Sidang Promosi Doktor Dewi Coryati

Laporan  Kusman Rusmana, Humas FISIP Unpad

[pps.fisip.unpad.ac.id 14/05/2024] Bandung – Selasa, 14 Mei 2024 (13.00), Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Dewi Coryati yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Sosiologi resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.

Disertasi yang diujikan menurut Dewi Coryati, Penelitian yang secara spesifik mengangkat tema Model Preferensi Pemilih Pemula Terhadap Modal Sosial Caleg Perempuan dan perspektif sosiologi politik seperti judul disertasi ini belum pernah dilakukan di Provinsi Bengkulu untuk konteks pemilu 2019-2024. Kajian ini perlu dan penting untuk dilakukan sebagai upaya produksi ilmu pengetahuan tentang bagaimana Caleg Perempuan di Dapil Bengkulu berhasil mencapai kondisi Planet 50:50 yaitu berimbangnya jumlah perempuan dan laki-laki di ranah publik seperti yang diharapkan oleh PBB (United Nations). Untuk Dapil Bengkulu kisaran perolehan kursi Caleg perempuan mencapai angka 50% (Hasil Pemilu 2009), 75 % (Hasil Pemilu 2014) dan 75% (untuk hasil Pemilu 2019) dari 4 alokasi kursi yang tersedia untuk para Aleg (Anggota Legislatif) terpilih duduk di Parlemen Pusat. Kemudian menjadi 100%, karena adanya tambahan kursi PAW (Pergantian Antarwaktu).Rumusan permasalah yang dibangun dalam kajian Disertasi ini adalah:

Perlunya menemukan model Preferensi Pemilih Pemula Terhadap Modal Sosial Caleg Perempuan di Pemilihan legislatif 2019-2024 Daerah Pemilihan Provinsi Bengkulu yang ideal, sehingga Caleg perempuan, dapat diperhitungkan oleh pemilih pemula sebagai alasan elektabilitas terhadap Caleg perempuan, sebagai inspirasi bagi Caleg perempuan di masa yang akan datang. Kemenangan para Caleg perempuan di Dapil Bengkulu dapat ditelusuri dari pertimbangan para pemilih pemula dalam memberikan suaranya saat Pemilu, baik pemilih pemula laki-laki maupun perempuan di Pemilu 2019-2024. Terutama mengkaji konsep modal sosial dan partisipasi politik pemilih pemula baik alasan dan pola dalam perilaku pemilih, preferensi pemilihnya, sistem dan struktur sosial masyarakat pemilih

Oleh karena itu, penelitian disertasi ini menyajikan kerangka pemikiran yang disusun dengan melakukan modifikasi terhadap teori Greenstein (1975) menyatakan bahwa preferensi politik merupakan pilihan tindakan yang didasarkan pada nilai-nilai yang diyakini untuk memberikan respon politik yang ada pada diri seseorang. Sherman, Arnold dan Kolker (1987) menambahkan tindakan politik yang muncul dari nilai-nilai politik yang diyakini seseorang menjadi faktor yang menentukan arah pilihan dari situasi politik yang dihadapi. Selain nilai-nilai politik yang diyakini, karakteristik geografi atau lingkungan tempat hidup seseorang juga mempengaruhi pilihan politik seseorang.

Preferensi pemilih terkait dengan pilihan tindakan yang didasarkan pada nilai-nilai yang diyakini untuk memberikan respon politik, yang ada pada diri seseorang pemilih. Faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan umum yaitu kesamaan etnis, identifikasi partai, kesesuaian program partai, modal sosial, pemberdayaan masyarakat dan pro kontra politik uang yang masuk dalam pendekatan rasionalitas dan anti-rasionalitas, emosional-simbolik dan instrumental. Pemilih pemula adalah mereka yang akan memasuki usia memilih dan akan menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali dalam suatu pemilu, kisaran usia pemilih pemula adalah 17-21 tahun, masih duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat dan mereka yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi (Mahasiswa dan mahasiswi), anak- anak putus sekolah yang berusia 17-21 tahun.

Dalam menelaah perilaku pemilih pemula menggunakan: pendekatan sosiologis atau sosial struktural dan pendekatan rasional. Perilaku pemilih merupakan suatu produk sosial dan politik yang hadir tidak begitu saja secara spontan, berbagai latar belakang, sebab-akibat, faktor dan struktur sosial yang ada dalam masyarakat dapat menjadi variabel yang sangat berpengaruh. Kegiatan yang berkenaan dengan proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan politik seorang individu warga negara untuk memilih atau mengabaikan hak pilihnya. Tindakan sosial sebagai sebuah tanggapan/output terhadap situasi sosial/input yang dihadapkan kepada aktor. Tindakan rasionalitas diakronik sebagai sebuah tindakan pilihan rasional yang berorientasi pada waktu pencapaian tujuan, yang terbagi ke dalam tiga rentang waktu yakni, rasionalitas retrospektif, rasionalitas pragmatis-adaptif dan rasionalitas prospektif..

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. Dra. Bintarsih Sekarningrum, M.Si.  Ketua Promotor. Prof. Drs. Muhamad Fadhil Nurdin MA, Ph.D.  Anggota Tim Promotor Dr. Drs. Wahju Gunawan, M.Si, Dr. Margo Purnomo S.IP, MM, serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Dr. Muhammad Fedryansyah, S.Sos., M.Si, Prof. Dr. Munandar Sulaeman, M.S. Dr. Dra. Bintarsih Sekarningrum, M.Si. Representasi Guru Besar Prof. Dr. Dra. Hj. R. Nunung Nurwati, M.S. Disertasi yang disusun berjudul “MODEL PREFERENSI PEMILIH PEMULA TERHADAP MODAL SOSIAL CALEG PEREMPUAN DALAM PEMILIHAN LEGISLATIF 2019-2024 DI DAERAH PEMILIHAN PROVINSI BENGKULU”. yang dinyatakan lulus dengan predikat “Sangat Memuaskan” Selamat atas diraihnya gelar Doktor  kepada Dr. Dewi Coryati Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja.