Laporan Kusman Rusmana, Humas FISIP Unpad
[pps.fisip.unpad.ac.id, 16/10/2023] Bandung – Senin, 16 Oktober 2023 (10.00), Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Aulia Rizki Wicaksono yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Ilmu Administrasi Konsentrasi Administrasi Bisnis resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.
Disertasi yang diujikan menurut Aulia Rizki Wicaksono Tuntutan akan kehadiran digital environments dimasa pandemi telah berdampak signifikan pada kebutuhan digitalisasi diberbagai proses bisnis perusahaan yang berkaitan dengan artificial intelligence (AI), sistem pendukung keputusan seperti, Chatbot, Al Recruitment Platform, dan Robotic Process Automation (RPA) (Dwivedi et .al., 2020). Dalam perkembangan lingkungan bisnis yang dinamis pada kondisi pandemi, kecanggihan teknologi termasuk AI merupakan salah satu teknologi yang tidak dapat terelakan. Potensi AI dalam sebuah teknologi lebih efisien dalam mendeteksi penipuan, menganalisis data dalam jumlah data besar secara instan, mengevaluasi keberhasilan dan kegagalan dalam masa lalu, dan memprediksi masa depan secara akurat (Komalasari, 2020).
Perusahaan startup perlu menerapkan keputusan yang strategis untuk dapat meningkatkan kinerja perusahaan (P.-Y. Li, 2017). Menurut Carraher & Van Auken (2013), dalam membuat keputusan yang strategis para manajer perlu menganalisis laporan kinerja keuangan perusahaan. Namun, laporan kinerja keuangan pada perusahaan terkadang tidak otomatis terupdate (Odoh et.al.,. 2018). Sehingga potensi AI dalam adopsi sistem informasi akuntansi sangat tepat digunakan pada perusahaan untuk mendukung keputusan strategis (Loftus et.al., 2020; Shrestha et. al., 2019).
Peningkatan signifikan dilakukan dalam AI terutama yang berkaitan dengan profesi akuntansi. Bidang akuntansi memiliki sejarah panjang aplikasi AI sejak lebih dari 25 tahun
yang lalu terutama di bidang pelaporan dan audit keuangan (Dilek et al., 2015). Pendapat Yudkowsky (2008), mengamati bahwa bahaya terbesar dari AI adalah bahwa orang menyimpulkan terlalu dini tanpa adanya konfirmasi. Saat ini, AI digunakan hampir semua aspek akuntansi, sehingga menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran para profesional akuntan tentang kemungkinan peran seorang akuntan digantikan oleh AI. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh University of Oxford pada tahun 2015, akuntan memiliki perubahan 95 persen karena kehilangan pekerjaan mereka karena mesin mengambil alih peran analitik data dan penghitungan angka (Griffin, 2019). Namun, Greenman (2017), menemukan bahwa seiring kemajuan teknologi, beberapa pekerjaan menghilang, Namun terciptanya peluang pekerjaan baru. Hal tersebut berarti bahwa AI akan mengurangi sifat profesi akuntansi yang ketat, membosankan, dan telaten dan menjadikannya layanan konsultasi yang lebih efisien. Sehingga AI tersebut tidak akan dapat menggantikan peran akuntan, karena perusahaan akan membutuhkan akuntan untuk menganalisis dan menginterpretasikan data AI serta memberikan layanan konsultasi (Galarza, 2017; Z. Li & Zheng, 2018).
Pemanfaatan kecerdasan buatan dalam adopsi sistem informasi akuntansi profesi akuntansi sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Menurut Dilek et.al., (2015) kecerdasan buatan muncul sebagai disiplin penelitian di Summer Research Project of Dartmouth College pada Juli 1956. Karena pada era tersebut lingkungan bisnis dan operasi sudah mengadopsi teknologi yaitu perangkat komputer. Hasil temuan Odoh et.al. (2018), Potensi AI dalam sistem informasi akuntansi memiliki peranan penting dalam memberikan informasi-informasi terkait kondisi keuangan pada perusahaan. Dengan adanya sistem informasi akuntansi sangat membantu untuk profesi akuntansi dan audit (Greenman, 2017).
Menurut Lam (2004), bahwa potensi adopsi AI dalam sistem informasi dapat menyelesaikan tugas-tugas tertentu seperti pelaporan dan analisis keuangan, Audit, jaminan. Serta pada sistem informasi akuntansi tersebut terdapat sistem pendukung keputusan, hal tersebut membantu perusahaan dalam menentukan langkah-langkah strategis. Davenport, (2016), bahwa seorang akuntan dengan susah payah memeriksa laporan keuangan dengan memperhatikan debit dan kredit pada setiap transaksi. Namun dengan adanya teknologi sistem informasi akuntansi mudahkan auditor untuk memahami, memantau laporan keuangan dan meningkatkan sistem proses analitis untuk pengembangan. Smith & Anderson, (2014), perusahaan dan akuntan memerlukan waktu dalam membuat keputusan berdasarkan laporan keuangan. Namun dengan adanya potensi AI dalam sistem informasi akuntansi, data akan otomatis selalu terupdate, Terdapat informasi terkini terkait perusahaan yang memungkinkan untuk membuat keputusan jauh lebih tepat. Keputusan tersebut pada umumnya berkaitan dengan kinerja perusahaan, profitabilitas perusahaan.
Penelitian terdahulu Odoh et al., (2018); Yang & Vasarhelyi, (1995) mencatat bahwa penerapan sistem ahli dalam akuntansi dapat diklasifikasikan di bawah judul berikut: a. Auditing b. Perpajakan c. Akuntansi keuangan d. Perencanaan keuangan pribadi dan f. Akuntansi manajemen. Sistem informasi akuntansi membantu para akuntan untuk meningkatkan kualitas layanan dibidang perencanaan audit, evaluasi pengendalian internal dan identifikasi risiko audit. Di bidang audit internal, contoh aplikasi atau perangkat lunak yang digunakan adalah expert system, kegunaannya adalah untuk menyaring dan memverifikasi transaksi yang rentan terhadap penipuan.. AI expert system juga terkenal karena otorisasi dan pemrosesan klaim. Peneliti AI juga mengidentifikasi bahwa, potensi AI digunakan dalam sistem informasi akuntansi keuangan dalam hal arus kas. Dalam penelitian Odoh et. al. (2018); Yang & Vasarhelyi (1995), bahwa expert system terbukti memiliki fungsi vital di bidang akuntansi keuangan dibidang evaluasi arus kas, analisis akuisisi merger dan keputusan investasi lainnya, penentuan status keuangan berdasarkan rasio, sewa dan analisis laporan keuangan. Expert system merupakan sistem yang berusaha mengapdosi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Sistem pakar yang baik dirancang agar dapat menyelesaikan suatu permasalahan tertentu dengan meniru kerja dari para ahli. Menurut pendapat Arafat et al., (2021). komponen- komponen sistem pakar terdiri dari : 1) basis pengetahuan, 2) basis data, 3) mesin inferensi, 4) antarmuka pemakai (user interface). Implementasi kecerdasan sang pakar berbasis kode program komputer (code base skill implemetation). Selain itu, pendapat O’Leary (2003), mengidentifikasi pemanfaatan sistem informasi akuntansi dengan perpajakan dengan pengembangan aplikasi TAXMAN Tahun 1997 oleh McCarthy. Kemajuan teknologi dalam penerapannya terus mempengaruhi perpajakan sehingga berbagai expert system saat ini telah digunakan dibidang perpajakan (Odoh et. al., 2018). Pendapat O’Leary (2003), sistem tersebut memiliki kapasitas untuk perlakuan pajak atas investasi saham. Expert system juga telah terbukti memberikan panduan untuk aktual pajak perusahaan dan proses perencanaan, pajak pertambahan nilai, sistem penerapan pajak dan perencanaan pajak perusahaan untuk industri minyak dan gas bumi.
Potensi AI pada adopsi sistem informasi akuntansi pada perusahaan dapat terjadi disebabkan adanya persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan yang dirasakan oleh perusahaan startup (Hannoon, 2019). Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa adopsi teknologi oleh pengguna akhir terutama ditentukan oleh persepsi perilaku individu (Davis, 1989; Igbaria, 1994; Venkatesh et al., 2003). Bahwa aspek individu, teknologi, organisasi dan kelembagaan akan mempengaruhi atau membentuk pada berbagai tingkatan dalam menentukan behavioral intention untuk mengadopsi (Oliveira & Martins, 2011; Venkatesh et al., 2003). Berdasarkan aspek-aspek tersebut, keputusan terkait niat akan adopsi teknologi akan terus berkembang, sehingga akan muncul aspek lainya yang lebih mencerminkan keyakinan dan persepsi sebenarnya terkait adopsi teknologi, Sehingga keputusan tersebut akan bereaksi positif atau negatif terhadap mengadopsi atau menolak teknologi (Oliveira & Martins, 2011). Oleh karena itu, untuk mendapatkan manfaat dari sistem informasi akuntansi yang akan diadopsi oleh pengguna, perlu mempertimbangkan aspek persepsi kegunaan dan persepsi kemudahaan pada adopsi sistem informasi akuntansi (Pulakanam & Suraweera, 2010; Vatanasakdakul et al., 2010). Diharapkan dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut dapat mengetahui berapa besar niat perilaku perusahaan untuk mengadopsi sistem informasi akuntansi, serta dapat mengetahui aspek apa saja yang mengurangi niat untuk mengadopsi sistem tersebut (Caglio, 2003; Vatanasakdakul et al., 2010).
AI merupakan salah satu inovasi teknologi yang akan menjadi primadona dalam bisnis pada jangka waktu sekarang (Haefner et al., 2021). Ransbotham et al. (2017), Potensi AI tersebut berguna untuk memangkas biaya sumber daya tenaga yang dibutuhkan perusahaan, mengingat AI dijalankan oleh mesin. Potensi AI pada sistem informasi akuntansi dapat mempengaruhi operasional perusahaan dalam skala besar. Perusahaan dapat mengadopsi sistem informasi akuntansi sebagai cara untuk mengontrol keuangan perusahaan (O’Leary, 2003). Sebagai suatu sistem informasi, akuntansi tidak hanya merupakan teknik pembukuan keuangan biasa, tetapi juga tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam
pengambilan keputusan keuangan. Anda harus memahami manfaat utama akuntansi (Mancini & J Vaassen, 2013). Dengan mengimplementasikan potensi AI pada sistem informasi akuntansi dapat memberikan informasi keuangan, menjadi alat kontrol keuangan, sebagai bahan evaluasi keuangan, dan sebagai laporan kepada pihak eksternal (Turner et al., 2020). Sehingga potensi AI pada adopsi sistem informasi akuntansi akan selalu meningkat seiring berjalannya waktu.
Walaupun pertumbuhan perusahaan startup menunjukkan optimisme, namun dalam hal potensi AI pada sistem informasi akuntansi, wawancara di lapangan dengan pelaku startup penulis temukan masih menghadapi kendala.
- Penerapan sistem dan standarisasi keuangan yang baru sehingga membutuhkan waktu lebih dalam pelatihan dan memulai penerapannya, karena kurang siapnya
- Diperlukannya accounting software dan piranti komputer yang mampu meningkatkan keamanan dan kerahasiaan data keuangan yang absolute.
- Data keuangan yang dimiliki kurang lengkap dan informasi yang dihasilkan masih harus dilakukan verifikasi, sehingga menghabiskan waktu yang lebih lama dari yang
Berdasarkan serangkaian masalah-masalah tersebut, penulis mengambil beberapa pokok permasalahan yang menarik untuk dianalisa dan dikaji dalam konteks potensi AI pada adopsi sistem informasi akuntansi yaitu persepsi perusahaan startup tentang kemudahan dan kegunaan dalam mengadopsi sistem informasi akuntansi. Secara teoritis, kedua hal tersebut dikaji dalam Theory of Acceptance Model (TAM).
Berdasarkan hasil systematic mapping study (SMS) yang menggunakan basis data scopus yaitu jurnal. Terdapat penelitian yang serupa terkait adopsi sistem informasi akuntansi yaitu Hannoon, (2019), Assessing the role of factors affecting the adoption of vat-compliant accounting systems Computer self-efficacy, Penelitian tersebut pada UKM pada bidang Manufakturing dan reatailing dengan 370 responden pada bagian menager. Owner, dan direktur. Sehingga novelty pada penelitian disertasi ini, bahwa tema penelitian terkait potensi AI pada adopsi accounting system information pada perusahaan startup di Indonesia pada basis data scopus belum di temukan.
Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. H. R. Anang Muftiadi, S.E., M.Si, Ketua Promotor . Prof. Dr. Dra. Hj. Erna Maulina, M.Si. Anggota Tim Promotor Dr. Muhamad Rizal, S.H., M.Hum. Dr. Margo Purnomo, M.M.. serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Dr. R. Anang Muftiadi, S.E., M.Si. Dr. Herwan Abdul Muhyi, S.IP., M.Si. Rivani, S.IP., M.M., DBA .Representasi Guru Besar Prof. Dr. Arry Bainus, Drs., M.A. Disertasi yang disusun berjudul “POTENSI ARTIFICIAL INTELLIGENCE PADA ADOPSI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (Studi Pada Perusahaan Startup Skala Kecil Di Area JABODETABEK).” yang dinyatakan lulus dengan predikat “ Sangat Memuaskan”
Selamat atas diraihnya gelar Doktor kepada Dr. Aulia Rizki Wicaksono Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja.

