Promovenda

Laporan  Kusman R, Humas FISIP Unpad

[pps.fisip.unpad.ac.id, 24/06/2022] Bandung – Jumat , 24 Juni 2022 (13.30), Daring via Zoom.us, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Ai Nety Sumidartini yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Ilmu Administrasi Konsentrasi Administrasi Bisnis resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.

Promovenda  dilahirkan di Jakarta, 10 Juni 1968 sebagai putri Kedua dari Bapak H. Muhammad Endang Sutara (Alm.) dan Ibu Hj. Mimin Suminarsih (Alm.).

Promovendus mempunyai suami bernama H. Ir. Kuswara dan dikaruniai 2 (dua) orang putra dan putri yang bernama Nopky Answara Putra Perdana, BSQ, M.A. dan Novya Dwi Answara Putri (Studi semester Akhir di Universitas Putra Malaysia/UPM).

Riwayat Pendidikan:

  1. Pendidikan SD diselesaikan pada tahun 1980 di SDN CIPINANG JAYA Jakarta,
  2. SMP diselesaikan pada tahun 1984 di SMP Negeri  CIPINANG MUARA Jakarta,
  3. SPP -SPMA diselesaikan pada tahun 1987 di SPP-SPMA Negeri Jakarta,
  4. Sarjana (S-1) Ilmu Manajemen diselesaikan pada tahun 1996 di Sekolah Tinggi Manajemen Industri Indonesia (STMII),
  5. Program Magister (S-2) Manajemen diselesaikan pada tahun 2012 di Program Pascasarjana Universitas Jayabaya, dan
  6. Pada Semester Genap Tahun Akademik 2018/2019 masuk kuliah Program Doktor (S-3) Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Bandung.

Riwayat Jabatan/Pekerjaan:

 

  1. Tahun 1998 s/d 1990 : Mengajar di SMP Pancasila SLB sebagai Guru Bahasa Indonesia
  2. Tahun 1991 s/d 1996 : Staff di PT. Bekasi Metal Inti Megah di dept Acc dan perpajakan
  3. Tahun 1996 s/d 2018 : Direktur Keuangan di PT. Indomobil Suzuki Int’L
  4. Tahun 2018 s/d 2020 : Direktur Keuangan Perusahaan Batubara PT. Golden
  5. Tahun 2010 s/d 2014 : Guru Ekonomi dan PLBJ di Yayasan Nadhatul Wathan
  6. Tahun 2014 s/d 2015 : Dosen di Gici Bisnis School Bekasi dan Bogor

Mata Kuliah yang diampu : Matematika Bisnis, Statistik,

Manajemen Manajerial, Marketing, Perpajakan

  1. Tahun 2014 s/d 2022 sekarang :-Dosen Tetap di INSTITUT STIAMI
  2. Tahun 2017 sd 2019 : Dosen tidak tetap di Institut Teknologi dan Assayafiiyah
  3. Tahun 1987 s/d 2022sekarang :  Owner PT. Answara Sukses Perdana Indonesia
  4. Tahun2021 sd 2022 sekarang : Dosen Attahiriyah

Disertasi yang diujikan menurut Ai Nety Sumidartini Pelaku usaha kecil di pasar tradisional lingkungan perkotaan dalam praktiknya tidak seindah yang diceritakan dari sudut pandang teoritis atau sudut padang regulator. Mereka berhadapan dengan tuntutan untuk bertahan menghadapi tekanan lingkungan eksternal dan tekanan lingkungan internal. Beberapa tekanan lingkungan eksternal yang menuntut usaha kecil untuk bertahan diantaranya adalah globalisasi, perubahan situasi politik, perubahan dinamika ekonomi, perubahan perilaku konsumen, perubahan teknologi, persaingan dengan usaha besar, perubahan regulasi pemerintah, dan di Era Covid-19 belakangan ini ternyata perubahan lingkungan kesehatan masyarakat berdampak pada ketahanan usaha kecil. Sementara secara internal, usaha kecil juga berhadapan dengan tuntutan lingkungan internal seperti perputaran tenaga kerja yang cepat, kualitas sumber daya manusia yang rendah, modal yang terbatas, akses pada pemasok, akses keuangan, dan sumber daya pengetahuan. Apapun keadaannya usaha kecil harus bertahan dalam rangka menjaga keberlangsungan sumber kehidupannya.

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menilai saat ini pasar tradisional tengah menghadapi 3 tantangan besar. Berdasarkan infromasi ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Imam Hadi Kurnia, diperoleh informasi bahwa saat ini pasar tradisional tengah menghadapi 3 tantangan besar yang harus segera disikapi dalam waktu dekat. Tiga tantangan tersebut menjadi ujian ketahanan para pelaku usaha kecil di pasar tradisional. Secara makro para pelaku usaha kecil dipasar tradisional ikut berperan dalam membangung benteng yang kokoh bagi ketahanan ekonomi nasional. Tantangan pertama adalah terjadinya penurunan daya beli masyarakat. Tantangan kedua adalah minimnya peran serta pemerintah mempersiapkan para pelaku UMKM di pasar tradisional dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Tantangan yang ketiga adalah marak terjadinya pelemahan fungsi dan peran pasar tradisional.

Tuntutan keberlangsungan usaha kecil untuk tetap bertahan menghadapi aneka tekanan lingkungan tersebut dirasakan juga oleh para pelaku usaha kecil di pasar tradisional Jakarta. Upaya revitalisasi yang dilakukan Perumda Pasar Jaya dan pemerintah memang cukup membantu. Selain revitalisasi diakui oleh para pedagang bahwa Perumda Pasar Jaya membuat program keterlibatan teknologi dalam usaha mereka di pasar tradisional. Tetapi dalam praktiknya dukungan pemerintah saja tidak cukup.

Berdasarkan pengakuan para pedagang di pasar tradisonal Jakarta, salah satu upaya konvensional yang dilakukan pelaku usaha kecil di pasar tradisional untuk dapat bertahan usahanya adalah meningkatkan akses keuangan. Hal tersebut bukanlah hal yang mudah dilakukan Mayoritas usaha kecil di pasar tradisional kurang memiliki agunan sehingga terkendala dalam mengakses keuangan. Namun Akses terhadap keuangan dapat terjadi disebabkan adanya literasi keuangan (Adam et al., 2017; Ye & Kulathunga, 2019). Secara empiris literasi keuangan mencakup konsep yang dimulai dari kesadaran dan pengetahuan tentang produk-produk keuangan, institusi keuangan, dan konsep mengenai keterampilan keuangan seperti kemampuan untuk menghitung pembayaran bunga majemuk serta kemampuan keuangan yang lebih umum seperti pengelolaan uang dan perencanaan keuangan (Xu & Zia, 2012). Dengan adanya kemampuan literasi keuangan yang memadai, maka keputusan bisnis dan keuangan yang diciptakan akan menuju ke arah pengembangan yang membaik dari waktu ke waktu, meningkatkan kemampuan usaha untuk bertahan di tengah krisis dan pada akhirnya akan membuat bisnis tersebut memiliki ketahanan jangka Panjang.

Keterlibatan teknologi atau Kapabilitas E-bisnis dalam tata kelola organisasi memiliki pengaruh yang signifikan dalam kinerja. Kapabilitas E-bisnis tidak hanya menciptakan nilai tetapi juga membantu usaha kecil untuk mendapatkan berkelanjutan usaha. Kapabilitas E-bisnis muncul dari menggabungkan sumber daya teknologi informasi dan komunikasi dengan sumber daya perusahaan, keterampilan manajerial, strategi bisnis, dan sinergi. Oleh karena itu, kapabilitas E-bisnis merupakan suatu bentuk aktifitas hasil dari kegunaan internet dalam mengurus dan mendukung kegiatan bisnis dalam suatu perusahaan setiap harinya (Bentley & Whitten, 2007). Sedangkan Dave Chaffey (2007) mendefinisikan E-Business sebagai penggunaan jaringan elektronik untuk bisnis dan biasanya menggunakan teknologi web. Sedangkan menurut Lucas (2008), E-Business merujuk pada definisi yang lebih luas dari E-Commerce, tidak hanya sekedar menjual dan membeli produk atau jasa, tetapi juga melayani pelanggan, kolaborasi antar rekan bisnis dan membawa sebuah perusahaan dalam melakukan transaksi secara elektronik. E-Business tidak hanya menjual atau membeli barang dan jasa tetapi juga melayani konsumen, kerjasama dengan berbagai partner  bisnis,  melakukan E-Learning dan melakukan transaksi elektronik di dalam sebuah organisasi (Turban, 2008).

Berdasarkan pemaparan diatas penulis menangkap bahwa sumber daya yang dikuasai oleh usaha kecil di pasar tradisional menentukan kemampuan perusahaan untuk ketahanan usaha kecil pada berbagai macam krisis. Hasil studi lapangan menunjukkan bahwa para pelaku usaha kecil di pasar tradisional Jakarta mampu memanfaatkan sumber daya pengetahuanya (Literasi Keuangan dan Kapabilitas E-Bisnis) untuk meningkatkan dan menjaga keberadaan sumber daya keuangan dalam rangka menjaga kebertahanan perusahaan pada berbagai macam krisis. Secara teoritis apa yang dilakukan para usaha kecil di pasar tradisional Jakarta cocok dengan perspektif knowledgebased view theory. Para ahli sangat meyakini bahwa pengetahuan merupakan sumber daya yang berperan signifikan untuk menjaga keberlangsungan usaha kecil dan menengah (Choochote, 2013; Dragoi & Ro, 2013; Guzmán & García, 2017). Hasil pemetaan menunjukan bahwa penulis masih belum menemukan penelitian yang mengkaji tentang peran kapabilitas sumber daya pengetahuan dalam hal ini literasi keuangan dan kapabilitas e-bisnis terhadap daya tahan perusahaan kecil dalam menghadapi krisis di pasar tradisional Jakarta.

Berdasarkan Berdasarkan pemaparan tersebut peneliti meneliti bahwa ketahanan usaha ditentukan oleh Akses Keuangan, Literasi Keuangan, dan Kapabilitas E-Bisnis. Oleh karena itu, Penulis mengambil judul Pengaruh Literasi Keuangan dan Kapabilitas E-Bisnis Terhadap Ketahanan Usaha Kecil Melalui Akses Keuangan pada Pasar Tradisional yang Membuka Layanan E-Bisnis di Provinsi DKI Jakarta 2019-2021.

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. H. R. Anang Muftiadi, S.E., M.Si, Ketua Promotor . Dr. Suryanto, S.E., M.Si. Anggota Tim Promotor  Dr. Nenden Kostini, S.E., M.Si. Dr. Herwan Abdul Muhyi, S.IP., M.Si. serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Dr. Drs. H. Bambang Hermanto, M.Si. Dr. Muhammadd Benny Aleandri, S.E., M.Si. Rivani, S.IP., M.M., DBA., Representasi Guru Besar Prof.  Dr. H. Nandang Alamsah Deliarnoor, S.H., M.Hum., Disertasi yang disusun berjudul “PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN KAPABILITAS E-BISNIS TERHADAP KETAHANAN USAHA KECIL MELALUI AKSES KEUANGAN PADA PASAR TRADISIONAL YANG MEMBUKA LAYANAN E-BISNIS DI PROVINSI DKI JAKARTA PADA TAHUN 2019-2021.” yang dinyatakan lulus dengan predikat “Sangat Memuaskan”

Selamat atas diraihnya gelar Doktor  kepada Dr. Ai Nety Sumidartini Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja.