Laporan Kusman R, Humas FISIP Unpad
[pps.fisip.unpad.ac.id, 14/08/2022] Bandung – Senin, 14 Agustus 2023 (13.300), Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Diana Prihadini yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Ilmu Administrasi Konsentrasi Administrasi Bisnis resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.
Promovenda dilahirkan di Jakarta pada tanggal 3 Oktober 1977 dari pasangan Bapak Alm. H. Dasril Ma’asar dan Ibu Hj. Titin Pribach, sebagai anak pertama dari dua bersaudara. Pernikahannya dengan Krishantoro,SH,MA dikaruniai 3 (tiga) orang anak yaitu Raka Aulia Diantoro,S.AP. , Raffly Reihan Diantoro, dan Rania Aurel Putri Diantoro.Riwayat Pendidikan : Pendidikan SD diselesaikan pada tahun 1989 di SDN Poncol Indah Kota Bekasi, SMP diselesaikan pada tahun 1992 di SMPN I Pondok Gede Kota Bekasi, SMA diselesaikan pada tahun 1995 di SMAN 67 Halim PK Jakarta, Jenjang pendidikan Sarjana Adm Fiskal lulus pada tahun 1999 di STIAMI, Program Magister diselesaikan tahun 2012 di Institut STIAMI , dan pada semester ganjil tahun akademik 2019/2020 masuk kuliah Program Doktor Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Bandung. Riwayat Jabatan/Pekerjaan, pada saat ini Promovendus menjabat sebagai Dekan Fakulitas Ilmu Administrasi Institut STIAMI Jakarta.
Disertasi yang diujikan menurut Diana Prihadini, Indonesia adalah negara yang terkenal dengan keanekaragaman kesenian dan budaya. Salah satu yang populer diantaranya, berasal dari bidang fashion adalah batik. Batik Indonesia telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan non-bendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009. Industri batik mendapat pengembangan karena dinilai mempunyai daya ungkit besar dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, produk batik menjadi salah satu penyebab tumbuhnya sektor tekstil dan pakaian jadi di Indonesia.
Berdasarkan data Kemenperin, saat ini ada 200.000 tenaga kerja dalam industri batik nasional dalam 47.000 Unit usaha yang tersebar dalam 101 sentra industri batik. Berdasarkan data Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Kementerian Perindustrian, ada sekitar 3.159 unit usaha batik yang tercatat di seluruh Indonesia.
Cirebon yang merupakan salah satu sentra batik dan telah mengukir peranan panjang hingga saat ini (Mujiatun & Handayani, 2018). Cirebon sebagai salah satu daerah populer penghasil batik di Indonesia merupakan sebuah kota memiliki lokasi yang strategis dan menjadi simpul pergerakan transportasi antara Jawa Barat dan Jawa Tengah (dikutip dari situs Pemerintah Provinsi Jawa Barat 2021). Industri kecil dan menengah (IKM) batik Cirebon berkembang pesat, hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah unit usaha batik di Kabupaten Cirebon. Salah satu perkembangan dibidang tekstil ada di wilayah Trusmi Kecamatan Pleret Kabupaten Cirebon. Batik Trusmi merupakan sebuah sentra batik yang menguasai perdagangan batik pesisiran khususnya di Cirebon. Batik Trusmi juga merupakan ikon Kota Cirebon sebagai kampung Batik yang sangat terkenal sampai mancanegara.
Berdasarkan data Disperindag Kabupaten Cirebon, pada tahun 2021 terdapat 597 Unit usaha dengan jumlah tenaga kerja mencapai 4.679 orang,dalam data yang dikeluarkan oleh dinas perdagangan kabupaten Cirebon tahun 2022,Industri Batik menduduki peringkat ke- 4 sebagai penopang perekonomian Cirebon.Namun Covid 19 membuat Industri Batik Trusmi terkena dampak yang luar biasa,dengan banyaknya pengusaha batik trusmi yang tidak dapat bertahan menghadapi ketidakpastian dalam menjalankan bisnis ini.
Knowledge-Based View (KBV) mengakui bahwa pengetahuan menjadi sumber daya yang kritis dalam menciptakan keunggulan kompetitif bagi perusahaan (Grant, 1996; J.-C. Spender & Marr, 2012), Kondisi ini menyebabkan pelaku usaha harus mampu memilih strategi atau pendekatan yang tepat agar dapat menjaga keberlangsungan usahanya. Salah satu pendekatan yang sesuai dengan kondisi UKM dengan pendekatan Entrepreneurial Marketing. Entrepreneurial Marketing merupakan interface antara pemasaran dan kewirausahaan (Gerald E Hills et al., 2008; Michael H. Morris et al., 2002). Fokus dari perspektif Entrepreneurial Marketing adalah pemasaran yang dilakukan dengan pendekatan kewirausahaan, inovatif dan berbasis peluang (Sahid & Hamid, 2019). Kinerja juga didefinisikan sebagai keberhasilan personel dalam mewujudkan sasaran strategi di empat perspektif yaitu keuangan, pelanggan, proses, serta pembelajaran dan pertumbuhan (S. Yang & Wu, 2021). Ditempat lain, Astuti et al., (2019) mendefinisikan inovasi merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kinerja dalam UMKM. Inovasi menjadi semakin penting sebagai sarana bertahan, bukan hanya pertumbuhan menghadapi ketidakpastian lingkungan dan kondisi persaingan bisnis yang semakin meningkat. Penelitian tentang Entreprenurial Marketing,masih sangat sedikit yang mengekplorasi lebih jauh mengenai peran dimensi-dimensi Entrepreneurial Marketing pada kesuksesan bisnis dalam konteks perusahaan menengah dan kecil yang menggunakan obyek penelitian perusahaan mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di industri ekonomi kreatif di Indonesia,khususnya dibidang industry Batik. Disamping itu, hingga saat ini juga belum banyak penelitian mengenai Entrepreneurial Marketing yang dilakukan di Indonesia dengan mempertimbangkan aspek inovasi produk sebagai faktor yang diidentifikasi dapat memoderasi pengaruh Entrepreneurial Marketing terhadap kesuksesan bisnis UMKM.
Penelitian ini menggunakan paradigma positivisme dengan pendekatan kuantitatif.Dengan Teknik Purposive Sampling, yaitu pengambilan sampel dilakukan dengan cara memilih responden karena memiliki pertimbangan tertentu. Pertimbangan peneliti dalam mengambil sampel ini sebagai berikut:1. Mempunyai outlet untuk menjual hasil produksinya,2.Mempunyai karyawan untuk melayani pelanggannya,3Termasuk dalam kategori usaha kecil dan menengah ,dan sampel dalam penelitian ini adalah 156 responden.Menggunakan analisis statistika inferensial dilakukan dengan menggunakan Partial Least Square dengan metode Structural Equation Modeling (SEM). Tujuan dari pemodelan PLS terutama untuk memperkirakan varians dan pada gilirannya akan dapat mencerminkan manifes dari variabel endogen. SEM dapat dilihat sebagai kolaborasi dari confirmatory factor analysis (analisis faktor), dan path analysis (analisa jalur).
Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. H. R. Anang Muftiadi, S.E., M.Si, Ketua Promotor . Dr. Drs. Iwan Sukoco., M.Si Anggota Tim Promotor Dr. Drs. H. Bambang Hermanto., M.Si, Dr. Pratami Wulan Tresna,S.Sos,MSi. serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Dr. Herwan Abdul Muhyi,S.IP, MSi. Dr. Tetty Herawaty, S.P., M.Si. Dr. Margo Purnomo,S.IP,MM Representasi Guru Besar Prof. Dr. H. Nandang Alamsah Deliarnoor, S.H., M.Hum.,Disertasi yang disusun berjudul “PENGARUH ENTREPRENEURIAL MARKETING TERHADAP KINERJA USAHA MELALUI INVOSI PRODUK SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA USAHA BATIK TRUSMI CIREBON TAHUN 2020 – 2022” yang dinyatakan lulus dengan predikat “Sangat Memuaskan”
Selamat atas diraihnya gelar Doktor kepada Dr. Diana Prihadini Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja


