Laporan Kusman Rusmana, Humas FISIP Unpad
[pps.fisip.unpad.ac.id, 13/02/2023] Bandung – Senin,13 Pebruari 2023 (09.00), Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Muhammad Arsy Ash Shiddiqy yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Hubungan Internasional resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.
Promovendus dilahirkan di Kota Tengah pada tanggal 20 Oktober 1989 dari pasangan Bapak Alm. H. Masgaul yunus, SH., MH dan Ibu Hj. Erlenawati, S.Pd, sebagai anak pertama dari 4 bersaudara. Pernikahannya dengan Selvia Dewi Karin, S.AP dikaruniai 1 (satu) orang anak yaitu Muhammad Elsyaddad Allegra Ash Shiddiqy. Riwayat Pendidikan : Pendidikan SD diselesaikan pada tahun 2001 di SDN 001 Kepenuhan, SMP dan SMA diselesaikan di Pesantren Darul Arafah Medan pada tahun 2007, Jenjang pendidikan Sarjana Hubungan Internasional lulus pada tahun 2011 di Universitas Muhammadiyah yogyakarta, Program Magister diselesaikan tahun 2013 di Universitas Gadjah Mada, dan pada semester ganjil tahun akademik 2017/2018 masuk kuliah Program Doktor Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Bandung. Riwayat Jabatan/Pekerjaan, pada saat ini Promovendus menjabat sebagai Ketua Prodi Hubungan Internasional FISIPOL Universitas Islam Riau.
Disertasi yang diujikan menurut Muhammad Arsy Ash Shiddiqy, Kompleksitas keamanan kawasan merupakan sebuah definisi dari pola hubungan Amity dan Enmity yang terjadi dalam ruang lingkup geografis terbatas yang biasanya merupakan hasil dari efek hubungan permusuhan dalam jangka waktu yang lama dimasa lalu (Buzan, 2003). Kompleksitas keamanan Kawasan Asia Tenggara adalah keruwetan atau kerumitan permasalahan keamanan yang terjadi di Kawasan Asia Tenggara. Kondisi keamanan dikawasan Asia Tenggara memang tidak sekompleks Asia Timur dengan konflik Korsel dan Korut plus China dan jepang, atau Kawasan Asia Selatan dengan konflik India dan Pakistan. Kondisi keamanan di kawasan Asia Tenggara saat ini relatif damai dan tidak ada konflik yang terlalu signifikan, namun tidak dapat dipungkiri kemungkinan adanya ancaman perang mungkin saja terjadi di masa-masa yang akan datang. Kompleksitas keamanan kawasan Asia Tenggara mulai dari sengketa perbatasan, perebutan sumber daya alam, drug and terrorism, kehadiran China di kawasan, hinga security dilemma dan arm races yang terjadi di kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan kompleksitas keamanan tersebutlah Indonesia wajib meningkatkan kemampuan militer dan pertahanan negara salah satunya melalui pengembangan kemampuan industri pertahanan dalam negeri yaitu PT. Pindad.
Keamajuan dan perkembangan industri pertahanan di zaman modern ini adalah mutlak untuk dilakukan, selain untuk memenuhi kebutuhan pertahanan dalam negeri juga bisa menjadi aspek penggentar bagi negara-negara yang ingin mencoba menggangu kedaulatan sebuah negara. Untuk menghadapi kompleksitas keamanan di kawasan Asia Tenggara, Indonesia memiliki strategi yaitu melalui pengembangan kemampuan PT. Pindad sebagai salah satu industri pertahanan dalam negeri. Produk militer PT. Pindad cukup membanggakan, sudah mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan pertahanan dalam negeri dan juga untuk komersil ke berbagai negara. Produk militer PT. Pindad mulai dari senapan berbagai varian, munisi berbagai kaliber, kendaraan tempur dan taktis berbagai jenis, serta sudah mampu mengembangkan medium tank.
Meskipun kondisi keamanan di Kawasan Asia Tenggara relatif aman dan tidak ada konflik yang signifikan, serta banyaknya wadah dan rezim kerja sama keemanan sebagi wujud dari Regional Security Complex Kawasan Asia Tenggara. Namun tidak bisa dipungkiri kompleksitas keamanan tetap saja harus menjadi perhatian penting bagi Indonesia. Dengan memberikan penekanan pada analisis perkembangan industri pertahanan PT. Pindad. Penelitian ini mencoba untuk menjawab permasalahan yang ada yaitu bagaimana kompleksitas keamanan di kawasan Asia Tenggara mampu dihadapi Indonesia dengan cara meningkatkan kemampuan industri pertahanan dalam negeri Indonesia yaitu PT. Pindad.
Penelitian yang secara spesifik mengangkat tema tentang keterkaitan antara perkembangan industri pertahanan dengan kompleksitas keamanan Kawasan masih sangat terbatas. Pada kesempatan ini peneliti mengelompkakan studi terdahulu kedalam 2 bagian, yaitu terkait kompleksitas atau kondisi keamanan Kawasan Asia Tenggara secara umum dan terkait perkembangan industri pertahanan dalam negeri Indonesia PT. Pindad. Pertama kajian tentang kondisi keamanan Kawasan Asia Tenggara secara umum yang dilakukan oleh (Cheng & Chwee Kulk, 2016) dalam tulisan ini menjelaskan tentang stabilitas keamanan Kawasan Asia Tenggara sangat dipengaruhi oleh konflik perbatasan antar negara ASEAN seperti Indonesia, Malaysia, dan Singapura, begitu juga dengan sengketa Thailand, kamboja, dan Laos, serta tentunya sengketa perbatasan laut China selatan yang melibatkan mayoritas negara ASEAN Vs China. Selanjutnya tulisan dari (Joshy M. Paul, 2010) yang menjelaskan tentang peran negara diluar Kawasan Asia Tenggara untuk menjaga stabilitas keamanan Kawasan. Yaitu dengan keterlibatan negara-negara besar di Asia seperti China, Jepang, dan India serta keikutsertaan Amerika dalam memainkan peran penting sebagai stabilitator keamanan Kawasan Asia Tenggara.
Kedua adalah beberapa penelitian terkait perkembangan industri pertahanan dalam negeri Indonesia PT. Pindad. Penelitian yang lakukan oleh (Santiko & Agustien, 2022) tentang kerja sama industri pertahanan Indonesia-Perancis dalam memenuhi MEF TNI, pada tulisan ini diuraikan bagaimana efektifitas kerja sama antara PT. Pindad dengan beberapa industri pertahanan Perancis seperti Nexter dan Renault Truck Company dalam menghasilkan produk militer seperti Panser dan Kendaraan Taktis lainnya. Kemudian penelitian dari (Diah Andaria & Larasati, 2019) terkait performa PT. Pindad dalam penjualan produk militer ke berbagai negara. Pada tulisan ini dijelaskan tentang kemampuan PT. Pindad dalam melakukan pemasaran produk militer ke berbagai negara, dan hasilnya untuk sekala negara-negara Kawasan Asia Tenggara cukup baik. PT. Pindad mampu menjual Senapan SS berbagai varian ke beberapa negara Afrika seperti Nigeria, Zimbabwe, dan Mozambik. Negara tetangga Thailand, Singapore, dan Filipina juga kerap menjadi konsumen Senjata buatan Pindad tersebut. Sementara Panser Anoa dengan berbagai jenis, dibeli oleh Brunei Darussalam, Malaysia, Bangladesh, irak, Nepal, hingga Timor Leste.
Dalam penelitian ini, penulis akan menggunakan posisi yang berbeda, yang menjadi objek dari penelitian ini adalah pengembangan kemampuan industri pertahanan dalam negeri Indonesia (PT. Pindad) sebagai strategi untuk menghadapi kompleksitas keamanan di kawasan Asia Tenggara. Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang banyak berfokus pada kondisi umum keamanan Kawasan Asia Tenggara dan proses bisnis yang dijalankan oleh industri pertahanan seperti PT. Pindad.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada informan yang memahami permasalahan penelitian. Informan penelitian dipilih secara purposive (sengaja) berdasarkan kedudukan dan sumbangsih pemikiran mereka dalam pengembangan industri pertahanan dalam negeri Indonesia baik dari Kementrian Pertahanan, Mabes TNI-AD, PT. Pindad, hingga pengamat dan akademisi pertahanan. Data sekunder diperoleh dari informasi berbagai dokumen, laporan, artikel jurnal serta informasi website. Teknik Analisis Data dilakukan melalui 3 (tiga) tahapan yaitu membaca transkrip hasil investigasi lapangan, kemudian mengelompokkannya sesuai dengan kategori-kategori yang telah ditentukan serta menginterpretasikan melalui proses kontekstualisasi. Sedangkan uji Validitas Data dilakukan melalui teknik triangulasi yaitu triangulasi metode, sumber dan teori.
Penyusunan disertasi ini telah sesuai dengan sistematika berdasarkan ketentuan yang berlaku pada Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Secara garis besar sistematika penulisan terdiri dari 7 (tujuh) bab, yang terdiri dari Pendahuluan, Tinjauan Pustaka, Metode Penelitian, Kompleksitas Keamanan Kawasan Asia Tenggara, Perkembangan Industri Pertahanan Dalam Negeri Indonesia, Peningkatan Kemampuan Industri Pertahanan Dalam Negeri Indonesia (PT. Pindad) Sebagai Strategi menghadapi Kompleksitas Keamanan Kawasan Asia Tenggara, serta bab terakhir simpulan dan saran.
Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang, Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. Wawan Budi Darmawan, SIP.,M.Si , Ketua Promotor . Prof. Dr. Arry Bainus, M.A , Anggota Tim Promotor Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Dr. Arfin Sudirman, MIR serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof. Drs. Yanyan Mochamad Yani, MAIR.,Ph.D, Prof. Muradi, S.S., M.Si., M.Sc., Ph.D, Dr. Wawan Budi Darmawan, S.IP.,M.Si Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. H. Sam’un Jaja Raharja, M.Si,Disertasi yang disusun berjudul “PERKEMBANGAN INDUSTRI PERTAHANAN DALAM NEGERI INDONESIA SEBAGAI STRATEGI MENGHADAPI KOMPLEKSITAS KEAMANAN KAWASAN ASIA TENGGARA (STUDI PADA PT. PINDAD)”. yang dinyatakan lulus dengan predikat “ Sangat Memuaskan”
Selamat atas diraihnya gelar Doktor kepada Dr. Muhammad Arsy Ash Shiddiqy Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja.


