Laporan : Kusman Rusmana, Humas FISIP Unpad

[pps.fisip.unpad.ac.id, 28/12/2023] Bandung – Kamis, 28 Desember 2023 (09.00), Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Muhammad Sopyan Budiarto  yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Ilmu Administrasi Peminatan Administrasi Publik resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.

Promovendus dilahirkan di Sleman pada tanggal 8 November 1975 dari pasangan Alm Bapak H Mohammad Saerandan Alm Ibu Hajah Sit Maemunah, sebagai anak ketiga dari empat bersaudara. Pernikahannya dengan Sulastri Isminingsih, SP., M.Si dikaruniai 2 (satu) orang anak yaitu anak yaitu Dzaky Raditya Wardana ( Mahasiswa AKPOL Den 55 ) dan Najwa Khoirunnisa (Mahasiswa Kedokteran Unila )

Riwayat Pendidikan:

  1. Pendidikan SD diselesaikan pada tahun 1988 di SDN Cebongan 11, Sleman Yogyakarta,
  2. Pendidikan SMP diselesaikan pada tahun 1991 di SMPN Seyegan Sleman Yogyakrta,
  3. Pendidikan SMA diselesaikan pada tahun 1994 di SMAN 10 Yogyakarta,
  4. Pendidiikan Jenjang pendidikan Sarjana Kehutanan lulus pada tahun 1999 di Universitas Gadjah Mada dengan Beasiswa American Chamber of Commerce
  5. Pendidikan Program Magister Management diselesaikan tahun 2004 melalui Beasiswa Sampoerna Foundation di Universitas Gadjah Mada,
  6. Pendidkan Program Doktor Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Bandung dengan pemiayaan darri Beasiswa Degree By Research (DBR BRIN)

Riwayat Jabatan/Pekerjaan,

  1. Tahun 1999 s d  2003  Bekerja pada  PT  Kutai  Timber  Surabaya sebagai New Project Manajer
  2. Tahun 2006 sd sekareng Promovendus menjabat sebagai Peneliti Ahli Muda pada Badan Perencanan dan Pembangunan Daerah Provinsi

Pengalaman Pelatihan dan Internationa Seminar

  1. Intermediary Expert Training on Innovation di Berlin, Jerman
  2. Sustainable Agriculture Strategies for Rural Development, Hyderabad, India
  3. International Conference on Innovation Organization (ICOI), Fukuoka Japan 2018
  4. Asia Conference on Environment and Sustaibnability Development, Kyoto Japan 2022

Disertasi yang diujikan menurut Muhammad Sopyan Budiarto, Air adalah fondasi kehidupan, penghidupan, dan menjadi kunci bagi pembangunan berkelanjutan. Aktifitas manusia adalah faktor pendorong utama perubahan dalam skala global, regional dan local terjadinya krisis air (Baird & Plumer, 2021). Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan sistem Ekologi Sosial kompleks yang melibatkan dimensi ekologi, sosial dan ekonomi, yang terus menerus berinteraksi dan saling mempengaruhi (Cabello et al., 2015; Krecˇek, n.d.; Krievins et al., 2015a, Grigg, 2016). Sifat sungai yang mengalir dan melintasi batas wilayah administratif dan bahkan negara, membuat banyak pihak yang berkepentingan dan atas nama “hak” yang dimilikinya, mengeksploitasi sesuai dengan tujuan masing-masing. Keadaan ini berpotensi memunculkan kompetisi dan konflik, baik yang bersifat horisontal maupun vertikal. Konflik yang dimaksud antara lain konflik kuantitas berkaitan dengan kelangkaan, konflik kualitas karena pencemaran dan kerusakan lingkungan, konflik organisasional,  karena  pengelolaan  yang  terfragmentasi  sektoral  atau  kewilayahan

administrative, konflik nilai berkaitan dengan pandangan penguasaan dan pemanfaatan sumber air sebagai barang publik dan komoditas ekonomi. Ironisnya dan sekaligus juga paradoks, yaitu manakala terjadi hal-hal negatif pada DAS, seperti pencemaran, banjir, dan kekeringan, maka masing-masing pihak cenderung saling menyalahkan (Raharja, 2009).

Pemerintah dan lembaga publik memainkan peran utama dengan merancang kebijakan untuk memprediksi, mencegah potensi dampak ancaman, gangguan dan guncangan, serta membantu masyarakat untuk beradaptasi, menyesuaikan diri dengan perubahan yang terus terjadi (Profiroiu & Nastaca, 2021). Resiliensi tertanam (embedded) dengan perspektif sistem sosial-ekologis DAS, termasuk tata kelola didalamnya dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan (Plumer et al., 2015). Dari berbagai dinamika pengelolaan DAS diatas peneliti menemukan dua point penting dalam perspektif Administrasi Publik yang menarik untuk diteliti yaitu dimensi tata kelola (governance) dan dimensi resiliensi pada institusi yang adaptif.

Penelitian yang secara spesifik mengangkat tema tata kelola dan resiliensi DAS Cidanau oleh institusi DAS yang sustainable. Perubahan paradigma dari old public management ke new public management, salah satunya berdampak pada pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Disisi lain, kebijakan desentralisasi dan maraknya proliferasi daerah di Indonesia, berdampak pada system administrasi dan kelembagaan pemerintahan daerah, salah satunya terkait dengan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS. Ketahanan air atau water resilience menjadi paradigma baru dalam pengelolaan air dengan mempertimbangkan sifat kompleks, dinamis dan ketidakpastian dari sistem sosial-ekologi (Plummer & Baird, 2021). Konsep resiliensi dalam administrasi publik menimbulkan pertanyaan penelitian tentang faktor faktor apa yang memperkuat dan melemahkan ketahanan, apa trade – off antara ketahanan dan nilai-nilai lain dari administrasi publik, dan bagaimana administrasi publik yang tangguh dapat dirancang (Duit, 2016; Profiroiu & Nastaca, 2021).

Pendekatan tata kelola dan resiliensi daerah aliran sungai tidak hanya berusaha meminimalkan atau mengendalikan perubahan, tetapi mengunakan pemikiran tentang sistem yang kompleks untuk mengelola perubahan karena resiliensi bukanlah tujuan akhir, tetapi satu cara untuk membangun keberlanjutan dalam sistem pengelolaan DAS. pengelolaan DAS Cidanau tidak mudah dilakukan. Model tata kelola DAS dan resiliensi dari berbagai gangguan dan ancaman dari hulu sampai hilir, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan berpedoman pada keterpaduan, kesetaraan dan berkomitmen untuk penyelenggaraan pengelolaan sumberdaya air yang adil, efektif, efisien dan berkelanjutan sampai saat ini.

Dinamika tata kelola dan resiliensi DAS Cidanau sangat menarik untuk ditelaah secara mendalam dalam menghadapi berbagai pasang surut yang dinamis dan kritis

Penelitian ini menyajikan kerangka konseptual dari hasil penelitian dan pemikiran terdahulu. Kerangka konseptual penelitian meliputi Dimensi tata kelola dan Dimensi Resiliensi yang menentukan hubungan watershed problem dan sustainable output dalam pengelolaan DAS Cidanau.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini melakukan analisis terhadap Dimensi tata kelola dan dimensi resiliensi pada pengelolaan DAS Cidanau. Informan dalam penelitian ini adalah para informan yang terlibat dalam pengelolaan DAS Cidanau yang tergabung dalam Forum Komunikasi DAS Cidanau baik dari unsur pemerintah, industry, Lembaga swadaya masyarakat, dan pare petani yang terlibat dalam implementasi skema jasa lingkungan.

 

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. Drs. H.  Heru Nurasa, M.A , Ketua Promotor. Prof. Ida Widianingsih., SIP., MA., PhD. Anggota Tim Promotor , Prof. Dr .H. Entang A Muhtar,MS. Dr. Rd Ahmad Buchari., M.Si. Dr Herie Saksono., M.Si serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Dr. Drs. H. Heru Nurasa, MA, Rini S Soemarwoto., S.Psi., MA., PhD. Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs H. Sam’un Jaja Raharja M.S .Disertasi yang disusun berjudul ”PENDEKATAN WATERSHED GOVERNANCE DAN RESILIENSI DALAM PERSPEKTIF SISTEM EKOLOGI SOSIAL PADA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) CIDANAU DI PROVINSI BANTEN”. yang dinyatakan lulus dengan predikat “Pujian”.

Selamat atas diraihnya gelar Doktor  kepada Dr. Muhammad Sopyan Budiarto  Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja.