa “proses analisis data kualitatif terdiri dari tiga alur kegiatan yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan”. Sebelum penarikan kesimpulan, data wawancara dengan informan dan data penelusuran media online diklasifikasi dengan menggunakan fitur import dan menu data dari Nvivo 12 plus melalui tahapan memasukkan data pada Nvivo 12 plus adalah:
  3. Membuat folder pada file di menu data,
  4. Data penelitian hasil wawancara dan dokumen media online dimasukkan ke dalam folder pada file menu data melalui fitur import pada Nvivo 12 plus.
  5. Coding data menggunakan nodes pada Nvivo 12 plus
  6. Analisis data penelitian dengan menggunakan Nvivo 12 plus melalui fitur crosstab dan fitur chart, selanjutnya nilai-nilai dari fitur crosstab dan fitur chart dinarasikan untuk penarikan kesimpulan.
  7. Berdasarkan analisis empiris dan analisis teoretis dynamic governance dalam tata kelola pemerintahan daerah yang inovatif di Kabuapaten Bantaeng dapat disimpulkan secara rinci sebagai berikut: Pertama, Capability dan culture merupakan dua aspek yang mendukung pelaksanaan dynamic governance di Kabupaten Bantaeng. Dynamic governance dapat berjalan dengan baik, karena pemimpin mampu membangun kepercayaan atau thinking of trust. Kedua, Selain faktor dari enam faktor yang mendukung keberhasilan tata kelola pemerintahan daerah di Kabupaen Bantaeng terdapat dua faktor pendukung yang turut berkonstribusi secara penting yaitu faktor kepercayaan public dan faktor komunikasi, koordinasi, sinergitas. Ketiga, Membangun tata kelola pemerintahan yang inovatif di Kabupaten Bantaeng, strategi yang paling berkonstribusi adalah pelibatan warga negara (masyarakat). Untuk mempercepat inovasi tata kelola pemerintahan pemimpin menerapkan kolaboratif dalam setiap program dan tema kegiatan.
  8. Kesimpulan yang dapat dikemukakan sebagai temuan (novelty) dari hasil pembahasan dalam penelitian ini adalah bahwa secara khusus, dynamic governance tidak bisa terwujud dengan baik jika tidak didukung oleh capability thinking of trust oleh seorang pemimpin. Faktor yang turut berkonstribusi besar dalam keberhasilan tata kelola pemerintahan daerah yang inovatif di Kabupaten Bantaeng adalah faktor kepercayaan publik dan faktor komunikasi, koordinasi, dan sinergitas.

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Prof. Dr. H. Nandang Alamsah D., S.H. M. Hum. , Ketua Promotor . Prof. Dr. H. Nandang Alamsah D., S.H. M. Hum.,. Anggota Tim Promotor Dr. Dr. Drs. Rahman Mulyawan, M.Si. Dra. Mudiyati Rahmatunnisa, M.A., Ph.D., serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari . Prof. Dr. Drs. H. Utang Suwaryo, M.A Dr. Dra. Dede Sri Kartini, M.Si., Dr. Neneng Yani Yuningsih, S.I.P., M. S. Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. H. Budiman Rusli, M.Si. ,Disertasi yang disusun berjudul “Dynamic Governance dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Daerah yang Inovatif di Kabupaten Bantaeng Tahun 2008 – 2018”, yang dinyatakan lulus dengan predikat “Sangat Memuaskan”

Selamat atas diraihnya gelar Doktor  kepada Dr. Herman Dema. Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja