
Promovendus
Laporan Kusman R, Humas FISIP Unpad
[pps.fisip.unpad.ac.id, 19/11/2021] Bandung – Jumat, 19 Agustus 2021 (09.00), Daring via Zoom.us, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Sophan Mahdiyana yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Ilmu Administrasi Peminatan Administrasi Publik ,resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.
Promovendus lahir di Ciamis, 1 Desember 1979. Beragama Islam. Anak pertama dari Endang Kusmayadi dan Enung Maskanah. Menikah dengan Nita Sri Lusiana dan dikaruniai dua orang putera, yaitu Muhammad Athaya Mahdiyana dan Muhammad Fathan Hadiyan Mahdiyana. Seluruh jenjang pendidikan dari jenjang SD dan SMA ditempuh di Ciamis. Mulai dari SDN Galuh 2 lulus tahun 1991, SMPN 1 Ciamis lulus tahun 1994 serta SMAN 1 Ciamis lulus tahun 1997. Pada tahun 1997, menempuh pendidikan S1 pada jurusan Administrasi Negara Fisip Unpad sampai selesai Tahun 2002. Menempuh pendidikan Magister Manajemen Sumber Daya Manusia di Universitas Galuh Ciamis dan lulus pada tahun 2010. Tahun 2017, mendapatkan tugas belajar untuk mengikuti pendidikan kembali di Unpad dalam bidang Ilmu Administrasi di Universitas Padjadjaran, Bandung.
Disertasi yang diujikan menurut Sophan Mahdiyana Latar belakang penelitian disertasi adalah adanya perbedaan pendapat dari para ahli mengenai efektifitas penilaian kinerja sebagai alat yang berguna untuk meningkatkan kinerja pegawai.
Penelitian tentang penilaian kinerja kemudian menyarankan konsep reaksi penilaian kinerja sebagai aspek penting yang menentukan efektivitas penilaian kinerja yang berpengaruh terhadap kinerja pegawai.
Berdasarkan penelitian terdahulu tentang hubungan antara reaksi penilaian kinerja dengan kinerja pegawai, ditemukan bahwa terdapat variabel keterikatan pegawai yang berpotensi sebagai variabel mediasi diantara variabel-variabel tersebut.
Sepanjang studi literatur yang dilakukan, belum ditemukan publikasi penelitian yang meneliti variabel-variabel penelitian tersebut sebagai suatu kesatuan atau sebagaimana model yang diusulkan pada penelitian ini, juga belum ditemukan publikasi penelitian tentang reaksi pegawai negeri sipil terhadap penilaian kinerja elektronik pada pemerintah daerah/local goverment. Sehingga hal tersebut menjadi kebaruan atau novelty penelitian ini.
Penelitian dilakukan di Kab. Ciamis karena beberapa pertimbangan yaitu Kabupaten yang telah melahirkan 2 daerah otonomi baru, mempunyai perhatian yang sangat besar pada peningkatan kinerja PNS, dan telah menerapkan penilaian kinerja secara elektronik. Penilaian kinerja elektronik diyakini sebagai bentuk transformasi manajemen sumber daya manusia sektor publik agar lebih efektif dan efisien. Hal tersebut juga didukung fenomena empiris yang ada di kabupaten ciamis yaitu reaksi pegawai atas praktek penilaian kinerja yang belum positif, keterikatan pegawai negeri sipil yang masih rendah dan kinerja pns yang belum sesuai harapan.
Sesuai dengan tujuan penelitian, penelitian ini menggunakan Mix Method Sequential Explanatory yaitu metode penelitian kuantitatif diikuti oleh metode penelitian kualitatif secara berurutan. Metode kuantitatif menggunakan teknik survey melalui angket. Sampel diambil secara probability sampling secara random. Sebanyak 96 responden dari populasi sebanyak 2.808 orang sesuai rumus dari Slovin. Pengukuran menggunakan hasil penelitian Keeping dan Levy (2000) untuk reaksi penilaian kinerja, pengukuran dari Rich et. Al.,(2010) untuk variabel keterikatan pegawai, dan pengukuran dari Gomes (2003:142) untuk variabel kinerja pegawai. Skala pengukuran menggunakan skala Likert dengan 5 poin skala. Data diolah dengan SEM-PLS dan dianalisis melalui analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Untuk metode kualitatif dilakukan melalui wawancara dengan informan serta observasi melalui pengamatan langsung di organisasi perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel berada pada kategori tinggi, reaksi penilaian kinerja mendapatkan nilai 3,71, keterikatan pegawai mendapatkan nilai 3,63 dan kinerja pegawai mendapatkan nilai 3,51. Pengujian outer model menyatakan bahwa seluruh dimensi mencerminkan variabel dan seluruh indikator mencerminkan dimensi. Sehingga dimensi dan indikator dianggap valid dan reliabel. Untuk model penelitian, goodness of fit mendapatkan nilai 0.736, qsquare mendapatkan nilai 0.793 pada kategori large predictive relevance dan variabilitas pada kategori moderate dengan nilai rsquare > 0.50. Pengujian di atas mengindikasikan bahwa model hubungan antar variabel yang diajukan pada penelitian ini sudah sangat baik. Hasil penelitian kualitatif melalui observasi dan wawancara mendukung dan memperdalam hasil penelitian kuantitatif.
Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa
- Reaksi penilaian kinerja mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keterikatan pegawai. Kontribusi pengaruh variabel reaksi penilaian kinerja terhadap kinerja pegawai sebesar 76,4%,
- Keterikatan pegawai mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Kontribusi pengaruh variabel keterikatan pegawai terhadap kinerja pegawai sebesar 48,2%,
- Reaksi penilaian kinerja mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Kontribusi pengaruh variabel reaksi penilaian kinerja terhadap kinerja pegawai sebesar 26,9%.
- Reaksi penilaian kinerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai dimediasi oleh keterikatan pegawai. Besarnya pengaruh tidak langsung atau indirect effect dari reaksi penilaian kinerja terhadap kinerja pegawai melalui keterikatan pegawai adalah sebesar 37%.
Selanjutnya, sesuai dengan kesimpulan penelitian tersebut, dapat dirumuskan temuan atau konsep baru penelitian yaitu: “Keterikatan pegawai memediasi sebagian hubungan antara reaksi penilaian kinerja dengan kinerja pegawai”.
Berdasarkan hasil penelitian dalam disertasi ini, maka saran yang diberikan pada penelitian selanjutnya, adalah:
- Penelitian pada objek dan atau lokus penelitian yang memiliki karakteristik berbeda untuk memperkuat temuan secara teoritis.
- Penelitian mengenai variabel-variabel lain yang berhubungan dengan variabel penelitian ini.
- Penelitian untuk mengoptimalkan dimensi dan indikator yang mendapatkan nilai terendah.
Sedangkan saran praktisnya adalah :
- Merekomendasikan sistem penilaian kinerja yang memenuhi rasa keadilan agar dipersepsikan lebih baik oleh pegawai. Sistem penilaian kinerja yang diusulkan dari hasil penelitian ini adalah:
- Mengkombinasikan sistem penilaian kinerja eksisting dengan force ranking method , sistem penilaian kinerja yang pengisiannya dibatasi untuk pegawai yang bersangkutan, sistem penilaian kinerja yang hasilnya terhubung dengan manajemen kepegawaian lainnya, menerapkan cascading dalam penyusunan sasaran kinerja pegawai dan standar penilaian yang lebih jelas untuk tiap jabatan.
- Meningkatkan proses penilaian kinerja yang lebih mendorong inisiatif
- Melaksanakan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pegawai dalam proses penilaian kinerja.
Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. Drs. H. Heru Nurasa., MA , Ketua Promotor . Dr. H. Entang Adhi Muhtar., Anggota Tim Promotor Dr. Hj. Ira Irawati. Dr. Hj. Candradewini serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof. Dr. H. Budiman Rusli, Ida Widianingsih, Ph.D, Dr. Hj. Sintaningrum.Representasi Guru Besar Prof. Dr. H. Nandang Alamsah Delianoor.Disertasi yang disusun berjudul “Pengaruh Reaksi Penilaian Kinerja terhadap Kinerja Pegawai yang Dimediasi oleh Variabel Keterikatan Pegawai” (Studi tentang e-kinerja pada Pemerintah Kabupaten Ciamis)”. yang dinyatakan lulus dengan predikat “Sangat Memuaskan”
Selamat atas diraihnya gelar Doktor kepada Dr. Sophan Mahdiyana Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja.