Laporan Kusman R, Humas FISIP Unpad
[pps.fisip.unpad.ac.id, 14/08/2023] Bandung – Senin, 14 Agustus 2023 (10.00), Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Anita Maulina yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Ilmu Administrasi Konsentrasi Administrasi Bisnis resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.
Promovenda dilahirkan di Jakarta pada tanggal 6 Januari 1984 dari pasangan Alm. Bapak Sunaryo dan Alm. Ibu Kasin Mutik sebagai anak bungsu dari 8 bersaudara. Pernikahannya dengan Palal Mulandanu., S.Kom telah dikaruniai 2 (dua) orang anak yaitu Bintang Dzikra Alifiandra dan Elzira Sashikirana.
Riwayat Pendidikan:
Pendidikan SD diselesaikan pada tahun 1996 di SDN 03 Jakarta. SMP diselesaikan di SMPN 78 Jakarta pada tahun 1999, SMA diselesaikan di SMAN 1 Jakarta pada tahun 2002. Jenjang Pendidikan Sarjana di selesaikan di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia pada tahun 2008. Program Magister diselesaikan pada tahun 2014 di Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI dan pada semester Genap 2019/2020 mulai masuk kuliah Program Doktoral Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Padjadjaran Bandung. Riwayat pekerjaan yaitu pada saat ini Promovendus menjabat sebagai Dosen Tetap di Prodi Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Administrasi Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI.
Disertasi yang diujikan menurut Anita Maulina, Perekonomian di Provinsi DKI Jakarta disumbangkan oleh tiga sektor lapangan usaha utama yaitu manufacturing, jasa konstruksi dan industri perdagangan besar dan eceran, serta reparasi mobil dan sepeda motor. Ketiga lapangan usaha utama tersebut mengalami fluktuasi yang disebabkan keterbatasan lahan, harga tanah yang relatif mahal, tingginya upah minimum regional serta pasokan air bersih yang terbatas sehingga dapat dimungkinkan sektor dominan ini dapat bergerak menurun. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk mendorong sumber pertumbuhan ekonomi sektor lain sehingga mampu menopang lini perekonomian Provinsi DKI Jakarta di masa depan salah satunya sektor pariwisata.
Badan Pusat Statistik mencatat bahwa terdapat 2.552 perusahaan pengelola destinasi pariwisata komersial di Indonesia pada tahun 2020. Jumlah tersebut terbagi kedalam enam kelompok destinasi wisata yaitu Daya Tarik Wisata Buatan, Daya Tarik Wisata Alam, Wisata Tirta, Daya Tarik Wisata Budaya, Kawasan Pariwisata dan Taman Hiburan dan Rekreasi. Pada Provinsi DKI Jakarta, kelompok jenis wisata budaya adalah kelompok destinasi wisata terbanyak namun memiliki jumlah wisatawan yang paling sedikit.
Di kota besar seluruh Indonesia terdapat kota yang memiliki nuansa era peninggalan kolonial dan terdapat bangunan yang merupakan cagar budaya yang dijadikan sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya. Namun, kota yang bernuansa era peninggalan zaman kolonial tersebut tidak memiliki konsep wisata sejarah dan budaya yang terorganisir. Hanya Kota Tua Jakarta yang memiliki konsep wisata sejarah dan budaya yang jelas karena terdapat banyak museum sebagai tempat menyimpan barang bersejarah serta memiliki manajemen pengelola khusus yang berada dibawah pengawasan langsung oleh Pemerintah Propinsi DKI Jakarta. Namun demikian, hanya 2% dari bangunan yang terdaftar di zona konservasi adalah bangunan milik pemerintah, 50% dimiliki oleh pihak BUMN sedangkan 48% dimiliki oleh pihak swasta atau perseorangan (Cipto, 2018).
Sebagai upaya peningkatan jumlah wisatawan, strategi pemasaran yang dapat dilakukan yaitu melalui komunikasi electronic word of mouth. Namun sayangnya, komunikasi EWOM ini masih kurang dimanfaatkan oleh pengelola Kawasan Kota Tua Jakarta. Terbukti pada laman www.tripadvisor.com hanya terdapat 2016 reviews tentang Kota Tua Jakarta dan jauh berada di bawah reviews tentang Monas,TMII, Grand Mall Indonesia, dan Masjid Istiqlal. Pengelola Kawasan Kota Tua Jakarta juga tidak memberikan respon terhadap ulasan yang ditulis oleh wisatawan. Selain itu juga terdapat ulasan buruk dan sangat buruk yaitu sebesar 13,9% dari total ulasan. Wisatawan mengeluhkan suasana yang terkesan kumuh, tidak beraturan, banyak sampah dan terkesan seperti pasar malam serta banyaknya preman dan copet. Bahkan ulasan tersebut ada yang berasal dari wisatawan asing (Manila, New York, Singapura). Media sosial Instagram dari Unit Pengelola Kawasan Kota Tua masih memiliki postingan dan pengikut yang lebih sedikit dibandingkan dengan destinasi wisata lain di Jakarta. Survey yang dilakukan oleh Bank Indonesia pada tahun 2018 juga menyimpulkan bahwa sekitar 18% wisatawan tidak ingin kembali berwisata ke Kota Tua Jakarta. Rata-rata alasan wisatawan yaitu bahwa Kawasan Kota Tua Jakarta merupakan jalur macet karena tidak tertatanya para pedagang kaki lima, adanya parkir ilegal di pinggir jalan, adanya vandalisme serta faktor kebersihan yang masih minim (Anugrah et al., 2022).
Museum yang ada juga tidak didukung oleh teknologi canggih yang mampu menghidupkan suasana era kolonial sebenarnya maupun untuk sarana edukasi. Bentuk desain interior museum sudah terlihat kaku dan kuno serta tidak mengikuti perkembangan teknologi saat ini. Hal tersebut mengakibatkan rendahnya minat wisatawan untuk mengeksplorasi benda-benda seni bersejarah yang dipamerkan sehingga berdampak pada rendahnya destination brand experience Kawasan Kota Tua Jakarta. Apabila hal ini tidak segera dilakukan perbaikan, maka dikhawatirkan Kota Tua hanya akan menjadi Kota Sejarah yang mulai dilupakan.
Brand Experience diperkenalkan pertama kali oleh Brakus tahun 2009. Kemudian pada tahun 2014 Barnes et al., mengaplikasikan brand experience pada destinasi wisata pedesaan dan memberikan kesimpulan bahwa destination brand experience adalah penentu yang signifikan dalam kepuasan wisatawan, niat berkunjung dan niat merekomendasikan.
(Ahn & Back, 2018) juga melakukan studi terkait destination brand experience pada resort terpadu yang menyimpulkan bahwa dimensi afektif dan perilaku sangat mempengaruhi niat perilaku. Sedangkan studi lainnya yang dilakukan oleh (Ahn & Back, 2019) pada wisata kapal pesiar memberikan kesimpulan bahwa pengalaman sensorik dan intelektual secara signifikan mempengaruhi kepuasan wisatawan dan niat perilaku. (Singh & Mehraj, 2019) juga melakukan studi destination brand experience pada wisata pegunungan di India.
(Kumar & Kaushik, 2018) melakukan studi pada gabungan wisata ziarah, spritual dan petualangan. Mereka menyimpulkan bahwa wisatawan yang terlibat dengan suatu destinasi wisata baik secara online bahkan offline, kemungkinan besar akan
merekomendasikan destinasi wisata tersebut kepada orang lain yang kemungkinan besar akan melakukan kunjungan berulang. Penelitian yang berlokus di Kota Tua Jakarta telah banyak dilakukan, diantaranya yaitu berfokus pada arsitektur bangunan adaptive reuse (Esti Syafitri et al., 2021; Rahman et al., 2015; Sari & Purwantiasning, 2018; Viter, 2014), motivasi wisata (Damanik et al., 2019) dan komunitas wisata (Arifin, 2017). Penelitian yang mengangkat tema Destination Brand Experience pada wisata Kota Tua belum pernah dilakukan di Indonesia.
Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian eksplanasi yang menguji hubungan antar-variabel yang dihipotesiskan dan menggunakan pendekatan kuantitatif dan olah data dengan bantuan aplikasi SmartPLS. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wisatawan nusantara yang datang ke Kawasan Kota Tua Jakarta yang datang secara individu atau kelompok keluarga serta memilih Kawasan Kota Tua sebagai destinasi wisata dan dengan radius lebih dari 10 km dari tempat tinggal. Peneliti menyebarkan kuisioner kepada 450 responden dan hanya 406 yang dikembalikan. Setelah dilakukan skrening, kuisioner yang dapat diolah lebih lanjut hanya berjumlah 317 dan sampel penelitian ini sudah melebihi angka minimum sampel.
Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. H. R. Anang Muftiadi, S.E., M.Si, Ketua Promotor . Dr. Drs. Iwan Sukoco., M.Si Anggota Tim Promotor Dr. Drs. H. Bambang Hermanto., M.Si, Dr. Nenden Kostini., S.E., M.Si. serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Dr. H. R. Anang Muftiadi, S.E., M.Si. Dr. Arianis Chan, S.IP., M.Si. Dr. Tetty Herawaty, S.P., M.Si. Representasi Guru Besar Prof. Dr. H. Nandang Alamsah Deliarnoor, S.H., M.Hum.,Disertasi yang disusun berjudul “PENGARUH DESTINATION BRAND EXPERIENCE TERHADAP INTENSI KUNJUNGAN BERULANG DAN ELECTRONIC WORD OF MOUTH MELALUI KEPUASAN WISATAWAN DI KAWASAN KOTA TUA JAKARTA TAHUN 2020-2022” yang dinyatakan lulus dengan predikat “Sangat Memuaskan”
Selamat atas diraihnya gelar Doktor kepada Dr. Anita Maulina Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja


