Laporan : Kusman Rusmana, Humas FISIP Unpad

[pps.fisip.unpad.ac.id, 11/01/2024] Bandung – Kamis, 11 Januari 2024 (10.00), Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Ati Apriani Yusuf   yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Ilmu Administrasi Peminatan Administrasi Publik resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.

Promovenda dilahirkan di Bandung pada tanggal 18 April 1981 dari pasangan Bapak Deddy Ruchmaedi Yusuf dan Ibu Sri Sudharwahyuni, sebagai anak kedua dari dua bersaudara. Pernikahannya dengan Moh. Donny Hendarsyah, SE dikaruniai 1 (satu) orang anak yaitu Rizqiyah Mawaddah, S. Farm.

 

Riwayat Pendidikan: Pendidikan SD diselesaikan pada tahun 1990 di SD. Mardi Rahayu Ungaran Semarang, SMP diselesaikan pada tahun 1996 di SMP Kanisius Kalasan Yogyakarta, SMA diselesaikan pada tahun 1999 di SMU. Marsudi Luhur Yogyakarta, Jenjang pendidikan Sarjana Administrasi Publik lulus pada tahun 2015 di STIA Panca Marga Palu Sulawesi Tengah, Program Magister diselesaikan tahun 2017 di Universitas Tadulako Palu Sulawesi Tengah, dan pada semester ganjil tahun akademik 2019/2023 masuk kuliah Program Doktor Ilmu Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Bandung. Riwayat Jabatan/Pekerjaan, pada saat ini Promovenda menjabat sebagai Dosen Tetap Yayasan di STIA Panca Marga Palu dan Dosen BLU di Universitas Tadulako Palu Sulawesi Tengah.

Disertasi yang diujikan menurut Ati Apriani Yusuf, 1. Terdapat tantangan signifikan dalam Implementasi Kebijakan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana di Kota Palu, mencakup distribusi manfaat yang tidak merata, kurangnya perencanaan jangka panjang, serta hambatan koordinasi dan komunikasi antar lembaga, serta perbedaan dalam interpretasi kebijakan dan wewenang. Selain itu, terdapat kesulitan dalam validasi data, identifikasi kelompok sasaran yang tepat, kurangnya partisipasi masyarakat, serta pengaruh pergantian kepemimpinan dan kompleksitas hierarki dalam implementasi program.

  1. Meskipun fokus pada Kota Palu, kebijakan ini memiliki implikasi pada strategi rehabilitasi dan rekonstruksi untuk seluruh Sulawesi Tengah. Evaluasi efektivitas kebijakan di Kota Palu dapat memberikan wawasan yang penting dalam konteks yang lebih
  2. Kajian-kajian sebelumnya menyoroti aspek penting dalam implementasi kebijakan penanggulangan bencana, namun belum ada fokus khusus pada rehabilitasi dan rekonstruksi perumahan dan permukiman pasca bencana. Dalam konteks ini, state of the art dalam riset adalah pada implementasi kebijakan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Kota Palu, dengan penekanan pada tata kelola informasi yang berbasis pada penguatan budaya lokal, partisipasi masyarakat, koordinasi yang kuat, dan kebijakan yang terkoordinasi.
  3. Merujuk pada pendapat May & Williams (1986), dengan lima aspek kunci dalam implementasi kebijakan: mandat, struktur kelembagaan, pendekatan manajerial, kapasitas kelembagaan, dan aktivitas program. Evaluasi kebijakan di Kota Palu dari perspektif ini dapat memberikan wawasan yang

 

  1. Hasil penelitian ini menyoroti kekurangan dalam implementasi kebijakan rehabilitasi rekonstruksi perumahan dan permukiman pasca bencana di Kota Palu. Tantangan distribusi manfaat yang tidak merata, kurangnya keterlibatan masyarakat dalam perencanaan jangka panjang, hingga perbedaan dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) menjadi hambatan
  2. Integrasi budaya lokal dalam tata kelola informasi menjadi kunci penting dalam meningkatkan akurasi, relevansi, dan partisipasi masyarakat dalam penanggulangan Penguatan lembaga budaya setempat melalui tata kelola informasi yang terintegrasi memperdalam pemahaman terhadap keberagaman lokal, mendukung koordinasi efektif antar lembaga, dan meningkatkan kesadaran komunitas. Selain itu, pendekatan ini membantu membentuk pola komunikasi berkelanjutan dan memastikan keberlanjutan program dan kebijakan penanggulangan bencana. Dengan menyatukan integrasi tata kelola informasi dan penguatan budaya lokal, riset ini memberikan pandangan holistik untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan bencana dan keberlanjutan program di Sulawesi Tengah. Manfaat utama adalah peningkatan potensi implementasi kebijakan dengan memberikan perhatian pada budaya lokal, dan penelitian ini tidak hanya mengidentifikasi masalah, tetapi juga menawarkan solusi konkret untuk pemerintah dan lembaga terkait.
  3. Integrasi budaya “Molibu” dalam analisis May & Williams (1986) dapat memberikan perbaikan signifikan dalam penanggulangan bencana antara lain:
    • Partisipasi Masyarakat: Melibatkan struktur musyawarah adat dalam perencanaan dan implementasi kebijakan, Memastikan bahwa kebijakan memperhitungkan nilai-nilai dan kebutuhan masyarakat setempat untuk meningkatkan
    • Koordinasi Antar Lembaga: Memanfaatkan prinsip-prinsip musyawarah adat sebagai landasan untuk kolaborasi antara Menjembatani kolaborasi antara lembaga pemerintah, swasta, dan masyarakat lokal untuk meningkatkan koordinasi upaya penanggulangan bencana.

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. Drs. H. Heru Nurasa, M.A , Ketua Promotor. Dr. Drs. Asep Sumaryana, M. Si Anggota Tim Promotor , Dr. Sawitri Budi Utami,S.IP., M.Si. Dr. Ramadhan Pancasilawan, M. Si serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Drs. H. Budiman Rusli, M. Si, Dr. Drs. Slamet Usman Ismanto, M. S, Dr. Dedi Sukarno, S. IP., M. Si Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. H. Sam’un Jaja Raharja, M.Si Disertasi yang disusun berjudul ”IMPLEMENTASI KEBIJAKAN REHABILITASI REKONSTRUKSI PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN PASCA BENCANA 2018 DI KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH”. yang dinyatakan lulus dengan predikat “Memuaskan”.

Selamat atas diraihnya gelar Doktor  kepada Dr. Ati Apriani Yusuf   Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja.