Laporan  Kusman Rusmana, Humas FISIP Unpad

[pps.fisip.unpad.ac.id,] Bandung – Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Lik Gayantini Ari yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Ilmu Administrasi Konsentrasi Administrasi Bisnis resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.

Promovenda dilahirkan di Bandung pada tanggal 17 September 1963 dari pasangan  Bapak Alm. Kolonel (purn) H. Rd. Suparto Cokrohudoyo dan Ibu Almh. Hj. Rr. S. Dolly S. Abdul Badar sebagai anak ke lima dari lima bersaudara. Promovenda bersuamikan Ir. Ari S. Oetjok Notokusumo MS., M.SE,. Riwayat Pendidikan :  Sekolah Dasar di SD Angkasa Husein SN, dilanjutkan ke SMPN I Bandung, kemudian  pada SMA St. Angela di Bandung. Jenjang pendidikan Sarjana diselesaikan di UT PT Krakatau Steel. Sedangkan Program Magister di SBM Institut Teknologi Bandung, dan pada semester ganjil tahun akademik 2019 masuk kuliah Program Doktor Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Bandung. Riwayat Jabatan/Pekerjaan, pada saat ini Promovenda sebagai Dosen Paruh Waktu di School Business of Management – ITB, dan sebagai Tim Ahli Percepatan pengembangan Pasar Rakyat di Jawa Barat, juga sebagai Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah Jawa Barat.

Disertasi yang diujikan menurut Lik Gayantini Ari,

  1. Perubahan di Pasar Rakyat Jawa Barat yang berorientasi pada Market (Market Driven Orientation)
  2. Perubahan di Pasar Rakyat Jawa Barat yang dilakukan dalam membangun sebuah Ekosistem
  3. Hasil Penelitian dengan analisa Inovasi, Kolaborasi, Socipreneurship, Daya Saing dan Sucioculture
  4. Membangun transformasi pasar dengan membuat Platform

Promovenda melakukan penelitian dengan melihat 5 variabel yaitu Sociopreneurship, Kolaborasi dan Inovasi, Sociocuture dan Daya Saing

Promovenda melakukan pada 2 lokasi penelitian, Yaitu Pasar Atas Baru, Kota Cimahi dan Pasar Cihapit Kota Bandung. Dengan menyebarkan questioner di 50 pasar di seluruh jawa barat untuk masing2 2 sample yaitu pedagang dan pengelola, sehingga total 100 sample.

Dari 5 Variabel ini akan promovenda bahas secara singkat bahwa  penelitian di awali dengan pendekatan Socio culture , yang memiliki 2 Dimensi yaitu Socio dan Culture. Didalam penelitian ini dibidang socio kami membuat tempat penitipan anak, sekolah pasar untuk anak pedagang

Pada Bidang Cultural  salah satunya dinamakan rabu nyunda, dimana membiasakan  pedagang dengan berperilaku dalam pelestarian budaya sunda yaitu menggunakan pakaian adat priangan bagi seluruh pedagang wanita dengan mengenakan kebaya, dan pedagang pria menggunakan baju sunda yang dinamakan baju pangsi

pada penelitian di Pasar Cihapit untuk bidang inovasi yang menonjol bersamaan dengan bencana covid-19  dengan dimensi market innovation adalah hadirnya e-commerce walaupun secara sederhana dengan penjualan secara online baik menggunakan platform seperti toko pedia atau sejenisnya bahkan pengelola pasar menjadi operator dalam menerima pesanan pelanggan Pasar Cihapit, via telepon. Dan dibantu dalam distribusi kepada pelanggan memanfaatkan ojek pangkalan dan becak

Pada dimensi Service Inovation, secara massif pembeli tidak lagi menggunakan pembayaran secara tunai dengan sebutan cashless.  Pemanfaatan teknologi digital seperti yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia yaitu QRIS (…….), menjadi motor penggerak cashles, kemudian pembayaran lain yaitu  menggunakanTransfer dari rekening pembeli ke rekening pedagang secara langsung, dalam hal ini bekerjasama dengan perbankan BRI, BJB dan bank lain yang memiliki nasabah di Pasar rakyat.

Sementara di Pasar Atas Baru Kota Cimahi yang sangat menonjol pada saat promovenda melakukan penelitan dan terlibat langsung pada kegiatan-kegiatan pendampingan, terlihat

Pada Variabel Kolaborasi dengan dimensi Governance, sebagaimana Promovenda menjadi TIM Akselesari Jabar Juara pada bidang Pasar Rakyat, bahwa dengan keterlibatan langsung dari pemerintah provinsi bersama Pemerintah Daerah Kota Cimahi melakukan merevitalisasi pasar di Cimahi. Revitalisasi ini bukan hanya pembangunan fisik dan infrasstruktur pasar, bahkan bagaimana pasar itu memiliki  standarasi yang layak untuk dilakukan revitalisasi. Dengan dibuat kriteria-kriteria sesuai harapan pasar yang ada di jawa Barat.

Dimensi Administrasi yang sangat dapat dibanggakan pada Pasar Atas Baru Kota Cimahi adalah dengan mendapatkannya sertivikat dari Badan Standarisasi Nasional (BSN) yaitu Pasar Ber SNI

Promovenda dalam hal ini turut berperan di dalam melakukan perumusan RSKKNI (Rancangan …. Pengelola Pasar) di Kementrian Perdagangan Republik Indonesia.

Pada Variabel Sociopreneurship, dimana dimensi Social Value bahwa Pasar dan Pedagang terlihat debih mandiri, dimana keuntungan lokasi pasar atas cimahi berbatasan dengan Kota Bandung, yang rata-rata penduduknya adalah pekerja dari Kota Bandung. Lokasi ini sangat menguntungkan bagi pedagang pula, dikarenakan bersebelahan dengan kabupaten Bandung Barat yang banyak memiliki hasil bumi / kebun yang langsung dijual kepasar ,

Dimensi civil Society, dibentuk dengan kepedulian yang tinggi dari keikutsertaan Istri Gubernur , dalam menggerakkan komunitas pecinta pasar, ibu-ibu kepala daerah kabupaten dan kota dan SKPD2 terkait di pasar.  Duta Pasar Rakyat  dinobatkan oleh Gubernur Jawa BArat

Dimensi Innovation sebagai contoh di pasar atas baru Cimahi diperlengkapi dengan peralatan monitoring 12 bahan kebutuhan pokok yang disponsori oleh Bank Indonesia. Fungsi dari papan harga ini selain untuk mengetahui dan memonitor harga/harga pokok setiap hari juga menjadi factor penunjang utama pengendalian inflasi daerah

Pada Variabel Sociopreneurship dengan Dimensi Economy Activity dibentuk sebuah koperasi pedagang.

Kususnya di Pasar Cihapit, Promovenda membentuk koperasi Syariah BAITULMALL ATTA,WIT, dimana koperasi pedagang maupun BMT bukan hanya berfungsi untuk permodalan yang cost of fund dan interest rendah, juga untuk menyelamatkan pedagang dari renternir yang banyak,

Disetiap pasar dibangun akan kekhususan produk-produk tertentu, misalnya di pasar atas cimahi dan pasar Cihapit memiliki unggulan pada sayur mayur dan buah-buahan organic. Dengan keterlibatan dan bantuan dari Dinas Industri dan Perdagangan Jawa Barat serta Disdagin (dinas Industri, Koperasi, Perdagangan0, Dinas Ketahanan Pangan  Jawa Barat maupun Kota Cimahi dan Kota Bandung.

Pada Variabel Daya Saing, dengan dimensi Diferent Quality. Lomba pasar dengan sebutan Pasar Rakyat Juara Jawa Barat. Kedua pasar ini berhasil memperoleh peringkat Standar nasional Indonesia untuk Pasar Atas Cimahi, dan Pasar Cihapit berhasil lolos dalam penilaian Standar yang menjadi kriteria Pasara Juara Di Jawa Barat.

Promovenda berperan aktiv dalam menyusun kriteria pasar Juara Barat bersama Kementrian Perdagangan, Badan Standarisasi Nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bank Indonesia, Pemerintah Daerah di 27 Kota Kabupate, Fisip Universitas Pajajaran, SBM  ITB dan National University of Singapore (ada gift dari NUS yang berisi Promovenda sebagai narasumber pada pada buku Tropical Marketplace in Bandung)

Promovendus menjadi salah satu pembimbing dan penggerak pasar, sehingga kedua pasar ini mampu berprestasi. Dengan program strategis dari Gubernur Jawa Barat berupa Pasar Juara, Provinsi Jawa Barat mendapatkan penghargaan dari Kementrian Perdagangan.

Dimensi Diferent Price, Dipasar Cihapit dan pasar atas cimahi dikarenakan produknya berkualitas, maka pertimbangan harga itu lebih ke price quality.

Contoh beras di kedua pasar harganya tidak murah, tetapi mempunyai kualitas unggul, sehingga menjadi segmen tertentu. Bahkan ada salah satu  pedagang diPasar Cihapit menjadi pemasok beras utama bagi CFC se jawa barat. Dan mohon maaf beras tersebut ada di dalam goody bag yang bapak ibu sekalian untuk dicicipi.

Promovenda didalam membantu perubahan di jawa barat, secara tidak langsung membangun sebuah ekosistem yang mendukung perubahan pasar bersama

  1. Stake holder pertama Pemerintah (Pemprov, Walikota / Bupati) dan jajarannya di dalam mendorong dan membangun kepedulian pasar di dalam pengendalian inflasi dan kesejahteraan pedagang, melalui TPID dan TP2 D
  2. Stakeholder ke dua Lander dalam hal ini Bank Indonesia banyak berperan aktiv dalam bantuan yang dibutuhkan pedagang pasar, khususnya pada saat covid memberikan bantuan sarana cuci tangan dan sarana cashless. Dalam pengendalian inflasi Pasar-pasar menjadi ujung tombak, sehingga diberikan fasilitas  berupa LED layar informasi harga, jaringan dan koneksi wifi. Sementara Perbankan (BRI, BJB)  membantu memperlancar pedagang pasar untuk mempermudah pembayaran retribusi dan sewa.
  3. Stakeholder ke 3, CSR melalui BUMN Hadir Untuk Negri, membantu terbangunnya tempat penitipan anak dan sekola pasar yang merupakan dalam CSR BUMN PT Pupuk Kujang dan 13 perusahaan lainnya. Sedangkan Untuk memperindah beberapa pasar kami mendapat bantuan cat. Bekerjasama dengan FSRD dan SBM ITB  dalam melakukan design dan pengecatan
  4. Stakeholder Pemilik / pasar, dimana promovenda juga terlibat dalam pengembangan berupa sosialisasi, bimbingan Teknis, pelatihan dan workshop kepada pengelola pasar maupun pedagang pasar.
  5. Stakeholder Komunitas, dibentuknya Duta – duta Pasar baik di provinsi, yang dipimpin oleh istri gubernur dan di daerah digerakkan oleh istri Walikota dan Istri Bupati. Komunitas Ikatan Istri Dokter dalam hal membantu pelayanan kesehatan secara rutin kepada pedagang, dan komunitas-komunitas yang lain yang ikut berperan Cinta Berkain, Kebaya, Nusantara. Mahasiswa2 Pecinta Pasar baik dari SBM ITb,FSRD, Telkom, Fisip Unpad
  6. Sebagai stake holder ke 6 Asosiasi Pedagang Seluruh Indonesia
  7. Stakeholder pelanggan yaitu membuat pasar lebih bersih, lebih indah dan pedagang lebih gembira, lebih ramah berdasarkan masukan dari pelanggan

Stakeholder ke 8 adalah Pedagang, dimana promovenda juga menjadi pedagang di pasar untuk bersama-sama warga pedagang dipasar memberikan perubahan dengan membangun arisan pedagang dan kegiatan lain guna meningkatkan semagat berwirausaha. dengan tujuan menyatukan pedagang Sambil menabung. Bimbingan langsung ke pedagang baik itu management, entrepreneurship. Termasuk pengeliolaan keuangan secara sederhana. Memahami kesehatan keluarga, Kerohanian, Piknik bersama, membersihkan pasar bersama-sama secara rutin.

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. H. R. Anang Muftiadi, S.E., M.Si, Ketua Promotor .Prof. Dr. Mohammad Benny AlexandriS.E., M.M  Anggota Tim Promotor  . Titik Anas S.E, M. Econ., Dev., Ph.D. Rivani , S.IP., M.M., DBA, serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari  Dr, Drs. Bambang Hermanto, M.Si, Dr. Pratami Wulan Tresna, S.Sos., M.Si   , Dr. Herwan A Muhyi, S.IP., M.Si. 

Representasi Guru Besar Prof.  Dr. Drs. H. Budiman Rusli, M.S. Disertasi yang disusun berjudul “STRATEGI SOCIOPRENEURSHIP UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING PASAR RAKYAT DALAM KOLABORASI DAN INOVASI PADA PENDEKATAN SOCIO CULTURE” yang dinyatakan lulus dengan predikat “Sangat Memuaskan”

 

Selamat atas diraihnya gelar Doktor  kepada Dr. Lik Gayantini Ari . Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja.