Laporan  Kusman Rusmana, Humas FISIP Unpad

[pps.fisip.unpad.ac.id, 02/02/2024] Bandung – Jumat 02 Pebruari 2022 (09.00), Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Tia Mariatul Kibtiah yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Hubungan Internasional resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.

Promovenda dilahirkan di Karawang pada tanggal 2 Juni 1978 dari pasangan Bapak H. Abdul Hafidz dan Ibu Hj. Pipih Alpinah, sebagai anak kedua dari dua bersaudara. Pernikahannya dengan Edi Kuswanto Dorenbosch S.Kom,  dikaruniai 2 (dua) orang anak yaitu Sarah Almira Kuswanto dan Vyka Akmal Kuswanto.

Riwayat Pendidikan : SDN Karya Sari Karawang, Lulus tahun 1990, MTsN 1 Tasik Malaya Lulus Tahun 1993, MAN 1 Tasik Malaya, Lulus Tahun 1996, Jenjang pendidikan Sarjana Pendidikan Agama Islam di UIN Sunan Gunung Djati Bandung Lulus Tahun 2000, Program Magister diselesaikan Tahun 2012 di Universitas Indonesia (UI) pada Program Politik dan Hubungan Internasional (PHI) Timur Tengah, masuk kuliah Program Doktor Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Bandung. Riwayat Jabatan/Pekerjaan, pada saat ini Promovendus menjabat sebagai Faculty Member/Dosen Tetap pada Prodi Hubungan Internasional BINUS University).

Disertasi yang diujikan menurut Tia Mariatul Kibtiah,  Melissen (2005), mengungkapkan sebuah konsep diplomasi publik yang melibatkan media sosial sebagai alat penting dalam mencapai tujuan diplomasi publik oleh suatu negara. Konsep ini disebut dengan new public diplomacy. Berbeda dengan konsep diplomasi publik sebelumnya seperti yang diungkapkan Golan (2013) bahwa diplomasi publik fokus pada keterlibatan global antara pemerintah atau perusahaan, organisasi non-pemerintah terhadap warga negara asing, atau pendapat Gilboa (2016) yang menjelaskan bahwa diplomasi publik berawal dari studi tentang berbagai alat yang digunakan negara adidaya dan negara lain untuk mencapai tujuan internasional mereka. Alat diplomasi publik ini melibatkan internet dan international news untuk mencapai target diplomasi publik. Leonard, Stead, dan Smewing sejalan dengan Gilboa yang menyebut manajemen news merupakan komponen penting dalam proses diplomasi publik. Para ahli diplomasi publik ini menyebutkan diplomasi publik dari state to people dan people to people tapi tidak detail menjelaskan mengenai sisi media. Meskipun dalam Leonard, Stead dan Smewing menyebut kata management news, namun pada konsep Melissen-lah Promovendus melihat, konsep ini merupakan konsep yang tepat untuk menganalisis fenomena media sosial dan negara. Era media sosial saat ini mendorong Promovendus meneliti sejumlah isu Hubungan Internasional bukan hanya isu konflik, perang, terorisme, termasuk juga isu meningkatnya kerjasama ekonomi antar negara apakah ada relevansinya antara pengaruh publik di media sosial dengan keputusan negara dalam menentukan partner bisnisnya. Konsep bergeser pada ketika opini publik juga cukup signifikan terlibat dalam proses diplomasi publik. Beberapa teori yang berkaitan dengan opini publik-pun dilibatkan dalam disertasi ini salah satunya dari Elisabeth Noelle-Neumann (1974), sehingga muncul komposisi baru dalam menganalisis diplomasi publik yakni, diplomasi publik secara general, new public diplomacy yang melibatkan media sosial dan akhirnya Promovendus memasukkan opini publik menjadi alat penting juga dalam proses diplomasi publik. Tambahan konsep ini ke depan, akan menjadi satu konsep baru dalam penelitian diplomasi publik.

Studi kasus pada penelitian ini adalah peningkatan kerjasama ekonomi yang dialami Indonesia dan UEA pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo atau tepatnya dari rentang tahum 2017-2021. Seperti diketahui, sebelumnya kerjasama ekonomi Indonesia dan Timur Tengah  pasif dan cenderung “jalan di tempat”. Namun bertepatan di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo, salah satu negara Timur Tengah, UEA, cukup agresif menjalankan sejumlah bisnis dengan Indonesia baik itu antar negara atau melalui B to B (Bussiness to Bussiness)  antar perusahaan. Kondisi ini dikaitkan dengan era media sosial yang cukup massif memberikan pengaruh dalam keputusan pemerintah. Meskipun, Negara UEA berbentuk Kerajaan yang keputusan tergantung Raja, media sosial bisa menjadi referensi mereka dalam mengambil keputusan. Ini bisa dilihat para decision maker Timur Tengah cukup aktif di sejumlah platform media sosial. Muncul pertanyaan penelitian, diplomasi publik yang dilakukan Indonesia terhadap Timur Tengah dalam hal ini UEA dalam peningkatan kerjasama ekonomi kedua belah pihak apakah ada relevansinya dengan opini publik UEA terhadap Indonesia.

Pada desain penelitian, Promovendus mencoba mengkolaborasikan antara studi Hubungan Internasional (HI) dengan Studi Sistem Informasi (SI). Era media sosial mejadikan Studi HI tidak boleh lagi kaku dalam menganalisis kasus-kasus HI. Metode kualitatif diambil dari berbagai jurnal, website news, official website, e-book untuk menganalisis data-data kerjasama ekonomi Indonesia dan UEA dan data interview dari Duta Besar Indonesia untuk UEA, Direktur BKPM Abu Dhabi, Diplomat Indonesia di UEA. Dilanjutkan dengan metode analisis sentimen yakni proses teks analitik untuk mendapatkan berbagai sumber dari internet termasuk dari media sosial dengan mengambil data dari Twitter melalui proses crawling komentar publik UEA tentang Indonesia.

Prosesnya adalah, Promovendus men-translate sekitar 1320 data dari Twitter dengan “country” UEA, dari komentar Bahasa Arab ditranslate terlebih dahulu kedalam Bahasa Inggris karena proses analisis sentimen dengan menggunakan Machine Learning tidak bisa membaca data selain Bahasa Inggris. Kemudian masuk pada tahap removal data, selecting data dan muncul top data, yang akhirnya akan muncul hasil positif, negatif dan netral dengan akurasi tertentu.

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang, Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. Wawan Budi Darmawan, SIP.,M.Si , Ketua Promotor . Dr. Teuku Rezasyah, Ph.D.  Anggota Tim Promotor Prof. Dr. Tirta Nugraha Mursitama, Ph.D, Dr. Dina Yulianti, M.Si.  serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Arry Bainus, MA, Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Dr. Wawan Budi Darmawan, S.IP.,M.Si Representasi Guru Besar Prof. Dr. H. Nandang Alamsah Deliarnoor, S.A.P, S.H., M.Hum,Disertasi yang disusun berjudul “DIPLOMASI PUBLIK INDONESIA TERHADAP UEA DALAM PENINGKATAN KERJASAMA EKONOMI: ANALISIS SENTIMEN OPINI PUBLIK UEA DI TWITTER TERHADAP INDONESIA TAHUN 2017-2021.”. yang dinyatakan lulus dengan predikat “ Pujian”

 

Selamat atas diraihnya gelar Doktor  kepada Dr. Tia Mariatul Kibtiah. Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja.