Provendus

Laporan  Kusman R, Humas FISIP Unpad

[pps.fisip.unpad.ac.id, 4/8/2021] Bandung – Rabu, 4 Agustus 2021 (09.00), Daring via Zoom.us, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini. Yusep Ginanjar yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Hubungan Internasional tahan , resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.

Promovendus lahir di Cianjur, tanggal 8 Mei 1985, anak ketiga dari Bapak Wahyu Suyud dan Ibu Juariah. Promovendus mempunyai istri bernama dr. Husnu Fajri Fidyani. Pendidikan SD hingga SMA diselesaikan di Negeri Ciranjang. Jenjang pendidikan Sarjana (S1) Hubungan Internasional di Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) Cimahi, sedangkan jenjang pendidikan S2 Magister Politik di Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang. Dan kini, Promovendus mengikuti pendidikan pada Program Doktor Hubungan Internasional pada Universitas Padjadjaran, Bandung

Disertasi yang diujikan menurut  Yusep Ginanjar, Urgensi masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah terkait permasalahan travel ilegal dan rendahnya promosi pariwisata yang terjadi diantara kedua pihak. Permasalahan ini yang melatarbelakangi mengapa preposisi penelitian yang diangkat menjadi penting sebab sektor pariwisata ini menjadi salah satu potensi yang menjanjikan dari kedua pihak untuk dapat dikembangkan dan ditingkatkan satu sama lain. Sehingga dengan adanya permasalahan yang terjadi dalam sektor terkait yang menjadikan kemitraan diantara keduanya yang diikat dengan hubungan sister province. Kemitraan yang dikaji dalam penelitian ini tidak hanya memiliki relevansi dalam merespon dan menangani permasalahan yang ada dalam sektor pariwisata saja, namun dengan adanya pencapaian dan keberhasilan bagi keduanya untuk bergerak secara koordinatif dalam menangani permasalahan terkait juga memberikan gambaran yang jelas bagaimana upaya keduanya dalam mengelola kemitraan yang dilaksanakan. Sehingga hal tersebut memperjelas preposisi penelitian yang tidak hanya akan mengkaji bagaimana dengan melalui kemitraan sister province yang dilakukan oleh Provinsi Jawa  Barat maupun Provinsi Chongqing yang mampu mengatasi permasalahan baik terkait agen travel ilegal dan rendahnya promosi potensi pariwisata. Namun disamping itu penelitian ini juga mengkaji bagaimana keberhasilan dari upaya tersebut dapat tercapai ditinjau dari faktor-faktor yang dapat mendorong keberhasilan dalam kemitraan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Chongqing dengan fokus di bidang pariwisata. Urgensi dalam melihat bagaimana dinamika kemitraan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Chongqing menjadikan penelitian ini penting untuk mengetahui relevansi atas faktor apa saja yang menjadi pendorong keberhasilan kemitraan terkait. Untuk dapat meninjau bagaimana keberhasilan dalam kemitraan terkait, penelitian ini menggunakan pernyataan Buis mengenai Faktor-Faktor Pendorong Keberhasilan Hasil Sister Province. Hans Buis mengemukakan faktor keberhasilan tertentu yang meningkatkan pengaruh dari kedua belah pihak, yang akan menghasilkan manfaat yang lebih besar terhadap aspek mutualitas dalam kemitraan: (1) diskusi terbuka tentang motif; (2) analisis masalah; (3) kesepakatan strategi, tujuan dan hasil yang jelas; (4) langkah bersama dalam implementasi; (5) kontak reguler; (6) saling memberikan laporan; (7) ulasan bersama tentang kemajuan kemitraan dan penyusunan prioritas; (8) pemantauan dan evaluasi bersama (Buis, 2009).

Faktor-faktor pendorong efektivitas atau daya guna menurut Buis dapat menjadi acuan bagi pelaksanaan kemitraan dalam kerangka sister city atau sister province secara umum. Hal tersebut pula yang menjadi acuan dalam riset ini yang meneliti kemitraan dengan level sister province yang dilakukan oleh Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Chongqing. Penggunaan konsep ini adalah untuk mengkaji bagaimana kemitraan ini memiliki progres dalam mengatasi permasalahan yang ada, penelitian ini juga mengevaluasi efektifitas penggunaan konsep terkait. Diperlukannya penelitian dalam menganalisis faktor pendorong keberhasilan kemitraan agar hasil penelitian dapat menjadi referensi bagi kemitraan sister province lain dalam bidang yang bersifat khusus maupun umum. Konteks kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Provinsi Chongqing bagian dari sister province yang mana praktiknya sesuai dengan konsep paradiplomasi dimana aktor sub-nasional mencari manfaat ekonomi umum melalui investasi, pasar untuk produk mereka, dan teknologi untuk modernisasi (Keating, 1999). Namun disamping itu, selain sister province yang dijalankan oleh kedua sub nasional menjadi bentuk praktik diplomasi dalam bidang pariwisata, kegiatan yang diangkat dalam penelitian ini juga memiliki perbedaan dengan fokus riset-riset lain yang telah dikutip sebelumnya dan mengangkat kegiatan serupa. Disamping itu, hubungan yang dikaji ini didefinisikan sebagai interaksi di antara entitas sub state yang tidak dikendalikan oleh pimpinan eksekutif dari pemerintah suatu negara (Nye, 1971 dalam Whytock 2009). Hal ini dikarenakan hubungan luar negeri yang pada awalnya terbatas hanya antar negara dengan aktor pemerintah pusat saja kini menjadi semakin berkembang lebih luas dalam globalisasi. Sehingga kondisi ini yang mendorong bagaimana suatu negara dapat mengoptimalisasikan diplomasi dalam hubungan luar negerinya melalui komponen lain yang saling menunjang dan mengembangkan potensi yang dimiliki daerah terkait sebagai bagian dari suatu negara secara keseluruhan melalui kerangka seperti sister city maupun sister province (Jawahir, 2009).

Orisinalitas Penelitian

Penelitian ini mengkaji bidang pariwisata dalam kemitraan sister province antara Provinsi Jawa  Barat dan Provinsi Chongqing sebab karena keterbatasan atas penelitian terdahulu yang membahas objek yang dikaji inilah yang kemudian mendorong penelitian terkait dianggap mampu untuk dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap perkembangan penelitian baik dalam ruang lingkup sister province maupun hubungan internasional secara umum. Penulisan disertasi ini berawal dari kajian literatur yang menunjukan adanya perkembangan yang signifikan dari aktivitas paradiplomasi yang dilakukan oleh beragam pemerintah daerah di Indonesia dengan fokus bidang kemitraan yang berbeda. Maka dari itu, atas perkembangan dari penelitian yang masih berkaitan, penulis menyusun disertasi Sister Province Provinsi Jawa Barat dengan Provinsi Chongqing dalam Bidang Pariwisata. Riset ini bertujuan untuk dapat menganalisis serta mengevaluasi keberhasilan kemitraan sister province yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Provinsi Chongqing yang difokuskan kajiannya dalam sektor pariwisata. Penulis mengkaji daya guna dalam kemitraan terkait dengan meninjau faktor-faktor keberhasilan yang menunjang kerja sama kedua mitra untuk dapat mencapai target sesuai dengan perencanaan. Melalui riset ini, penulis juga mengevaluasi bagaimana relevansi atas penggunaan faktor-faktor keberhasilan sister province sebagai konsep yang digunakan.

Orisinalitas dalam penelitian ini digambarkan dari bagaimana masih terbatasnya penelitian-penelitian sebelumnya yang mengangkat studi kasus dan objek kajian serupa. Salah satu riset yang mendekati hanya riset yang dilakukan oleh Andrias Darmayadi pada tahun 2018, dimana secara umum risetnya lebih dekat dan serupa dengan riset yang diangkat oleh peneliti namun lebih menekankan atas potensi sister province yang dilakukan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Provinsi Chongqing (Darmayadi, 2018). Dengan metode kualitatif yang melihat bagaimana meninjau potensi-potensi yang dapat dikerjasamakan antara Provinsi Jawa Barat dengan Provinsi Chongqing. Dari riset tersebut, ada 5 potensi yang dapat dilihat dari provinsi Chongqing yaitu (1) lokasi yang strategis; (2) infrastruktur; (3) sektor industri; (4) riset dan pengembangan; (5) berbagai potensi pasar lainnya. Disamping itu, jika melihat dari kategorisasi penelitian yang meninjau mengenai faktor-faktor keberhasilan dalam kemitraan sister province, hanya ada riset yang dilakukan oleh Hans Buis pada tahun 2009, yang telah dijelaskan sebelumnya, sebagai referensi dalam kajian penelitian terkait.

Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif sebab mengeksplorasi dan memahami makna yang oleh sejumlah individu atau sekelompok orang dianggap berasal dari masalah sosial atau kemanusiaan. Sumber data dalam riset beragam karena dikumpulkan dari hasil wawancara, studi literatur ataupun observasi. Analisis data dalam penelitian ini sesuai yang dijelaskan dalam prosedur analisis data dalam penelitian kualitatif dan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah penggunaan pedoman wawancara dan buku catatan oleh peneliti sendiri dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan dari sumber data. Teknik validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi, yakni dengan mengumpulkan informasi yang didapatkan dari beragam sumber data. Teknik ini melakukan proses crosscheck dalam memastikan relevansi atau keabsahan data terkait dari beberapa informan yang didapat.

Sistematika Penyusunan Disertasi

Penyusunan disertasi ini telah sesuai dengan sistematika menurut ketentuan yang berlaku pada Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran.

Hasil Penelitian dan Manfaatnya

Berdasarkan tujuan untuk menganalisis keberhasilan dalam kemitraan Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Chongqing dalam bidang pariwisata, melalui penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa kemitraan ini mencapai keberhasilan yang tidak terlepas dari beragam aspek. Aspek ini berorientasi pada konsep faktor-faktor keberhasilan dalam sister province yang dibuat oleh Hans Buis. Aspek tersebut meliputi bagaimana kemitraan yang ada dilakukan berdasarkan dengan motif dan kepentingan yang sama-sama memprioritaskan sektor pariwisata sebagai kelebihan dan potensi yang dimiliki keduanya. Kesamaan ini yang terus dibina oleh hubungan kedua pihak melalui langkah kolaboratif berupa perwujudan kerja sama melalui pembentukan Kelompok Kerja Bersama yang menyusun dan melaksanakan program kegiatan dengan melibatkan beragam jajaran badan dan instansi untuk berkontribusi dalam pelaksanannya. Selain itu dalam kemitraan ini, keduanya terus melakukan koordinasi dan pertemuan yang melaporkan tidak hanya masalah yang menghambat sektor pariwisata. Namun juga mengeluarkan langkah solutif untuk dapat mengatasi masalah yang ada seperti halnya yang terkait dengan isu agen travel ilegal. Sejauh ini kemitraan masih terus berlanjut mengingat bahwa jangka waktu kerja sama akan berakhir di tahun 2022, namun keduanya terus berkoordinasi untuk dapat mengefektifkan program kegiatan yang dapat mempromosikan pariwisata secara dua arah, hingga pengembangan daerah berbasis sektor pariwisata.

Di samping itu, di akhir penelitian, sebagai hasil kontribusi dari riset yang dilakukan, peneliti juga menyimpulkan bahwa konsep Hans Buis yang digunakan perlu diubah atau direvisi dengan cara diperbaharui dengan menyederhanakan faktor-faktor yang ada menjadi empat faktor utama berupa (1) Diskusi dan Kesepakatan dalam Kemitraan, (2) Kolaborasi dalam Implementasi Kemitraan, (3) Komunikasi, Koordinasi dan Pelaporan, serta (4) Evaluasi dan Pemantauan Kemitraan demi efektifitas dan kemudahan analisa studi kasus lain yang akan dilakukan. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, peneliti mencoba untuk mengubah atau merevisi konsep tersebut dimana faktor-faktor yang semulanya berjumlah 8 ini kemudian disederhanakan hanya menjadi 4 faktor utama saja, yakni (1) Diskusi dan Kesepakatan dalam Kemitraan, (2) Kolaborasi dalam Implementasi Kemitraan, (3) Komunikasi, Koordinasi dan Pelaporan, serta (4) Evaluasi dan Pemantauan Kemitraan. Penyederhanaan faktor ini tidak terlepas dari analisis dan penjelasan bagaimana setiap faktor yang ada masih bisa saling dikaitkan satu lain dan bagaimana dengan perubahan yang ada, teori yang bersangkutan masih relevan jika kemudian dibandingkan dengan hasil temuan dalam penelitian. Dengan merevisi konsep yang ada, maka Peneliti juga dalam hal ini memberikan kontribusi dalam pembaharuan konsep yang digunakan berupa penggabungan atas faktor-faktor yang dinilai masih saling memiliki keterkaitan. Sesuai dengan

Manfaat yang dihasilkan dari riset ini tidak hanya bagaimana hasil penelitian dan temuan dalam analisis ini dapat berkontribusi bagi peneliti selanjutnya yang akan meninjau pokok bahasan yang sama terkait riset sister province khususnya dalam mengevaluasi keberhasilan implementasi kemitraan terkait. Selain itu juga dapat berkontribusi bagi ruang lingkup kajian Hubungan Internasional khususnya bidang paradiplomasi, serta bagi para akademisi yang memperdalam mengenai paradiplomasi dengan sub-sister province dan kerja sama pariwisata bagi dalam. Sehingga baik data maupun ulasan dari penelitian yang dilakukan dapat menjadi masukan dan tambahan bagi pemerintah daerah yang memiliki intensi untuk dapat melakukan paradiplomasi dengan sub-sister province. Disamping itu, manfaat yang bersifat praktis juga berkaitan dengan bagaimana hasil analisis dapat menjadi riset aplikatif. Sehingga tidak hanya menjadi masukan bagi para stakeholder daerah sebagai pengambil kebijakan dalam ruang lingkup paradiplomasi, namun juga bagaimana setiap pemerintah daerah harus dapat memenuhi faktor keberhasilan yang ada dalam mencapai kemitraan yang signifikan dan memberikan hasil yang efektif bagi kesejahteraan dan pembangunan daerahnya. Saran ini khususnya bagi pemerintah provinsi Jawa Barat untuk dapat mempertahankan kinerja dan produktivitas dalam membangun dan membina kerja sama yang ada dalam ruang lingkup sister city maupun sister province kini dan selanjutnya.

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Bapak Dr. Wawan Budi Darmawan, SIP.,M.Si, Ketua Promotor . Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, S.IP., M.Si.,. Anggota Tim Promotor Drs. Taufik Hidayat, M.S., Ph.D, Dr. Akim, S.IP., M.Si., serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari . Dr. Wawan Budi Darmawan, SIP.,M.Si, Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Dr. Gilang Nuralam, S.IP., M.Sc. Representasi Guru Besar Prof. Drs. Muhamad Fadhil Nurdin, M.A., Ph.D.,Disertasi yang disusun berjudul “SISTER PROVINCE ANTARA JAWA BARAT INDONESIA DENGAN CHONGQING CHINA DALAM BIDANG PARIWISATA“, yang dinyatakan lulus dengan predikat “Memuaskan”.

Selamat atas diraihnya gelar Doktor  kepada Dr. Yusep Ginanjar. Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja.