Laporan  Kusman Rusmana, Humas FISIP Unpad

[pps.fisip.unpad.ac.id, 11/08/2023] Bandung – Jumat, 11 Agustus 2023 (13.30), Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Yogi Sugiarto Maulana yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Ilmu Administrasi Konsentrasi Administrasi Bisnis resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.

Promovendus dilahirkan di Ciamis pada tanggal 30 Oktober 1988, putra dari pasangan Bapak Entis Sutisna dan Ibu Titin Sujanah, sebagai anak kedua dari empat bersaudara. Pernikahannya dengan Desi Ritmasari dikaruniai 2 (dua) orang anak yaitu Ihsan Maulana Yusuf dan Irgi Ramadhan Maulana.

Pendidikan SD diselesaikan pada tahun 2001 di MI Jelat Banjar, SMP diselesaikan pada tahun 2004 di SMP Al-Azhar Banjar, SMA diselesaikan pada tahun 2007 di SMK Pasundan 1 Banjar, Sarjana Ilmu Administrasi Niaga lulus pada tahun 2012 di STISIP Bina Putera Banjar, Program Magister diselesaikan tahun 2017 di STIA YPPT Priatim Tasikmalaya, dan pada bulan Juli tahun 2019 masuk kuliah Program Doktor Ilmu Administrasi, pada Universitas Padjadjaran Bandung. Sejak tahun 2013, Promovendus menjadi staf pengajar pada Program Studi Administrasi Bisnis, STISIP Bina Putera Banjar. Mulai tahun 2019 Promovendus mengemban amanah sebagai Wakil Ketua 1 Bidang Akademik STISIP Bina Putera Banjar.

 

Disertasi yang diujikan menurut Yogi Sugiarto Maulana, Keberadaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sangat penting bagi semua negara, karena dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Akan tetapi, UMKM berpotensi menjadi salah satu korban dari krisis ekonomi makro yang berkepanjangan (Latham, 2009). Krisis yang berselang dianggap sebagai peristiwa tak terduga yang memisahkan dalam ruang dan waktu, yaitu seperti gempa bumi, tsunami, serangan teroris, pandemi dan sebagainya (Pearson & Clair, 1998). UMKM lebih rentan terhadap krisis keuangan karena sumber daya mereka yang relatif lebih terbatas (Chu & Siu, 2001). Untuk itu, UMKM harus memiliki kemampuan mempertahankan eksistensinya dalam menghadapi krisis ekonomi bencana alam atau wabah. Kemampuan atau kapabilitas yang dimiliki individu atau organisasi sangat penting agar mampu bersaing dan bertahan, apalagi pada masa krisis. Bagi perusahaan, resiliensi dapat membantu mereka bertahan dalam situasi ini. Resiliensi bisnis merupakan kemampuan organisasi untuk mencegah dan menyerap perubahan dan mendapatkan kembali tingkat kinerja awal setelah gangguan yang tidak terduga (Hendry et al. 2019).

Kedua: Berdasarkan data UMKM Crisis Center, Jawa Barat, memiliki persentase terkecil UMKM terdampak pandemic Covid-19, yakni 0.03 persen. Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu UMKM terkecil terdampak se-Jawa Barat. Hal ini menarik untuk diteliti terkait dengan resiliensi bisnis yang ada di daerah tersebut. Karena, masa depan ekonomi global akan sangat bergantung pada bagaimana UMKM berhasil melewati, dan keluar dari krisis dan bisa terus beradaptasi agar keberlangsungan usahanya dapat terjaga. Selain terkena dampak pandemic Covid-19, UMKM di Kabupaten Pangandaran rentan terhadap bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami, karena berada di lokasi patahan lempeng Indo-Australia. Berdasarkan data dari OpenData Jawa Barat, selama tahun 2015-2021 Kabupaten Pangandaran diguncang gempa sebanyak 33 kali. Selain itu, Kabupaten Pangandaran merupakan daerah otonomi baru, yang berdiri pada tahun 2012. Dan ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) sekaligus sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (Perpres RI Nomor 87 tahun 2021). UMKM di Kabupaten Pangandaran di domninasi oleh usaha kuliner (BPS tahun 2020).

Ketiga: Berdasarkan perspektif teori Resource Based View (RBV) perusahaan dapat mencapai keunggulan bersaing dengan mengandalkan sumber daya sehingga mampu mengarahkan perusahaan untuk dapat berkelanjutan terus menerus (Jay Barney et al., 2001; Wernerfelt, 1984). “Sumber daya” perusahaan menurut Barney, (1991), meliputi aset, kapabilitas, proses, atribut, informasi, teknologi dan pengetahuan yang dimiliki atau dikendalikan oleh suatu perusahaan yang bertujuan untuk implementasi strategi efektif yang

meningkatkan efisiensi (J Barney, 1991). Teknologi digital akan menjadi elemen yang semakin penting dalam ketahanan bisnis (business resilience) di masa depan (Close et al., 2020). Untuk itu, pelaku usaha harus memiliki kemampuan/kapabilitas dalam menggunakan teknologi digital, baik untuk pengelolaan keuangan maupun untuk kegiatan pemasaran agar mampu terus bertahan. Namun, kapabilitas yang dimiliki tidak akan bekerja secara maksimal untuk mendorong perusahaan untuk tetap bertahan, apabila perusahaan tidak memiliki orientasi entrepreneurial, yang mana didalamnya terlibat dalam proses inovasi, melakukan usaha yang agak berisiko, dan menghasilkan perilaku proaktif (Vaznyte & Andries, 2019).

Kerangka acuan dalam melakukan analisis Kapabilitas Keuangan Digital dan E-Bisnis Sebagai Upaya Meningkatkan Resiliensi Bisnis Melalui Orientasi Entrepreneurial Pada Usaha Kuliner Kabupaten Pangandaran didasari oleh:

Grand Theory.

Selanjutnya dalam menganalisis permasalahan penelitian, untuk menyentuh seluruh variabel, maka promovendus menggunakan kerangka teori dari (Luo et al., 2021), (Bi et al., 2017), (Lumpkin & Dess, 1996), dan (Hendry et al., 2019) serta (Q. Xia et al., 2022).

Penelitian ini memiliki perbedaan yang spesifik dengan penelitian-penelitian terdahulu, antara lain:

  1. Berdasarkan hasil pemetaan. penelitian tentang resiliensi bisnis pada usaha kuliner belum ada yang meneliti, kebanyakan pada UMKM secara umum dan pada perusahaan skala
  2. Banyak peneliti terdahulu yang menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengamati bagaimana para pengusaha mampu beradaptasi dengan cepat terhadap gangguan tidak terduga (seperti: krisis ekonomi, bencana, wabah) dan bagaimana mereka menggunakan sumber daya dan kapabilitas yang dimiliki untuk menangani kejadian tersebut. Sedangkan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis sebab-akibat antar variabel yang diteliti.
  3. Promovendus belum menemukan penelitian yang mengaitkan konsep kapabilitas keuangan digital dan e-bisnis dengan resiliensi bisnis. Promovendus baru menemukan beberapa literatur yang mengarah pada pengujian konsep tersebut antara lain, Xia (2021) dan Diandra (2021) yang meneliti keterkaitan antara kapabilitas digital terhadap resiliensi bisnis

 

(Diandra & Syahputra, 2021; Q. Xia et al., 2022). Babajide (2021) yang meneliti keterkaitan antara kapabilitas keuangan terhadap resiliensi bisnis (Babajide et al., 2021). Peneliti lainnya menemukan bahwa penciptaan pengetahuan kolaboratif dan kemampuan e-bisnis mendukung resiliensi organisasi ketika krisis melanda pada sektor industri farmasi dan (Al- Omoush et al., 2020).

  1. Pada penelitian ini, orientasi entrepreneurial diposisikan sebagai proses yang mana membutuhkan input berupa sumber daya kapabilitas untuk menghasilkan output berupa resiliensi Kebanyakan penelitian terdahulu difungsikan sebagai input. Seperti penelitian (Q. Xia et al., 2022) yang menganalisis bagaimana orientasi entrepreneurial dapat meningkatkan resiliensi bisnis pada perusahaan di Cina.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah usaha kuliner di Kabupaten Pangandaran yang berjumlah 719 usaha. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik probability sampling, yaitu menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Dengan menggunakan rumus Slovin diperoleh sampel sejumlah 257 usaha kuliner. Responden terpilih diberikan kuesioner, data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis. Analisis deskriptif disajikan menggunakan tabel, grafik, maupun diagram yang selanjutnya diolah dengan metode lainnya. Teknik analisis yang dipilih untuk menganalisis data dan menguji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Structural Equation Model (SEM) Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan software SmartPLS versi 3.2.9.

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. H. R. Anang Muftiadi, S.E., M.Si, Ketua Promotor . Dr. Dra. Hj. Erna Maulina, M.Si, Anggota Tim Promotor  Dr. Tetty Herawaty, S.P., M.Si. Dr. Nenden Kostini, S.E., M.Si, serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Dr. H. Muh Rizal S.H., M.H. Dr. Margo Purnomo, M,M, Dr. Ratih Purbasari, S.Sos., M.S.M. Representasi Guru Besar Prof.  Dr. Drs. H. Budiman Rusli, M.S, Disertasi yang disusun berjudul “KAPABILITAS KEUANGAN DIGITAL DAN E-BISNIS SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN RESILIENSI BISNIS MELALUI ORIENTASI ENTREPRENEURIAL PADA UMKM (SURVEY USAHA KULINER KABUPATEN PANGANDARAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 TAHUN 2022) ” yang dinyatakan lulus dengan predikat “Sangat Memuaskan”

Selamat atas diraihnya gelar Doktor  kepada Dr. Yogi Sugiarto Maulana Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja.