Laporan  Kusman Rusmana, Humas FISIP Unpad

[pps.fisip.unpad.ac.id). 12/07/2024] Bandung – Jumat, 12 Juli 2024 (13.00). Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Sigit Nugroho yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Hubungan Internasional resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.

Promovendus dilahirkan di Semarang pada tanggal 10 Desember 1980 dari pasangan  Bapak Sumarno (Alm) dan Ibu Sri Lestari sebagai anak pertama dari dua bersaudara. Pernikahannya dengan  Umi suci Marlina. S.E.  dikaruniai 3 (tiga) orang anak yaitu Bintang Maulana Nugroho, Jelita Maheswari Nugroho dan Shanum Atranayura Nugroho. Riwayat Pendidikan : Pendidikan SD diselesaikan pada tahun 1992 di SDN Pancaarga I Magelang, SMP diselesaikan pada tahun 1995 di SMPN 4 Magelang, SMA diselesaikan pada tahun 1998 di SMAN 1 Mertoyu dan Magelang, AAU (Akademi Angkatan Udara) tahun 2002, Jenjang pendidikan Sarjana  lulus pada tahun 2008 di Universitas Surya Dharma,  Program Magister  diselesaikan tahun 2020  di Universitas Padjajaran, dan pada semester genap  tahun akademik 2021 masuk kuliah Program Doktor Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Bandung. Riwayat Jabatan/Pekerjaan, Provendus adalah perwira TNI Angkatan Udara  yang pernah bertugas di Sentral Komunikasi Lanud Halim Perdanakusuma, Paspampres dan cukup lama bertugas sebagai analis intelijen luar negeri (eropa) di Bais TNI yang pada saat ini Promovendus menjabat Atase Udara RI di Berlin Jerman yang insya Allah akan berangkat pada bulan oktober ini.

Disertasi yang diujikan menurut Sigit Nugroho , Pada awal tahun 2022, dunia dikejutkan oleh peristiwa geopolitik besar atas tindakan Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengumumkan kebijakan untuk melaksanakan “Operasi Militer Khusus” ke Ukraina yang merupakan bentuk lain dari invasi Rusia ke Ukraina. Kejadian ini tidak hanya mengguncang stabilitas internasional, tetapi juga memicu pertanyaan mendalam tentang apa yang mendorong Rusia untuk mengambil langkah militer drastis ini.

Pada level global, invasi ini terjadi dalam konteks sistem internasional pasca-Perang Dingin, di mana dominasi AS dalam sistem unipolar menimbulkan ketegangan dengan Rusia. Pada level regional eropa perluasan NATO ke arah timur memperdalam kesenjangan antara negara-negara yang berintegrasi dengan NATO dan UE dengan mereka yang tidak berintegrasi. Ukraina, sebagai negara di halam belakang Rusia juga menghadapi tantangan internal berupa perpecahan identitas antara wilayah berbahasa Rusia di timur dan dukungan pro-Eropa di barat. Kebijakan pro-Barat Presiden Zelenskyy dan inkonsistensinya dalam kebijakannya terhadap Rusia semakin memperburuk ketegangan dengan Rusia.

Secara internal, faktor geografis dan sejarah maupun pengalaman terkini Rusia telah membentuk suatu kepercayaan dan pengalaman kolektif berupa nilai nilai yang berpengaruh pada keputusan strategis Rusia. Presiden Putin sebagai penjaga budaya strategis yang mempunyai latar bélakang sebagai perwira Intelijen KGB, memandang bahwa perluasan NATO dan campur tangan barat yang semakin mendekati wilayahnya sebagai ancaman terhadap keamanan nasional Rusia, sementara kebangkitan nasionalisme Ukraina dipandang sebagai pengkhianatan terhadap hubungan historis.

Terkait hal tersebut, Promovendus terdorong untuk memahami apa yang melatarbelakangi keputusan Rusia, yang dipimpin oleh Presiden Putin, untuk melakukan tindakan sebesar ini. Pada akhir tahun 2021, memprediksi intensi Rusia sangat sulit, apakah invasi ini benar-benar akan terjadi atau tidak. Oleh karena itu, mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan ini menjadi sangat penting.

Dalam penelitian ini, promovendus telah menelaah penelitian terdahulu yang relevan dengan topik sebagai bahan rujukan dan pembanding, dan Promovendus belum menemukan penelitian yang secara khusus mengkaji interaksi antara budaya strategis dan intensi Rusia yang melatar belakang invasi ke Ukraina pada tahun 2022. Promovendus juga telah menelusuri database Scopus menggunakan VOSviewer dan dalam 10 tahun terakhir, belum ada penelitian yang secara khusus mengaitkan budaya strategis, lingkungan strategis dan intensi Rusia.

Penelitian ini menawarkan kontribusi orisinal dengan menggabungkan analisis budaya strategis dan lingkungan strategis yang dipersepsikan oleh elit menjadi intensi Rusia dalam konteks invasi ke Ukraina tahun 2022. Dalam penulisan desertasi ini Promovendus tidak membela apalagi mendukung pihak manapun dalam perang Rusia-Ukraina namun hanya didasarkan pada upaya memahami kalkulasi strategis Rusia melalui lensa budaya strategisnya, dan bukan memberikan pembenaran dan justifikasi atas tindakan agresinya.

Simpulan

1.         Lingkungan strategis global, regional eropa dan situasi domestik serta kebijakan luar negeri Ukraina sangat memengaruhi persepsi ancaman Presiden Putin dan keputusan untuk menginvasi Ukraina pada tahun 2022.

2.         Budaya strategis Rusia memainkan peran penting dalam membentuk preferensi ideasional dan lensa perseptif Presiden Putin yang akan dapat menggambarkan intensinya.

3.         Interaksi antara lingkungan strategis dan budaya strategis Rusia membentuk persepsi ancaman yang spesifik yang dikonseptualisasikan dalam berbagai pernyataan Presiden Putin.

4.         Budaya strategis Rusia mendukung model intensi baik intensi ofensif maupun defensif. Dari sisi defensif. Intensi ofensif lebih dpengaruhi oleh Budaya Strategis akan kebesaran nasional (derzhava) dan keinginan untuk mengembalikan kejayaan imperial Rusia. Hal Ini mencakup aspirasi untuk menguasai kembali wilayah-wilayah dengan populasi etnis yang terkait sejarahnya, seperti Ukraina. Sedangkan Intensi defensif dipengaruhi Budaya Strategis Rusia atas adanya rasa kerentanan yang tingi yang dipengaruhi oleh sejarah invasi berulang dari Barat dan kerusuhan domestik, Rusia mengutamakan pertahanan terhadap nilai-nilai budaya dan sejarah nasionalnya.

5.         berdasarkan lensa perseptif Presiden Rusia berdasarkan budaya strategisnya Invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022 lebih mencerminkan intensi defensif daripada intensi ofensif.

6.         Berdasarkan analisis sumber budaya strategis Rusia yang mencakup sejarah masa lalu dan geografi seperti yang disampaikan oleh Colin Gray, kita dapat mengidentifikasi dua model intensi Rusia defensif dan ofensif, sebagaimana yang juga dibahas oleh Lanoszka. Namun, untuk memahami intensi Rusia dalam invasi ke Ukraina tahun 2022 secara lebih mendalam, penting untuk melihat dari perspektif sumber-sumber terkini,  termasuk pidato presiden Rusia, doktrin militer terbaru, kebijakan luar negeri yang sedang berlaku, kebijakan keamanan nasional, serta sikap elit politik Rusia saat ini.

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. Wawan Budi Darmawan, SIP.,M.Si , Ketua Promotor . Dr. Arfin Sudirman, S.IP.,M.IR.  Anggota Tim Promotor Dr. Wawan Budi Darmawan, SIP.,M.Si. Dr. Yusa Djuyandi, S.IP.,M.Si serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Arry Bainus, M.A. Drs. Teuku Rezasyah, M.A., Ph.D. Dr. Akim, S.IP., M.Si, Representasi Guru Besar Prof. Dr. Mohammad Benny Alexandri, S.E., M.M. Disertasi yang disusun berjudul “INVASI RUSIA KE UKRAINA TAHUN 2022 TINJAUAN DENGAN PENDEKATAN BUDAYA STRATEGIS DAN INTENSI RUSIA” yang dinyatakan lulus dengan predikat “Sangat Memuaskan”

Selamat atas diraihnya gelar Doktor  kepada Dr. Sigit Nugroho  Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja.